March 13, 2012

Don't Let Them be a Dependent Child, a Guide for Parent


(Merangsang Anak Untuk Berbicara)

: "Miss, anak saya tuh sudah mau dua tahun tapi koq bicara saja belum ya? kenapa ya miss?

...

Bukan hanya satu, tapi ada banyak ibu yang bemasalah dengan anak yang belum bicara padahal sudah berusia hampir dua atau bahkan sudah dua tahun.

Saya belum berkeluarga, punya anak apalagi, tapi kali ini saya mau berbagi pengetahuan untuk ibu-ibu muda yang mungkin saja membaca tulisan saya ini. Ini berdasarkan pengalaman saya selama beberapa bulan menjadi guru di kelas Toddler 1, yang muridnya rata-rata berusia 1 sampai 2 tahun. Beberapa murid saya mengalami kesulitan bicara, meski dari segi perkembangan kemampuan motorik dan fisik mereka bertumbuh dengan sangat baik. Setelah mengamati dan mengobrol dengan ibu dari anak-anak yang memiliki kesulitan berbicara, ternyata ada satu kesamaan dari pola asuh orangtua anak tersebut. Orangtua selalu berusaha menjadi orangtua yang "pengertian". Sesungguhnya, menjadi orangtua yang pengertian memang baik, tapi terkadang perhatian yang berlebih membuat anak menjadi tergantung, sehingga lama-lama menjadi malas. Lalu apa hubungannya dengan kesulitan bicara dan berekspresi? Beberapa orangtua selalu memberi perhatian lebih dengan menuruti apapun kemauan anaknya, tanpa meminta anak untuk berkata-kata dahulu seperti "minta tolong", contoh, si Ani menangis menjerit-jerit yang artinya dia lapar, tanpa babibu, ibunya yang tahu betul arti tangisan Ani langsung membawakan makanan kesukaannya. Secara tidak langsung, ini akan menanamkan pola dalam pikiran anak "ooo, berarti kalau aku menangis menjerit-jerit, ibuku akan datang membawakan makanan kesukaanku", sehingga hal itu (menangis menjerit-jerit) akan terjadi berulang-ulang.

Lalu bagaimana jika anak sudah terlanjur selalu dituruti setiap kali menangis?

Bisa melalui hal kecil seperti meminta anak terlebih dahulu menyampaikan apa yang dia inginkan, ajari pula cara meminta yang baik dan benar, seperti misalnya jika ia menjerit karena ingin mengambil mainan yang tidak dapat ia jangkau, lalu menarik tangan anda untuk mengambil mainan teersebut, pastikan anda memintanya untuk berkata, "ma/pa, tolong ambilkan mainan itu". Secara tidak langsung, hal ini juga akan merangsang anak untuk mau berbicara.

Semoga guide sederhana ini dapat berguna,

Selamat mencoba

_glo_

For the picture, the link is too long for me to write, so that just check it on my account http://weheartit.com/gloriaputri to know the sources. Thank you :)

Published with Blogger-droid v2.0.4

8 comments:

Ra-kun lari-laRIAN said...

merangsang anak untuk bicara itu kayaknya tricky deh. tapi gak tau juga sih. saya jarang berhubungan sama anak-anak. anak-anak itu, agak menakutkan buat saya :D

Ra-kun lari-laRIAN said...

yey! pertamaxxx :D
hahahaha :D

-------------- said...

jie2 aku kalau ngajarin anaknya ngmg bnyak bget cranya
kalau menurutku bukan cuma

-------------- said...

yah, kmenku kok kptg T-----T

Enno said...

setuju glo...
aku punya pengalaman yg sama soalnya..

bukan! bukan pengalaman pny anak!

:))

Yanti Rostarina said...

sharing yang sangat bagus! :)

http://afternoon-talk.blogspot.com/2012/03/i-miss-you.html

Gloria Putri said...

@rakun : knp mnakutkanz?
@--------- : kepotong ya? komen lg aja :)
@mba enno : yuppp..bener bgt mbaaaa
@ynti : semoga berguna tipsnya

obat herbal kanker hati said...

kata wayang si cepot,,,
ngebahas blotooth,kn keluaran terbarukatanya padahal udh sangat lama,contonya seperti anak bisa bicara melalui apa???
tapi bener juga ya kata si cepot wayang,,,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...