August 05, 2013

When I Miss You

“papaaaaa @Widihadi Teguh, katanya di Jakarta mau ada konser METALICA…………..yukkk kita nonton…………itu lak papa ngefans banget toooooo……………….. –feeling sad” 


Sore itu sepulang dari tugas di Radio, papa menunjukkan dua buah kertas di tangannya. “Apa tuh pa?” Tanya saya antusias menyambar dua lembar kertas di tangannya disertai dengan seruan girang setelahnya, “wuaahhhhh,,….ini tiket konser METALICA di Jepang, ada dua, yuk kita berangkat berdua pa.”
Hari berikutnya saya sudah berada di pesawat menuju Jepang, tersenyum senang karena beberapa jam lai akan melihat METALICA live di Jepang. Papa tak berhenti memperhatikan senyum saya.
Sesampainya di Nippon Budokan (itu nama salah satu tempat di Jepang yang biasa digunakan untuk konser band band), saya dan papa langsung menukarkan tiket yang kami pegang ke mba mba di gate. Kami mendapatkan satu buah gelang bertuliskan “METALICA” dan lampion yang nantinya dapat kami bawa masuk ke dalam untuk memeriahkan konser.
Sesaat, kami harus berdesak-desakan di depan gate, menunggu hingga gate di buka. Satu, dua, tiga jam, saya melihat papa masih bersabar didesak desak orang banyak yang juga ingin menonton METALICA.
Akhirnya gate di buka pukul lima sore waktu setempat, saya reflex “yukk pa, kita cari tempat paling depan,” sambil berusaha meraih tangan papa. Tapi saat saya mendapati tangannya, bukan papa lagi yang berdiri di sana, tapi si ranger merah dengan nyengir lebarnya, “loh papa mana? Koq kamu ada di sini? Aku kan kesini sama papa ga sama kamu!” Dia menjawab dengan santai “lah dari tadi aku udah di sini sayang.. ga ada papa, cuma kita berdua dan orang orang yang mau nonton juga”

Saya terbangun dari tidur saya pagi ini sembari mengingat ingat mimpi saya. Baru beberapa hari yang lalu saya kangen luar biasa kepada papa saat saya dengar Metalica akan konser di Jakarta. Papa fans beratnya, di rumah, kaset metalica, led zeppelin, beatles masih lengkap dengan kondisi baik, saya yang merawatnya. Bagi papa, kaset-kaset itu adalah “bayi-bayi” nya saat anak anaknya menginjak dewasa, teman papa ketika anak perempuannya mengenal kencan, sahabat papa ketika harus melek mengerjakan proyek sebuah radio demi memberi makan anak dan istrinya.
Saya kangen papa, sangat kangen tidak hanya sekedar kangen. Dua tahun tanpanya rasanya …… akhhhh saya tak sanggup melanjutkan, karena sekarang saya ternyata sudah mulai menangis. Mama yang tadi pagi saya ceritakan mimpi saya hanya tersenyum berkata “mungkin papa ingin mengantar kamu sampai di pelaminan”

picture from here


“The only one I need now is you.
Your presence will change everything.
I do miss you, daddy in Heaven.”


Your little girl,
Image and video hosting by TinyPic

9 comments:

Adittya Regas said...

endingnya bikin netes kak...
sabar ya kak, papa pasti kangen kakak juga pakai banget :')

aseh prakoso said...

kalo kangen sama papa jangan lupa didoain juga kak papanya :)

nopinop said...

:')

Selfish Jean said...

Glooo, sabar ya. Banyak2 doa :)

Rian Ra-kun said...

Jangan lupa doakan :)

Mohon maaf lahir bathin :)
Selamat lebaran bagi yang merayakan, selamat liburan bagi yang tidak :D

Lita said...

Mbak cuma mau bilang, kapan pun, di situasi apa pun, papa Glo akan selalu mengiringi Glo. Kamu anak yang baik--lebih dari yang semua orang tua harapkan. karena itu, gak akan putus kasih sayang dan restu papamu, sampai kapan pun; walau terpisah jauh, Dek.
Bersyukur selalu... dan nikmati hidup. Papa Glo, sudah jauh lebih tenang, dan pastinya akan selalu menenangkan hati Glo yang gundah.
Be happy, ya, Dek...

Annesya said...

mbak enno ngangenin ibunya. mbak glo ngangenin papapnya...
aku melukin kalian aja satu-satu :")

eh, maafkan kesalahanku yah, mumpung lebaran nih :3

iMa said...

Glo, jangan sedih-sedih terus. Kasihan papa di sana jadi ikut sedih. Kalo kangen papa doain, minta supaya bisa dipertemukan sama papa lewat mimpi buat ngobatin kangennya :)

1mmanuel'Z-Note5 said...

Papanya gaul yah? :P

Hehehe


Semangat!!!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...