Showing posts with label memories. Show all posts
Showing posts with label memories. Show all posts

October 07, 2021

Banteogapepra - KAMISAN, 7 Oktober 2021

"Soal pendidikan, kondisi kita memprihatinkan. Beberapa waktu lalu di Across the Bridges, kita membaca tentang seorang siswa cerdas dan bersemangat yang telah lulus sekolah dengan predikat memuaskan tapi setelahnya mengalami penurunan kondisi yang drastis." ~ Charlotte Mason, vol.6, hlm. 300

 Membaca bagian ini mengingatkan saya masa ketika saya menjadi guru. Waktu itu, saya menjadi wali kelas anak dari pemilik yayasan sekolah. Mendengar dari guru sebelumya bahwa anak ini memiliki "bakat" untuk membully temannya bahkan berani mengancam guru "I'll tell my mom so she will deduct your sallary." saya waktu itu bersemangat sekali untuk "mendidik" anak ini supaya tidak hanya tumbuh jadi anak yang cerdas tapi juga punya hati - bajik dan bijak kalau meminjam istilah yang sering Bu Ellen katakan. Entah karena beruntung atau apes, kecelakaan dan "cacat" pada kaki saya di tengah tahun ajaran mengajar anak tersebut seperti menumbuhkan empatinya. Saya tidak mendapati anak itu mengancam saya selama setahun saya menjadi wali kelasnya, ibunya yang ketua yayasan pun sering memanggil saya bukan untuk dihukum tapi bertanya seperti "Ms. Glo, yang kemarin Ms Glo cerita soal wisata ke anak-anak itu dimana?" juga hal seperti "Batik yang Ms.Glo ceritakan tu Batik yang dari mana?". Saya bersyukur waktu itu tidak hanya berhasil menerapkan "smart is nothing when you dont have attitude." tapi juga dapat membuat anak itu "melokal" dengan membicarakan wisata lokal, produk lokal, saat sebelumnya topik obrolan anak-anak hanya seputar piknik ke Disneyland dan destinasi lainnya di luar negri. 

"Kharisma wajah adalah manifestasi dari pemikiran, perasaan, inteligensi; tapi ketiganya sudah tak kita lihat lagi terpancar dari wajah-wajah yang hidup di hari ini, yang ada hanyalah orang-orang yang secara fisik sehat tapi dingin, acuh tak acuh." ~ Charlotte Mason, vol.6, hlm. 301

Kalau ditanya bagaimana anak itu setelah bertahun-tahun saya resign dari sekolah, kabar yang saya dengar adalah ia "berhasil" membuat seorang temannya keluar dari  sekolah karena tidak tahan menjadi sasaran bullying terus. Waktu mendengar berita itu, saya kaget, bagaimana bisa seorang anak kelas satu SD (atau 2 kurang ingat pastinya), terpikir untuk mengambil tempat pensil temannya, membawanya lari sambil dikejar temannya yang memiliki tempat pensil itu lalu begitu sampai di lantai teratas, ia menjatuhkannya dan berkata "tuh ambil". Padahal saya ingat betul bagaimana manisnya anak itu saat masih TK. 

Tapi lalu bagian bacaan hari ini juga mengingatkan saya tentang bagaimana orangtua juga berperan penting pada pertumbuhan anak. Guru yang hanya bertemu 3-5 jam sehari di sekolah tidak akan banyak pengaruhnya dibanding orangtua yang memiliki lebih banyak waktu dengan anak di rumah. Pemikiran ini juga yang akhirnya membawa saya untuk sepenuhnya mengambil peran dalam pengasuhan Keona. Saya tidak bisa pasrah hanya pada sekolah saja karena ada banyak hal yang semestinya menjadi porsi orangtua. Jika banyak orangtua beranggapan bahwa belajar adalah "mengerjakan lembar kerja", sejak mengenal banyak metode pendidikan (Charlotte Mason salah satunya), ternyata belajar itu adalah semua hal yang dilakukan anak. Anak dapat belajar kapan saja dan dimana saja termasuk hal kecil seperti mencuci piring misalnya.

Maka ketika ada banyak orangtua mengeluhkan tentang anaknya "yang tidak peka", pertanyaan berikutnya adalah "apakah pernah orangtuanya memadamkan kemauannya belajar lewat rasa ingin tahunya?" seperti misalnya "ga usah nyuci piring, nanti mama harus nyuci 2 kali malah repot" - tanpa sadar, kalimat itu akan "memadamkan" tidak hanya rasa ingin tahu dan kemauannya belajar tapi juga "kepekaan" dan "empati" anak.

pict from here

banteogapepra [ban-teo-ga-pe-pra]

noun.  orang dengan banyak teori namun tidak pernah mempraktekannya ~ Stephen 

Mendengar sebuah kata tadi di dalam diskusi, banteogapepra, kata itu seakan menampar saya, mengingatkan betapa saya hafal dan tahu banyak teori pengasuhan anak, tapi NOL BESAR dalam hal PRAKTEK ke anak sendiri - masih tertatih untuk bajik dan bijak berjalan beriringan terutama dalam pengasuhan anak. Maka, lagi-lagi kajian Kamisan mengingatkan saya akan tujuan saya memilih "sepenuhnya" mengasuh Keona. 

Terima kasih teman-teman untuk diskusinya,



January 14, 2021

Tidak Merendahkan Anak - KAMISAN pertama 2021

Dalam pengajaran sains juga kita perlu menyadari bahwa jalan menuju rahasia-rahasia alam bukanlah melalui kawat berduri teori-teori yang bergulung-gulung rumit sebagaimana biasanya diajarkan, melainkan lewat terjun ke lapangan (field work) atau cara-cara pengamatan langsung lainnya, disertai ilustrasi dan pencerahan dari buku-buku sastrawi. ~ Charlotte Mason - vol 6, hlm. 256

Keracunan sekolah yang sempat dibahas dalam diskusi hari ini, saya definisikan dengan terbiasa membaca buku pelajaran sekolah dan terbatas paham teori saja. Jika mundur kembali ke masa persekolahan dulu, saya tertawa saat mengingat diri saya sendiri membaca buku paket olahraga, menghafal berapa panjang dan lebar lapangan badminton serta teori lainnya yang porsinya jauh lebih banyak daripada prakteknya. Buku yang dibacapun hanya sekedar membeberkan fakta tanpa disertai penulisan sastrawi. Lalu, saya juga jadi teringat beberapa waktu lalu juga sempat berbincang tentang Sejarah Joseon Raja CheolJong dengan teman masa sekolah dulu. Betapa lucunya saat mengingat buku catatan sejarah saya dibuang oleh Guru Sejarah karena ketauan dipakai mencontek :)) ya, akibat terbiasa membaca fakta pendek dan sekedar menghafal lalu lupa, membuat saya sampai hari ini masih berjuang untuk dapat comprehend terutama saat sesi membaca bersama Keona :D saya berjuang.

Bersyukurnya, buku-buku yang disebut living book itu memiliki kata-kata yang tidak disederhanakan agar dapat ditelan oleh anak. Dengan begitu, sayapun belajar, karena banyak kata-kata yang lalu kemudian menjadi pertanyaan bagii Keona "ini artinya apa ma?" atau "itu apa ma maksudnya?". Saya bersyukur karena meski tertatih berlatih kemampuan comprehend tadi, setidaknya melalui diskusi diskusi kami, selain bonding, kami juga belajar banyak hal.

Kita pikir kita akan lebih didengar kalau kita mengulang-ulang dan menekan-nekankan, menjelas-jelaskan dan bercerita panjang lebar. Semua itu kita lakukan bukannya karena kita suka mendengar suara kita sendiri, tapi kita merendahkan pengetahuan, kita merendahkan anak-anak, dankita tidak paham bahwa akal budi dan pengetahuan adalah dua tapi satu yang terikat bagaikan bola mata dan rongganya, tidak bermakna jika berdiri sendiri-sendiri. ~ Charlotte Mason - vol 6, hlm. 258

Lalu, jika kitapun sudah memilih untuk belajar dan melalui proses belajar mengajar menggunakan buku-buku yang hidup yang disertai bahasa sastrawi tadi dengan alasan buku tersebut tidak merendahkan anak, maka kali ini pertanyaannya kembali ke diri sendiri sebagai teman anak belajar. 

"Jika buku ini tidak merendahkan anak dengan menggunakan kata dan kalimat yang seperti bubur sudah dikunyahkan dulu, apakah lantas kita juga sudah tidak merendahkan anak? Mengunyahkan buku yang ia baca agar mudah ia telan?"

 Sepanjang diskusi, saya memikirkan pertanyaan ini (beruntung hari ini peserta diskusi banyak ya, jadi perenungan saya bisa dalam sambil tetap mendengarkan narasi teman-teman, hehehe). Seringkali tanpa saya sadari, sayapun "mengulang ulang" sebuah penjelasan karena merasa Keona belum paham. Wah... rasanya dengan begini, saya tertegur secara tidak langsung untuk tidak mengulanginya.

pict from here

Seberapa kaya diet bagi akalbudi ini telah aku sampaikan dan kita ingat betapa Dr. Arnold mendesak disediakannya “bacaan yang sangat bervariasi” di ketiga bidang pengetahuan: pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang manusia, dan pengetahuan tentang alam semesta. Charlotte Mason - vol 6, hlm. 257

Pada akhirnya (sebenarnya itu bagian tengah bacaan ding, cuma sengaja saya letakkan di akhir supaya jadi kesimpulan akhir), Charlotte Mason menegaskan sekali lagi  bahwa bacaan yang diberikan ke anak harus bervariasi di seputar pengetahuan tentang Tuhan, manusia, dan alam semesta. 


Selamat menjalani tahun 2021 dengan membaca dan mendampingi anak ya (ngomong ke diri sendiri - dan ke yang baca juga boleh, hehehe),



July 31, 2020

Aku Mengingat Tanggal Bukan Karena Sakit Hati

"Dia kan keluar karena sakit hati tuh"  
"Kamu jangan kumpul sama dia, nanti ketularan pahit" 
...

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
15 Maret 2019, 26 Mei 2019, 29 Juni 2019, 29-30 Agustus 2019, 2 Oktober 2019, 20 Desember 2019, 27 Maret 2020, atau 
tanggal-tanggal lain menyakitkan sebelum itu yang tak mungkin kusebutkan satu persatu.

Kalau kumau, aku juga bisa menyebutkan tanggal dengan kenangan baik akanmu....
Cuma rasanya koq tak ingin ya.

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
Dulu, kukira mengampuni itu sama dengan melupakan
Sehingga aku menghabiskan waktuku sia-sia untuk berusaha melupakan

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
Menghabiskan waktu untuk melupakan justru membuat luka yang kau buat semakin lebar.
Aku tak mau begitu, jadi kubiarkan saja

Aku mengingat tanggal bukan karena aku dendam.
Kalau kamu sudah bilang begitu ke setiap orang, aku bisa apa
Yang kubisa adalah menjaga hatiku agar tidak terluka lagi, aku pergi

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam.
Tuhan tahu hatiku, aku bahkan belajar mengampuni sejak 20 Juni 2020, aku akan ingat itu.

Aku mengingat tanggal bukan karena aku dendam.
Bukankah kita belajar tentang sejarah penjajahan Belanda dan mengingatnya?
Tapi itu tidak berarti kita dendam pada Belanda kan?



...

"As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom, I knew if I didn't leave my bitterness and hatred behind, I'd still be in prison." ~ Nelson Mandela

seperti kata Nelson Mandela,
dunia terlalu indah jika hanya dilihat dari
sudut pandang napi di dalam penjara,
maka, keluarlah.
picture from here


Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
Aku justru mengingatnya karena aku tahu 
sekarang saat mengingatnya aku sudah tidak apa-apa

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
terima kasih sudah berpikir begitu, 
setidaknya bebanku lebih ringan 
karena masih ada yang berpikir begitu...

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
tapi karena aku bersyukur dapat melalui masa pahit nan kelam.


July 16, 2020

KAMISAN - Sains part II (16.07.2020)

Menarasikan teks bacaan hari ini membuat saya teringat pada konsep 3 N milik Ki Hadjar Dewantara yaitu "niteni", "niruke", dan "nambahi". 


Niteni 

Pada tingkat II, anak diminta untuk mencermati perubahan alam serta mencatatnya pada Jurnal Alam dengan membuat gambar dan catatan. Sempat dibahas dalam diskusi bagaimana mengasyikannya mengamati perubahan alam serta musim, apalagi jika negara tersebut memiliki 4 musim. Tapi diskusi lagi-lagi mengingatkan bahwa di Indonesiapun kegiatan ini dapat menjadi menyenangkan walau hanya memiliki 2 musim. Teman-teman bercerita bagaimana anak-anak sudah dapat membedakan tanggal hanya dengan memperhatikan bentuk bulan saja yang lalu ditimpali oleh CMers lain yang mengatakan akan lebih mudah mengetahui tanggal dari jumlah saldo ATM. Hahahahahaha. Lalu, ada juga yang bercerita bagaimana rob juga dapat menjadi tanda kapan harus bepergian.

picture from here


Niruke

Pada tingkat III, anak-anak dimampukan untuk meniru bentuk membuat sketsa sambil diberi pertanyaan - pertanyaan untuk mencankup materi pengamatan yang sudah dilakukan. Kata kuncinya, anak tetap harus didampingi "...tetapi jangan biarkan pengamatan mereka asal-asalan karena tidak dipandu." ~ Charlotte Mason, vol 6, halaman 220. Dalam diskusi, teman-teman CMers sempat membahas mengenai makna "Gothic" pada bagian ini. Saya pun termanggu-manggu mendengarkan penjelasan makna kata Gothic yang ternyata adalah jenis gaya arsitektur yang saya baru tahu. Saat mencari definisi seperti apa bentuk bangunan dengan style gothic tersebut, saya langsung terbayang gedung Hogwarts dalam kisah Harry Potter. 


Nambahi

Awalnya, bagian tingkat IV ini hanya dibaca satu paragraf saja di awal, sehingga saat narasi lisan, saya sempat kebingungan. Setelah membaca lanjutannya dibawah, ternyata yang dimaksud "...pelajaran mereka begitu kaya sehingga sulit rasanya mengkotak-kotakkan bahasannya ke dalam judul program yang terpisah." ~ Charlotte Mason, vol.6, halaman 220, yaitu pelajaran disajikan saling berkaitan satu sama lainnya. Dalam diskusi, sempat dibahas bagaimana bisa Geografi menjadi salah satu bagian dari ilmu alam. Saat membahas hal tersebut, ingatan saya kembali pada saat saya sekolah dulu ~ bagaimana saya mati-matian menghafalkan batas sebuah negara, di lain kesempatan, saya dapat dengan mudah mengidentifikasi batas kota dan provinsi hanya karena orangtua selalu memaknai perjalanan kami keluar kota (papa selalu berhenti pada setiap gerbang provinsi untuk berfoto dan mendiskusikan beberapa tugu atau menara pembatas yang terkadang memiliki arti - hal ini jauh lebih mudah dibanding menghafalkan buku pelajaran waktu itu).

...

Yah, lagi-lagi dalam diskusi ini saya bersyukur karena Keona nantinya tidak perlu pusing karena hafalan dan buku pelajaran yang hanya memberikan data. Walau rumit rasanya membayangkan mendampingi Keona belajar nantinya pada tahun-tahun mendatang, tapi saya percaya ga ada masalah yang tidak ada solusinya.


Semangat ya semuanya,

April 14, 2018

Black or White (Singapore day 3)

Laundry is the only thing that should be separated by COLOR.
*NN* (ini quote tentang rasis yang paling pas dengan hidup emak emak kayak saya yang hampir tiap hari urusan sama cucian hahahahahha)

...
Jadi, hari ke tiga kami di Singapore, tempat yang kami kunjungi adalah tempat ibadat dan daerah dengan culture yang khas.
Pertama, kami ke St. Andrew's Cathedral. Ini satu gereja katolik yang besar di Singapore. Bangunannya megah, sepintas kalau lihat bagian luar dan dalam gereja ini, saya pribadi teringat Greja Blenduk di Semarang, ditambah, di Gereja ini juga ada orgel nya yang juga di miliki Gereja Blenduk Semarang. Keren aja pas sampai sana bisa waw wowww...gitu (hahahaha, ncen ndeso). Ada juga KAFE nya loooo ni gereja. KAFE ya sodara, bukan kantin kaya yang biasa saya lihat di Gereja di Semarang (makin mlongo saya) hahahaha.

salah satu sisi gereja
bagian dalam gereja

Tadinya setelah St. Andrew's, kami masih akan mengunjungi juga Budha Tooth Relic Temple and Museum dan Sri Mariamman Temple. Tapi berhubung waktu yang terasa cepat sekali jalannya, jadi kami skip dan langsung ke Chinatown (oiya, pada hari kedua kami juga ke Little India setelah Haji Lane).


ini foto hari kedua di Little India, maap kelewat ceritanya hehe
Di Chinatown saya ga banyak ambil foto, karena Keona rewel, ngantuk dan lapar. Serba salah, di kasih makan di lepeh lepeh karena pengen tidur, tp di tidurin ngga mau karena laper.......Yah, you can imagine lah rempongnya bawa toddler yang lagi masa mau disapih dan rewel begitu :D

candid by ms Eka :D
Biar begitu, tapi saya senang. Saya cinta Indonesia, sungguh, tapi Singapore yang juga masyarakatnya cenderung beragam, bikin saya angkat jempol. Mereka toleransinya luar biasa sama yang berbeda. Mau putih, item, mau India, mau Chinese, mau Malay, ya pokoknya perlakuannya sama, ga di beda bedain. Mau saya kulit putih juga masuk ke Chinese Resto di sana kalo saya salah antri juga bakal kena omel (hahahahha, sungguh, kalo kamu ke Singapore, jangan gampang baper ya, orangnya straight to the point semua, ga ada basa basi nya kaya orang Indonesia) hehehehe.

Abis dari Chinatown, kita ke Sentosa. Yang single ladies pada jalan motret sana sini, saya sama ms Lingga mah duduk syantik aja ngliatin bocah mainan air hahahahah...
ini sudah di Sentosa, sebelum mainan air

sepertinya ini Keona lagi jadi photobomb nya Kyralee hahahaha
ga afdol rasanya kalo sampe sentosa ga foto disini, hehehe
Terakhir, kita nonton pertunjukan WINGS OF TIME...... Jadi, kalo belum pernah nonton, itu pertunjukan air gitu, tapi ada ceritanya. BAGUSSSSSSS BANGETTTTTTTT, sayang Keona sempet nangis karena kaget sama soundnya...

sebelum pertunjukan dimulai
katanya, di Singapore kalo ga selfie sama kaca begini juga belom afdol :)) 
Sebelum kembali ke penginapan, kami foto foto di Orchard Road juga, karena itu malam terakhir kami disana (bring me back there, God).
Orchard Rd.
Done, itu hari ketiga kami di Singapore.
Next saya cerita hari teakhir yang penuh keterburu buruan dan ketawa. hehehehe..
Goodnight, people.
Image and video hosting by TinyPic

March 17, 2018

The Promises

Keep every promise you make
and
Only make promises you can keep

….

Seperti janji saya sebelum – sebelum nya yang berakhir hanya pada janji saja untuk menulis lagi di halaman ini, kali ini saya berusaha tidak hanya berjanji saja, seperti resolusi yang saya sudah buat di awal tahun ini untuk tidak menunda apapun, termasuk keinginan untuk kembali lagi menulis.
Karena apa?
Karena saya cinta menulis
Alasan sederhana bagi saya untuk dapat terus hidup di halaman ini.

Keona @ Marina Bay

Well, by the way, minggu yang lalu, saya berkesempatan untuk menjelajahi Singapore setelah terpending dengan kehamilan dan fase repot punya bayi *ngekek* *karena aslinya ga repot repot amat sih*
Oke, back to topic… Jadi, tiga tahun yang lalu saya diminta untuk membuat paspor oleh si bos (yang saya sering bilang udah kayak cicik sendiri), katanya waktu itu, saya mau diajak lihat dunia (baru Singapore dink *ngempet ngekek*, AMIN kalo suatu saat diajak ke tempat lain lagi hehehhe).
Juli 2015, saya yang waktu itu libur kerja (libur kenaikan kelas), mulai sibuk ngurusin paspor bareng temen sekantor.
Agustus 2015, saya terlambat datang bulan dan pas ditanya  tentang kelanjutan trip kami ke Singapore waktu itu, dengan berat hati saya memutuskan untuk tidak ikut. Alasannya karena saya waktu itu sudah 2 tahun menikah dan sudah 2 kali keguguran, saya tak mau yang sekali ini gagal lagi.
Saya mengubur dalam dalam mimpi untuk bepergian jauh waktu itu. Pun ketika suami mengajak dalam trip kantornya ke Bali saat bulan Desember 2015 juga saya tolak.
Banyak yang waktu itu bilang “ngga sayang? Lha wong kan Cuma pergi pergi gitu aja ya gapapalah itu sambil hamil”. Tapi waktu itu keputusan saya sudah bulat “biarlah, kalau memang jadi perempuan harus terganjal masalah kodrat hamil, melahirkan dan menyusui, saya rela koq kalau sampai misalnya karier saya mandek”. Nyatanya Tuhan waktu itu menunjukkan bahwa keputusan yang saya buat tepat. Saya sakit, di vonis PRE EKLAMPSI sudah taraf HELPP SYNDROME. Coba kalau waktu itu saya nekat pergi, pasti mungkin sekarang tidak ada saya di sini atau bisa saja saya di sini tapi sedang meraung karena sedih belum juga punya anak L
Dua tahun berlalu sejak 2016 rekan saya pergi ke Singapore waktu itu, beberapa bulan yang lalu si bos lagi lagi menawarkan kesempatan yang sama. Nyaris saya tolak dengan alasan “saya tidak bisa ninggal Keona lama-lama dan jauh-jauh karena masih menyusui juga”, tapi beliau menawarkan sesuatu yang lain, “ya Keona ajak aja gapapa, nanti tinggal ganti transport or gampang lah tar itung itungan aja lagi”.
Tanpa ba bi bu saya langsung “iya” waktu beliau bilang begitu, mengurus paspor Keona saat libur semester bulan Desember kemarin anddddddd…….here we areeeee…… Kami berdua ke Singapore J
Katakanlah saya “ndeso”, wong nyatanya memang asal e wong ndeso oq. Tapi ini perdana pertama kalinya saya “keluar” dari wilayah Indonesia DAN MENGAJAK ANAK SAYA. Kenapa saya bangga? Well, ini sebuah pencapaian yang belum pernah dicapai papa mama saya dulu J Mereka memang ajak saya keliling Indonesia, tapi tidak keluar :D walau mereka bangga sekali menceritakan tentang Negara yang pernah mereka kunjungi saat masih muda dulu seperti Jepang (mama saya cerita “ke’ndeso’annya waktu itu melihat pembalut di Jepang sedang waktu itu di Indonesia masih hanya pakai pembalut kain), Singapore, dll. Mereka selalu bilang “suatu saat kamu harus bisa seperti papa mama bisa merasakan melihat “dunia” di luar Indonesia” and I DID IT….and it’s not just me but my daughter too J. To my dearest bos, if you read this, again I thank youuuuuuuuu so muchh for the chance….
Mungkin untuk next post saya akan post tentang cerita kami 4 hari dan 3 malam di Singapore minggu lalu (semoga bisa semendetail seperti ketika saya bercerita tentang trip saya ke Karimun Jawa 6 tahun yll).
Ditunggu ya post nya :*
Happy Weekend
Image and video hosting by TinyPic

PS : Ranger merah saya tidak ikut dalam trip ini, hehehehe, selain karena ini trip kantor saya, dia juga kebetulan pas baru masuk kerjaan baru jadi belum bisa cuti kalau semisal saya mau ajak dengan tambahan biaya sendiri. Berharap suatu saat bisa trip bertiga saja (AMIN). Bantu aminkan ya teman teman :* 

August 30, 2014

The Beginner

To start something new is easier than go back to the old habit you ever leave, like when you are on the top and suddenly the situation force you to go down, start from the beginning, the hardest point u ever felt.
Well, I used to do blogging regularly, tried to update it daily, but since I work in a school, I started to leave my hobby as I had so much fun with my cute students.
Then, I leave my job (yeah, this is the reason of my GALAU months lately)(and I will not tell you the reason now til I feel I am ready enough to share) and I try to (again) write and update my blog daily. Sometimes, somehow, I feel I lose my passion to write and I do not know what to write, freeze in front of my lappy for hours. I feel nothing, I feel useless…

We cannot predict what will happen in the future…that’s life.
Meanwhile, here are some photos when all the teachers in the school had photo shoots for the Yearbook last March.
Kinda late, but I think I need to post this as I start to miss my days there…(I mean) I miss my colleagues.

Enjoy,
photo by blaze studio

photo by blaze studio

I edited our pictures into one, gonna miss them..
By the way, I want to introduce my friend as your new bloggy pal..find her here.
Kindly, visit her, cuz she promised me she will update her blog, share her new life in German.
Have a nice weekend, buddies :)
Image and video hosting by TinyPic

May 20, 2014

Yang Dirindu


picture from here

Dalam gelapnya malam, dia masih berjuang untuk membuka mata, berharap seseorang  yang dia sudah tinggalkan lama tersedia lagi untuknya.  Dia galau, maunya menyapa tapi malu, diam, dia bohong. Bohong dengan hatinya, tentu saja.
Dia pernah berharap ada di sisinya meski angkuh mengalahkan segalanya. Dirinya terlalu sombong untuk mengakui, ya, aku cinta. Dirinya terlalu congkak untuk bilang, aku sayang kamu.
Dan kalau sekarang seseorang itu sudah pergi meninggalkannya. Yah belum tentu juga bisa dibilang meninggalkan sih, karena dia juga tak pernah tahu bagaimana perasaan seseorang itu, yang terpisah puluhan kilometer darinya, terpisah jam dan waktu yang berbeda.
Dan kalau sekarang dia terlambat untuk mengakui, saat seseorang itu sudah dengan yang lain, mau apa lagi dia? Merusak? Mengganggu?
Dia tak bisa apa apa walau mungkin saja seseorang di sana yang dia rindukan ternyata sedang merindukannya juga. Dia tak bisa apa apa saat setiap gambar yang terekam mengembalikan memori masa lalunya. Dan dia juga tak bisa apa apa saat yang dirindukannya ternyata tak merindunya, meski bisa saja ternyata mereka saling rindu.


Dunia berputar, waktu berganti, tapi cintanya tidak…
Image and video hosting by TinyPic

July 12, 2013

A Letter to You

picture from here


dear all K2 Students, 2012-2013

Sweetheart,
You came with your radiant smile
You came with your sincerity
you were my everything
Give me strength when I feel I want to give up
Give me love, when I think I am unlovable
We worked together hand in hand as partner.
You're all GREAT!!
Someday, I just want to see you are standing there,
To be a kind-hearted person,
To be a successful person

It was a wonderful year,
I'll keep it as a memory now
Thank you for being the nicest, the sweetest, EVER!
Wish you all the good things in your future…


Your teacher,

Ms. Gloria
Image and video hosting by TinyPic

March 26, 2013

Still Into You

: for you,

Laptop sudah hendak kumatikan saat kuterima pesan dari pacarku yang berkata hendak menjemputku. Ketika tiba tiba sesuatu mengingatkanku akan dirimu.
Mungkin kau sudah jenuh dengan tangisanku, aku tahu itu.
Dan helaan nafasku kali ini pun mengingatkanku bahwa sesungguhnya kau tak akan mau melihatku begini sedih.
Aku terhenyak ketika teringat bahwa sungguh masih banyak kata yang tak terungkap, masih banyak harapan yang tetap jadi harapan, pun saat ku membulatkan tekad memilih dia; ketika hatiku mantap berkata "memang dia".
Teringat ketika terakhir kau berkata bahwa kau mencintaiku, di sela helaan nafasmu yang sulit itu. Saat itu pun aku yakin "bukan sekarang" saat itu aku yakin kau akan tetap ada.
terkadang ketikaku merindumu, aku terpaksa harus mencari memori lama kita dalam lemari pakaianmu, di sana kau selipkan banyak foto foto kita.

kau, seseorang yang tak bisa kugambarkan dengan kata kata indahku, bahkan di saat bahagiaku semakin dekat.
kau, orang yang sesungguhnya paling kuingini berada di sini saat aku mulai ragu, benarkah pilihanku? saat aku butuh keyakinan bahwa kau mendukungku.

picture from here

Dear Daddy,
I may find a Prince someday,
but you will always be my King.
-anonim-



Papa, aku hanya ingin kau ada di pernikahanku kelak; hanya ingin kau datang mendukung setiap pilihan pilihan yang aku ambil; menenangkan ketika aku kalut.. aku takut...

Image and video hosting by TinyPic

February 14, 2013

The One and Only


Dear Diary,
Siang-siang tadi sebelum masuk kelas Pancasila, dia ngasih aq eskrim ini. Dia bilang, itu hasil lemburnya. What a sweet boyfriend ya ;)
glo, 10.10.2007
Es krim mungkin satu kejutan yang selalu aku ingat.
Mawar kuning hadiah ulang tahun termanis yang pernah aku dapat.
Jam tangan pemberian saat sedang butuh jadi kado termahal darimu.
Ternyata kau ini sering sekali memberi ya sayang?
Dan ternyata kau memanjaku seperti aku, aku yang memang senang dimanja olehmu.
Dan bahwa semuanya itu menjadi lebih manis, saat kau bilang kau tak romantis,
saat kau bilang kau tak bisa memberi surprise.
Dinginnya eskrim yang kau tempelkan di pipi sambil berkata “surprise, ini hasil lemburku”,
Kuning mawar favorit yang diberikan sambil berlutut,
dan jam tangan ‘kejutan’ saat aku merusakkan banyak sekali jam tangan..
semuanya manis,
semuanya romantis,
semuanyaaa….

“Ngga seberapa”, selalu itu yang kau bilang kalau aku protes “ini kan mahal”..
Termasuk saat kau rela menghabiskan sepersepuluh gajimu hanya untuk makan di warung mie yang mahal itu.

What a sweet boyfriend…
What a nice boyfriend…. and I can’t give you something “ngga seberapa”
I’ll just give my love every day; yesterday, tomorrow, the day after tomorrow, and forever…
To you…..
The One and Only…

picture from here

“hunny, aku pengen ngakak baca timelinemu..yang ngucapin kamu ulang tahun pada niat gak sih? Koq malah pada minta makan-makan aja tuh kayaknya?”
“hahaha…iya hunn, aku dapet terror, ada yang minta traktir bakmi jowo, nasi padang, macem-macemlah”
“hahahaha….aku sih ga minta yang aneh-aneh loh hunny”
“trus mintanya traktir apa dong hun kalo ga aneh-aneh?”
“dinner romantic di café yang bisa liat pemandangan Semarang itu aja hunn” *ngakak*
“hahahaha, ambil tali gih, aku mbo gantung aja mendingan”
*ngakak bareng bareng*
“ngga koq sayang…bercanda, ga minta apa-apa….. yang penting hunny tambah umur tambah sayang aku….enough”


Happy Birthday, Josafat Agung Nugroho
Happy Valentine’s Day

Image and video hosting by TinyPic

January 25, 2013

Unspoken Love; Tak Pernah Tahu


Dimana Put? Aku lagi di café, yang biasa. Bisa kesini? Kangen. Ajak pacarmu juga gak apa apa.

Lagu “California King Bed” milik Rihanna memenuhi kamar Puti malam minggu itu ketika tiba-tiba lampu telepon genggamnya berkedip, sebuah pesan singkat masuk. Kisah Tak Sempurna, nama kontak itu yang muncul, Radith.
“kenapa tiba-tiba dia sms?” Puti bertanya-tanya dalam hati, enggan membuka pesan singkat tersebut.
Dua jam berlalu, Puti hendak mematikan laptopnya bersiap untuk tidur, tidur awal lagi di malam minggu kesekian dia sendiri ketika tiba-tiba dia teringat belum membaca pesan singkat dari Radith. Membaca kemudian mendesah menyesal mengapa tak membacanya langsung ketika pesan itu masuk, Puti mengetik pesan balasan.
Sori Dith, baru baca, habis pacaran.. hehe.. udah pulang ya? Hmmmmm. Kapan-kapan aja deh ketemunya ya?
Pagi Dith, kamu sampai kapan di sini? Lagi pulkam nengokin keluarga ya? Nanti malam aku ada rencana mau ke café, ketemuan aja yuk… Sekalian kamu traktir aku, kan lima hari yang lalu kamu ulang tahun.. hehehe
Panik tak mendapat balasan keesokan paginya, Puti mengirimkan sebuah pesan singkat lagi. Berkali-kali lampu telepon genggamnya berkedip tanda pesan masuk, tapi bukan pesan dari Radith.
“Put, kamu nggak tahu ya kalau ayahnya Radith meninggal?”
“Hah??? Kapan? Aku ga tahu……”
“Wihhhh, pantes aja kamu ga kelihatan pas pemakamannya ayahnya Radith, Jumat yang lalu beliau dimakamkan. Aku ketemu Radith juga di pemakaman. Kasihan ya dia, kado ulang tahunnya ayahnya malah meninggal. Ehhhhhh….kamu kok malah bengong sih diceritain?”
Mima menggoyang goyangkan tangannya di hadapan Puti.
Maaf Dith, aku gak tahu kalo papamu meninggal. Turut Berduka ya, aku barusan aja tahunya.
“kasihan, ternyata kemarin mungkin dia minta ditemani setelah papanya tiada, dan aku yang dia minta datang, mengabaikannya”.
Tombol “send” ditekan, ketika tak lama kemudian telepon genggamnya berkedip.
Eh gapapa Put. Iya kemarin aku pulang kampung karena papa meninggal. Sekarang sih udah balik lagi ke Kalimantan. Maaf juga ya ga bisa ketemu deh. Hehe..
Seminggu sebelumnya
*1 unread notification
*today is Radith’s birthday
Puti hendak mengucapkan Selamat Ulang Tahun di situs jejaring sosial yang menghubungkannya dengan Radith saat dilihatnya foto Radith dengan seorang wanita yang Puti yakini sebagai pacar Radith. Membatalkan niatnya, Puti memilih pesan singkat melalui telepon genggamnya.
Happy Birthday Dith, wish you all the best.
Ucapan tersederhana yang Puti buat untuk Radith, sesederhana cintanya yang tak terkatakan sedari dulu.
Terimakasih Put.
picture from here
Menerima balasan singkat Radith membuat Puti berpikir memang tak adil rasanya ketika dirinya merasa Radith mengkhianatinya padahal, tahu tentang cinta tak terkatakan itu saja tidak, itu yang dia tahu, yang dia tak pernah tahu adalah bahwa di sana, di tempat yang jauh dengannya, Radith masih bisa lega Puti ingat ulang tahunnya walau hanya dengan ucapan sederhana.


Image and video hosting by TinyPic

October 07, 2012

Wish You

1 notification : Today is ********* birthday


...

: Kisah Tak Sempurna

Pasti ini hari hari terbahagiamu ya?
Menikmati tahunmu yang baru, dan kalau dulu sendiri sekarang tidak,
Kalau dulu sepi, ramai kini.
Selamat,
Tak hanya untuk angka barumu, tapi juga untuk teman barumu itu, yang bangga kau pajang di sana.
Setidaknya aku lega kamu tak lagi kesepian, hai tuan kesepian.
Tak lagi butuh telinga, apalagi teman pengantar tidur,
Teman...
Tidak, kamu bukan temanku, tak ada label pertemanan dihubungan kita,
Kamu saja yang selalu beranggapan demikian, aku tidak
Kamu selalu jadi Kisah Tak Sempurna ku, kisah yang tak pernah sampai karena memang begitu, kita.
Tapi kalian sepertinya berbeda,
Bukan seperti kita yang tak pernah sempurna,
Ada senyum sempurna yang kulihat dari wajah cantiknya.
Beruntung ya dia?

Untungnya sih, aku punya ranger merahku,
Hingga (semoga saja) tak akan ada langit runtuh bagiku saat tahu kau sudah tak sendiri lagi.
...

Selamat Ulang Tahun,
wyatb..

menyesal karena membuka akun facebookmu,
Glo

pict. From http://www.facebook.com/photo.php?fbid=477397972291465&set=a.247087488655849.65295.246659998698598&type=1&theater

Published with Blogger-droid v2.0.8

July 08, 2012

Trip to Karimun Jawa, 3rd day

Maafkan saya karena jarak yang terlalu lama dari postingan sebelumnya, tapi teman-teman masih mau lanjut cerita saya kan?
Okay, here we go...


Minggu, 1 Juli 2012


Pagi, sama seperti pagi sebelumnya, kami terangun pagi-pagi sekali, sudah tak sabar untuk melanjutkan petualangan kami. sehingga saat mas Indro (tour guide kami) datang rasanya seperti sudah mennti puluhan tahun.
Pagi itu kami memulai dari Pulau Menjangan Besar, pulau yang ada penangkaran ikan hiu. Jadi hiu-hiu di kembangbiakkan di sini. Kedengarannya menyeramkan, karena saat diberitahu kami akan ke penangkaran hiu, yang ada dalam bayangan saya adalah berenang menggunakan kerangkeng untuk alasan keselamatan. Tapi nyatanya tidak, hiu-hiu di sana justru pemalu. Mereka akan menghindari riak-riak air dan orang, jadi kami harus berdiri diam di satu sisi menunggu hiu-hiu datang. 


saya dan hiu di pojokan kolam
Kami hanya menggunakan pelampung, dan kacamata snorkeling, tanpa kerangkeng atau penjara besi. Antusias meski parno tiba-tiba saat si hiu melewati kaki-kaki saya.
penangkaran hiu
Belum lagi ikan kecil-kecil yang juga tiba-tiba menggigiti betis, berenang di kolam hiu benar-benar jadi sesi menjerit parno, hehehe.


Selanjutnya kami kembali ke Pulau Karimun Jawa, tapi bukan ke dermaga, melainkan ke sisi lain pulau yang terkenal dengan "pohon kelapa miring" nya.
dari pantai, kami hanya bisa melihat hutan, mungkin kalau dilihat dari atas, Pulau Karimun Jawa hanya sepersekian persennya saja yang sudah menjadi kota, karena sisanya masih hutan.
ini foto terbaik yang kami ambil di dekat pohon kelapa miring
Kami berfoto-foto lagi, sambil menunggu giliran bermain banana boat. Hanya saya dan ms. Tika yang bermain banana boat, karena ms. Ellent got 'her period' hehe.
sebelum bermain, foto-foto dulu
Biaya bermain banana boat adalah Rp. 300.000,- selama 15 menit, karena kami berlima, jadi masing-masing hanya membayar Rp. 60.000,-. Cukup murah saya rasa, dibanding banana boat di Bali. Tiga kali kami dijatuhkan, momen-momen itu sangat menyenangkan, meski hidung harus kemasukkan air laut sampai batuk-batuk. 

setelah dijatuhkan untuk ke tiga kalinya


Kami kembali ke rumah tempat menginap pukul 11 untuk mandi dan packing. Pukul 12.30, mas Indro sudah datang menjemput dan akan mengantar kami ke dermaga. Kami pulang menggunakan kapal cepat menuju Semarang.
sudah tiba di Semarang
Pukul 5 sore, kami sudah sampai di Semarang, dan saya bersyukur tidak muntah-muntah lagi, meski harus bersedih karena liburan kami di Karimun Jawa telah selesai.

Well, selesai deh cerita saya tentang Karimun Jawa, juga selipan-selipan tips selama disana. Mungkin saya akan menulis lagi secara terpisah tips tips traveling aman ke Karimun Jawa, so just be patient ya guys, karena besok saya sudah masuk kerja lagi, huhuhu.

good nite,
Image and video hosting by TinyPic

July 05, 2012

Trip to Karimun Jawa, 2nd day

Well guys, kemarin sudah bahas hari pertama trip saya ke Karimun Jawa. Malam ini, saya mau melanjutkan cerita tentang trip saya kemarin itu.

Sabtu, 30 Juni 2012

Pagi itu kami terbangun sekitar pukul 4 pagi, antusias memenuhi jiwa kami bertiga, saya ms. Ellent, dan ms. Tika. Mengingatkan ms. Ellent bahwa hari itu adalah hari petualangan kami, bukan hari GALAU akibat mantan pacar menikah dengan "selingkuhannya". Sepertinya sudah saya ceritakan ya kalau misi kami selain berlibur adalah melewatkan tanggal 30 dengan bersenang-senang di saat seseorang lain jauh di sana menikah, MANTAN PACAR ms. Ellent. Ah iya girls, penting loh menghabiskan waktu bersenang senang bersama teman ketimbang bersedih bergalau. Oke saya sudah mulai OOT, kembali ke topik semula, jadi pagi itu kami bertiga mendahului yang lainnya, sesama penghuni rumah untuk mandi. Maka ketika lampu mati saat pukul 6 pagi, kami sudah siap di teras depan menanti sun rise. Perlu diketahui bahwa sampai hari ini Karimun Jawa hanya mendapat jatah 12 jam sehari untuk sambungan listrik, sehingga setiap pagi pukul 6 sampai pukul 6 sore, tidak akan ada sambungan listrik. Jadi saran saya, kalau ke Karimun Jawa bawalah baterai cadangan untuk HP (khusus untuk HP boros baterei) juga jangan lupa menge'charge' baterei sebelum pukul 6 pagi.
Makan pagi baru tersedia sekitar pukul 7, jadi selama menunggu, inilah pemandangan kami di teras.
the most beautiful sun rise I ever see
Indah bukan? Ya, kami, saya, ms. Ellent, dan ms. Tika menikmati matahari pagi sebelum sarapan. Juga foto-foto tentu saja.

Setelah berfoto-foto, sarapan, tour guide kami, mas Indro datang menjemput. Kami berjalan kaki dari rumah ke dermaga, dan masing masing dari kami mengambil satu pelampung.
di dermaga sebelum naik kapal, dari kiri ke kanan, saya, ms. Tika, ms. Ellent.
di atas kapal menuju Pulau Menjangan Kecil
Tujuan pertama kami adalah Pulau Menjangan Kecil. Kami tidak main ke pantainya, tapi berhenti jauh dari pantai untuk snorkelingan. Paket wisata yang saya ikuti sudah termasuk peralatan snorkeling dan fin, tapi saran saya, lebih baik kalau teman-teman mau snorkelingan, bawalah sendiri peralatannya, karena fin yang tersedia ukurannya terkadang tidak pas dengan ukuran kaki kita, padahal karang-karangnya besar-besar dan bahaya sekali jika mengenai kaki karena selain untuk berenang, fin fungsinya juga melindungi kaki dari karang-karang.
bertemu dengan tour guide kami di bawah air, saya, ms.Ellent dan ms. Tika langusng pose.
satu, dua, tiga, cheese....
saya dan ikan-ikan di dekat Pulau Menjangan Kecil
Ikan-ikannya lucu-lucu dan berwarna warni, mereka akan datang mendekat jika kita membawa roti. Jadi teman-teman, bawalah pula roti saat menyelam ya.
Setelah Menjangan Kecil, kami ke Pulau Geleang. Jarak yang di tempuh dari Menjangan Kecil ke Geleang cukup jauh, saat itu mungkin saya juga sudah mulai ngedrop ditambah ombak yang lagi-lagi tak bersahabat, saya muntah-muntah, maaf ya ikan-ikan, saya mengotori laut kalian dengan muntahan saya :'(
Di Pulau GEleang, kami bermain di pantai. Pantai yang indah dengan pasir putihnya, tentu saja kami tak lupa berfoto-foto.
saking beningnya, pasir putihnya terlihat kan?
kalau ke pantai, jangan lupa foto-foto dengan pose ini ya... tulis nama dan cheese
ms. Ellent, ms. Tika, dan saya


saya, ms. Ellent, Laoshi Fika, Laoshi Rani, dan ms. Tika
Kami juga bertemu rekan sesama guru dalam liburan kali ini, LAoshi Fika dan Laoshi Rani. Dua-duanya juga sedang menghabiskan liburannya sebagai guru mandarin di salah satu sekolah di Jakarta. Lumayan, nambah teman sesama guru deh, hehehe.
Setelah dari Pulau Geleang, foto-foto dan makan siang, kami ke Pulau Cermara Kecil, sekali lagi snorkeling di sana. Terumbu karangnya lebih besar-besar dan indah, saya tak berhenti bersyukur untuk ciptaan Tuhan yang sungguh indah yang boleh saya saksikan saat itu. KEREN!
gambar diambil oleh teman baru kami, Laoshi Rani

Setelah dari Pulau Cemara Kecil, kami kembali ke Karimun Jawa. Karena saat snorkeling terakhir saya merasa ada yang tidak beres dengan diri saya (tiba-tiba pusing dan mual di dalam air), saya naik paling dahulu dibanding teman-teman lain, rebahan, gosokan minyak kayu putih dan memejamkan mata. Mungkin tekanan air yang tinggi juga kelelahan yang menjadi penyebabnya, entahlah, tapi yang pasti saat itu saya sudah puas snorkelingan melihat keindahan ciptaan Tuhan.
Sore, sampai di Pulau Karimun Jawa, listrik masih belum menyala, kami mandi bergiliran, dan berencana mau keluar lagi ke alun-alun untuk makan-makan mencoba masakan seafood ala Karimun Jawa. Kami tertarik untuk ke Amore, salah satu cafe terkenal di Karimun Jawa, yang juga rekomendasi beberapa penduduk sana karena punya view pantai yang menarik kalau malam, tapi kata hati kami melangkahkan kami untuk kembali lagi ke alun-alun karena penasaran dengan cumi bakar di sana.
Sesampainya di alun-alun, kami benar-benar tidak beruntung, cumi-cuminya sudah habis, yang tersisa hanya Ikan bakar dan pindang. Ya sudah, kami sudah terlalu jauh untuk kembali dan ke Amore Cafe jadi kami memesan ikan bakar. Ikannya ikan dorang, harganya tergantung ukuran besar kecilnya ikan tersebut. Karena kami makan beramai-ramai, jadi kami memilih ikan yang besar, harganya Rp. 50.000,- juga ikan pindang yang harganya Rp. 15.000,- per porsi. 
ikan dorang yang dibakar

ikan pindang

jus rumput laut, Rp. 5.000,-
Sebelum pulang kembali ke rumah tempat kami menginap, kami masih sempat menikmati pemandangan bulan di Karimun Jawa, juga mampir ke pusat oleh-oleh. Oleh-olehnya beragam, antara Rp. 5.000,- sampai Rp. 150.000,-.
bulan di Karimun Jawa
Oke pals, sekian dulu cerita tentang hari kedua di Karimun Jawa, besok saya lanjut lagi reviewnya juga tips-tipsnya.


have a nice sleep,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...