April 14, 2018

Black or White (Singapore day 3)

Laundry is the only thing that should be separated by COLOR.
*NN* (ini quote tentang rasis yang paling pas dengan hidup emak emak kayak saya yang hampir tiap hari urusan sama cucian hahahahahha)

...
Jadi, hari ke tiga kami di Singapore, tempat yang kami kunjungi adalah tempat ibadat dan daerah dengan culture yang khas.
Pertama, kami ke St. Andrew's Cathedral. Ini satu gereja katolik yang besar di Singapore. Bangunannya megah, sepintas kalau lihat bagian luar dan dalam gereja ini, saya pribadi teringat Greja Blenduk di Semarang, ditambah, di Gereja ini juga ada orgel nya yang juga di miliki Gereja Blenduk Semarang. Keren aja pas sampai sana bisa waw wowww...gitu (hahahaha, ncen ndeso). Ada juga KAFE nya loooo ni gereja. KAFE ya sodara, bukan kantin kaya yang biasa saya lihat di Gereja di Semarang (makin mlongo saya) hahahaha.

salah satu sisi gereja
bagian dalam gereja

Tadinya setelah St. Andrew's, kami masih akan mengunjungi juga Budha Tooth Relic Temple and Museum dan Sri Mariamman Temple. Tapi berhubung waktu yang terasa cepat sekali jalannya, jadi kami skip dan langsung ke Chinatown (oiya, pada hari kedua kami juga ke Little India setelah Haji Lane).


ini foto hari kedua di Little India, maap kelewat ceritanya hehe
Di Chinatown saya ga banyak ambil foto, karena Keona rewel, ngantuk dan lapar. Serba salah, di kasih makan di lepeh lepeh karena pengen tidur, tp di tidurin ngga mau karena laper.......Yah, you can imagine lah rempongnya bawa toddler yang lagi masa mau disapih dan rewel begitu :D

candid by ms Eka :D
Biar begitu, tapi saya senang. Saya cinta Indonesia, sungguh, tapi Singapore yang juga masyarakatnya cenderung beragam, bikin saya angkat jempol. Mereka toleransinya luar biasa sama yang berbeda. Mau putih, item, mau India, mau Chinese, mau Malay, ya pokoknya perlakuannya sama, ga di beda bedain. Mau saya kulit putih juga masuk ke Chinese Resto di sana kalo saya salah antri juga bakal kena omel (hahahahha, sungguh, kalo kamu ke Singapore, jangan gampang baper ya, orangnya straight to the point semua, ga ada basa basi nya kaya orang Indonesia) hehehehe.

Abis dari Chinatown, kita ke Sentosa. Yang single ladies pada jalan motret sana sini, saya sama ms Lingga mah duduk syantik aja ngliatin bocah mainan air hahahahah...
ini sudah di Sentosa, sebelum mainan air

sepertinya ini Keona lagi jadi photobomb nya Kyralee hahahaha
ga afdol rasanya kalo sampe sentosa ga foto disini, hehehe
Terakhir, kita nonton pertunjukan WINGS OF TIME...... Jadi, kalo belum pernah nonton, itu pertunjukan air gitu, tapi ada ceritanya. BAGUSSSSSSS BANGETTTTTTTT, sayang Keona sempet nangis karena kaget sama soundnya...

sebelum pertunjukan dimulai
katanya, di Singapore kalo ga selfie sama kaca begini juga belom afdol :)) 
Sebelum kembali ke penginapan, kami foto foto di Orchard Road juga, karena itu malam terakhir kami disana (bring me back there, God).
Orchard Rd.
Done, itu hari ketiga kami di Singapore.
Next saya cerita hari teakhir yang penuh keterburu buruan dan ketawa. hehehehe..
Goodnight, people.
Image and video hosting by TinyPic

April 13, 2018

Keona, Pororo and Marina Bay (Singapore Day 2)


"It was one of those March days when the sun shines hot and the wind blows cold: when it is summer in the light, and winter in the shade...."
-Charles Dickens-
....

Kenapa judulnya day 2? koq ga dari day 1 Glo?

well, saya berangkat ke Singapore sih hari Minggu sore dari Semarang. Lalu landing di Singapore sudah malam ya waktu setempat menunjukkan pukul 8 malam waktu kami keluar dari bandara Changi yang ya ampun, saya langsung katrok karena emang baru pertama kali kesana  *mata berbinar* *foto sana sini*

Keluar dari bandara, kami naik bus bandara menuju stasiun MRT terdekat. Beli tiket untuk sekali jalan ke Orchard (well, kami stay di Jalan Jintan persis belakang Orchard Road). Sampai di Orchard sudah malam sekali, seingat saya sudah sekita pukul setengah sepuluh kita kami sampai di penginapan. Awalnya kami berencana mau ke Mustofa Center hari pertama itu, namun karena sudah malam, membawa 2 toddlers dan kelaparan, kami akhirnya memutuskan untuk mencari makan saja. Di daerah Orchard Road tempat makan di mall waktu itu sudah tutup semua, jadi kami decide untuk makan di KFC (hanya beli ayamnya saja karena nasinya habis, and fyi, KFC di Indonesia JAUHHHHHHH lebih enakkk and tasty daripada KFC sana) dan beli mineral water di Seven Eleven samping KFC persis (harga satu botol mineral water di sana bikin saya yang hari pertama dan kedua masih "convert" dollar ke rupiah gedek gedek kepala).

yah well, itu hari pertamanya hanya begitu saja koq. Jadi kita lanjut hari kedua ya....
Hari kedua, kami semua bangun siang sekali :D
Jam 9 waktu setempat, kami baru keluar dari penginapan untuk cari sarapan. Kami ke Lucky Plaza di Orchard Road untuk sarapan di food court nya. Karena saya bawa Keona yang saya ga yakin dia doyan semua makanan, jadi saya pesan menu yang sama setiap pagi di food court itu sampai hari terakhir kami di saya, yaitu Yong Tau Foo. Saya pesan kuah bening dengan isian ragam sosis karena saya tak mau ambil resiko Keona buang buang makanan (pasti saya nangis darah kalo dia buang buang makanan hahahaha). Saya harus adjust kebiasaan Keona yang suka lepeh lepeh makanan kalau kenyang dengan peraturan Singapore tentang membuang sampah sembarangan dan dendanya (I learned something hahahhaha, how to be a good "pemulung" munguti sampah kececer Keona demi ga kena denda hahahahaha).

Panjang banget ya ceritanya, oke singkat aja, intinya setelah makan kami langsung ke Haji Lane. Lorong ngehits di Singapore dengan mural mural nya yang instagramable *poto sana poto sini*

Haji Lane






Lalu setelah dari Haji Lane, kami ke Bugis Street untuk belanja oleh oleh,
ini pas nyebrang ke Bugis Street

ini si bos dan Kyralee :))
sampai juga akhirnya di Bugis

ini ms Eka (kiri) and ms Ajeng (kanan)

Setelah itu baru kami ke Marina Square, kami berpencar. Ms Eka dan Ms. Ajeng jalan jalan sendiri, mereka mencoba naik bus kota. sedang saya dan Ms. Lingga bersama 2 toddlers, kami ke Pororo Park buat nemenin Keona dan Kyralee mainan di sana (ibu-ibu laifff, jauh2 juga nyarinya playground).

with cc Kyralee

Baby Shark's Pool
Where's Pororo ma?

Hampir 3 jam di Pororo Park (untungnya ga susah ngajak keluar Keona dari sana), kami lanjut ke Marina Bay. Jalan jalan sepanjang Marina Bay, nunggu pertunjukkan air mancur, abis itu balik ke penginapan dengan kondisi hampir tepar.....

on our way to Marina Bay



Hanya ms Eka dan ms Ajeng yang masih sanggup setelah itu ke Mustofa untuk beli oleh oleh (saya mah cuma nitip aja, kaki uda ga sanggup, bawa bocah pula).

Ya segitu deh cerita day 2 nya :))

Ditunggu ya yang day 3 and 4 nya :) (sekalian tips post, kalo sempet hahahahah, *berusaha untuk disempetin)......

Goodnight,

Image and video hosting by TinyPic

March 17, 2018

The Promises

Keep every promise you make
and
Only make promises you can keep

….

Seperti janji saya sebelum – sebelum nya yang berakhir hanya pada janji saja untuk menulis lagi di halaman ini, kali ini saya berusaha tidak hanya berjanji saja, seperti resolusi yang saya sudah buat di awal tahun ini untuk tidak menunda apapun, termasuk keinginan untuk kembali lagi menulis.
Karena apa?
Karena saya cinta menulis
Alasan sederhana bagi saya untuk dapat terus hidup di halaman ini.

Keona @ Marina Bay

Well, by the way, minggu yang lalu, saya berkesempatan untuk menjelajahi Singapore setelah terpending dengan kehamilan dan fase repot punya bayi *ngekek* *karena aslinya ga repot repot amat sih*
Oke, back to topic… Jadi, tiga tahun yang lalu saya diminta untuk membuat paspor oleh si bos (yang saya sering bilang udah kayak cicik sendiri), katanya waktu itu, saya mau diajak lihat dunia (baru Singapore dink *ngempet ngekek*, AMIN kalo suatu saat diajak ke tempat lain lagi hehehhe).
Juli 2015, saya yang waktu itu libur kerja (libur kenaikan kelas), mulai sibuk ngurusin paspor bareng temen sekantor.
Agustus 2015, saya terlambat datang bulan dan pas ditanya  tentang kelanjutan trip kami ke Singapore waktu itu, dengan berat hati saya memutuskan untuk tidak ikut. Alasannya karena saya waktu itu sudah 2 tahun menikah dan sudah 2 kali keguguran, saya tak mau yang sekali ini gagal lagi.
Saya mengubur dalam dalam mimpi untuk bepergian jauh waktu itu. Pun ketika suami mengajak dalam trip kantornya ke Bali saat bulan Desember 2015 juga saya tolak.
Banyak yang waktu itu bilang “ngga sayang? Lha wong kan Cuma pergi pergi gitu aja ya gapapalah itu sambil hamil”. Tapi waktu itu keputusan saya sudah bulat “biarlah, kalau memang jadi perempuan harus terganjal masalah kodrat hamil, melahirkan dan menyusui, saya rela koq kalau sampai misalnya karier saya mandek”. Nyatanya Tuhan waktu itu menunjukkan bahwa keputusan yang saya buat tepat. Saya sakit, di vonis PRE EKLAMPSI sudah taraf HELPP SYNDROME. Coba kalau waktu itu saya nekat pergi, pasti mungkin sekarang tidak ada saya di sini atau bisa saja saya di sini tapi sedang meraung karena sedih belum juga punya anak L
Dua tahun berlalu sejak 2016 rekan saya pergi ke Singapore waktu itu, beberapa bulan yang lalu si bos lagi lagi menawarkan kesempatan yang sama. Nyaris saya tolak dengan alasan “saya tidak bisa ninggal Keona lama-lama dan jauh-jauh karena masih menyusui juga”, tapi beliau menawarkan sesuatu yang lain, “ya Keona ajak aja gapapa, nanti tinggal ganti transport or gampang lah tar itung itungan aja lagi”.
Tanpa ba bi bu saya langsung “iya” waktu beliau bilang begitu, mengurus paspor Keona saat libur semester bulan Desember kemarin anddddddd…….here we areeeee…… Kami berdua ke Singapore J
Katakanlah saya “ndeso”, wong nyatanya memang asal e wong ndeso oq. Tapi ini perdana pertama kalinya saya “keluar” dari wilayah Indonesia DAN MENGAJAK ANAK SAYA. Kenapa saya bangga? Well, ini sebuah pencapaian yang belum pernah dicapai papa mama saya dulu J Mereka memang ajak saya keliling Indonesia, tapi tidak keluar :D walau mereka bangga sekali menceritakan tentang Negara yang pernah mereka kunjungi saat masih muda dulu seperti Jepang (mama saya cerita “ke’ndeso’annya waktu itu melihat pembalut di Jepang sedang waktu itu di Indonesia masih hanya pakai pembalut kain), Singapore, dll. Mereka selalu bilang “suatu saat kamu harus bisa seperti papa mama bisa merasakan melihat “dunia” di luar Indonesia” and I DID IT….and it’s not just me but my daughter too J. To my dearest bos, if you read this, again I thank youuuuuuuuu so muchh for the chance….
Mungkin untuk next post saya akan post tentang cerita kami 4 hari dan 3 malam di Singapore minggu lalu (semoga bisa semendetail seperti ketika saya bercerita tentang trip saya ke Karimun Jawa 6 tahun yll).
Ditunggu ya post nya :*
Happy Weekend
Image and video hosting by TinyPic

PS : Ranger merah saya tidak ikut dalam trip ini, hehehehe, selain karena ini trip kantor saya, dia juga kebetulan pas baru masuk kerjaan baru jadi belum bisa cuti kalau semisal saya mau ajak dengan tambahan biaya sendiri. Berharap suatu saat bisa trip bertiga saja (AMIN). Bantu aminkan ya teman teman :* 

February 23, 2018

(you had me at) HELLO!!

pict. from here


And I’m wasting away, away from you
And I’m wasting away, away from you
-A Day to Remember’s You Had Me At Hello-

Terakhir saya berada di sini adalah 2 tahun lalu. Waktu itu saya takut mati karena sedang hamil trimester ketiga dengan vonis dokter PRE EKLAMPSI berat kategori HELPP SYNDROME.
A short flashback, Maret 2016 tepatnya tanggal 16, saya melahirkan bayi mungil saya yang saya beri nama Keona Mary Saraswati. Mungil? Ya, karena dia lahir hanya dengan berat 1,5 kg disaat kandungan saya masih berusia 35 minggu 5 hari. Dia terpaksa dilahirkan lebih awal setelah 5 hari saya di rawat di ruang HND (1 level dibawah ICU) dan disuntikkan pematang paru paru. Karena kalau tak begitu, kalau kami menunggu hingga 36 minggu, mungkin sekarang saya sudah tidak ada lagi di ruang ini. Ruang favorit saya saat masih lajang dulu, my GLORILICIOUS….

Ahhhhhh, saya kangen sekali, tapi dikejar dengan banyak target seperti menyusui, memasak, mengurus rumah tangga plus bekerja membuat saya HILANG dari sini hingga 2 tahun lamanya.
Sekarang saya masih sama sibuknya dengan saya yang dulu, tapi, ini jadi satu resolusi 2018 saya untuk datang kembali kemari dan menemani pembaca dengan celotehan saya. Celotehan menye menye, celotehan menggurui, celotehan curhat, hmmmmmmm…. Di kepala saya sudah banyak sekali hal untuk diceritakan, termasuk satu diantaranya adalah pengalaman saya sebagai ibu dari bayi premature, bagaimana saya survive dari baby blues dan hal hal buruk yang menghantui saya selama perjalanan saya menjadi ibu.
Kalau ada teman teman di sini yang kebetulan juga seorang ibu, I’ll be glad to share my story with you J drop your blog address and I’ll be there!!
Well, let’s start this all over again
You had me at hello!!

Image and video hosting by TinyPic

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...