February 17, 2012

Lagi dan Lagi

"Put..bangunn...kamu mimpi apa sampe nangis gitu?"

...


"ma,pa, Putri pergi dulu ya sama Otte,kalau ada apa-apa sms aja..." Otte sudah mengeluarkan BMW hijau lumut dari garasi saat saya keluar rumah, "yuk,jalan Te".

Belum sampai ketempat tujuan, ada sms dari mama,

'Te, Tri, cepetan pulang, papa udah ga ada'

Rasanya seperti tersambar petir, kuberi tahu Otte untuk memutar balik mobil kembali ke rumah.

Sampai di rumah, sudah banyak orang menyesaki, kami mencoba dari pinggir ke pinggir masuk ke kamar papa. Yang kami dapati, papa terbujur kaku di pangkuan mama. Saat itu, seorang saudara menawarkan diri untuk mendoakan jenazah papa, "eda, saya mau mendoakan papa Putri karena saya tak bisa lama-lama, mau ke Manurung"..

Baru saja doa akan dimulai, tiba-tiba papa membuka mata, "maaa, papa melek", teriakku histeris. Papa berkata lirih, "Tri, tangan kanan papa sakit..tolong lurusin"...

...


"Kak...kamu mimpi apa? Sampe pipinya banjir airmata begitu?"

Pagi-pagi benar, saya menceritakan mimpi saya kepada mama dan Demi yang membangunkan saya. Begitu nyata dan terlihat jelas di mata saya, papa, tapi bukan papa yang meninggal di kasur rumah sakit, bukan papa yang sakit kanker, bukan papa yang butuh bantuan alat pernafasan. Ini papa yang sudah tua renta dimakan usia, papa yang melihat saya membeli mobil BMW, papa yang meninggal bukan karena kanker..

Penyesalankah ini? Karena kalah berjuang mempertahankan papa hidup? Ini bahkan kesekian kalinya saya memimpikan papa, tapi belum pernah ada yang sejelas ini.

Saya masih menyesal, penyesalan bertambah ketika mama yang mendengar cerita saya menangis dan berkata "Put, baru tadi malam mama tau ternyata harga ventilator tidak sampe 20juta seperti yang dibilang **** ****, cuma 600ribu saja", "mama nyesel dulu ga mempertahankan papa hidup, menyerah begitu saja karena sadar kita sudah tidak punya apa-apa lagi".

Enam ratus ribu... ternyata itu harga penyesalan kami. Bodoh memang percaya begitu saja akan kata kata seorang saudara yang menakuti-nakuti kami dengan biaya rumah sakit yang membengkak..


Lagi dan lagi penyesalan menghantui malam-malam saat tidurku. Sampai kapan kami harus dihantui penyesalan ini? Penyesalan mengalah dengan keadaan, tak berjuang mempertahankan papa..

Mungkin kalau papa berhasil melalui masa kritisnya kemarin, hari ini, saya masih bisa melihat beliau tersenyum bangga kepada Demi yang baru saja menang KEJURDA SENIOR pertamanya dan meninggal di atas kasur rumah karena usia, bukan kasur rumah sakit karena kanker dan gagal pernafasan..


...glo...


-picture from http://jardindhiver.tumblr.com/post/16903517696


Published with Blogger-droid v2.0.4

13 comments:

ammie said...

kak... rejeki, jodoh, kematian sudah ada yang mengatur ka,, secanggih apapun kehebatan manusia jika Tuhan telah berkehendak maka tak satupun bisa menghindari..:)

Enno said...

gak bisa begitu mikirnya glo... ammie bener....
seandainya kita mampu membiayai obat semanjur apapun, semahal apapun...kita tetep ga bisa menolak kehendak Allah.

jangan sampai kita terjebak bisikan setan yg bikin kita jadi gak beriman, glo.

trust me, I know what you feel. kita mengalami hal yg sama.
be strong, dear :)

Liyaa Mf said...

Hey, sad story! Is it true story? I'm sorry to hear that. Hey, nice to know you :)

Lita said...

Glo! Jangan terus2an bersedih, ya? Cheer up. You can do it. Masa udah kebelet kawin, masih cengeng. Somewhere, up there, ur dad smiling and burst in tears to see u, Demi, and sis, become great people. Selama masih ada matahari, dan hujan rintik2 di bumi, your dad will still see u as always. tersenyum dan menangis haru, melihat anak2nya bisa hidup baik tanpanya. U'll be proud of that someday, okay?

Buat Demi: Selamat ya, Sayang... Semoga terus bisa mempertahankan prestasi dan ningkatin prestasi.

namarappuccino said...

:)
Pasti papa juga tidak apa kok. Dia tahu seberapa sayangnya kamu.

Yang penting sekarang, Glo dan keluarga berbahagia. Bukankah itu yang sebenarnya diinginkan papa? Kalian berbahagia?

Wujudkan. SHINE ON SHINE ON. :)

Gloria Putri said...

@all : thank you for the spirit... aq g ngerti kenpa dlm sebulan ini sering bgt papa hadir di mimpiku...herannya..mama malah blm pernh mimpiin papa sejk papa ga ada :(
@liya : yes..it's a real story

Annisa Solikha said...

mungkin papa kakak pngen diikhlasin kepergiannya oleh kakak dan keluarga yg lain. Semoga papa kakak tenang di alam sana.

Gloria Putri said...

Amin....tengkyu Annisa :)

vkusral said...

Manusia pada akhirnya tidak pernah dan tidak akan pernah berdaya bila menghadapi ketentuan-Nya yang Mahakuasa.

Kita hanya menjalani kehendak-Nya.

Tetap semangat! d^_^b Sebab kita pun akan meninggalkan mereka yang kita cintai.

Ellious Grinsant said...

My Glo baby bala-bala, jangan sedih mulu ya...
kita yakin pasti papa sudah happy di surga sana, jadi jangan terus menerus bersedih, karena sebenarnya kita cuma terpisah ruang dan waktu saja. suatu saat kita akan kembali bertemu.

kriww said...

Glo, I was speechless... ga bisa bilang apa2... sabar ya :) be strong :)

Gloria Putri said...

@vkusral : iya......trims ya

@eel baby bala bala : hohoho...okay bossss....

@kriww : tengkyu ya :)

-------------- said...

insya Allah si, giveaway nya baju design aku sendiri mbak. tapi belum tau kapan bisa aku fix in. hehe
semoga blog ku membantu <3
ok mbak, nanti aku cek yaa :3
thank uda follow aku mbaak

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...