Showing posts with label outfit post. Show all posts
Showing posts with label outfit post. Show all posts

April 13, 2019

OBEY not OBEY

Prinsip otoritas dan ketaatan harus dibatasi oleh respek pada kepribadian anak. Otoritas bukanlah lisensi untuk menyakiti anak. Orangtua dilarang mempermainkan rasa cinta, rasa takut, sugesti, atau kharisma, atau hasrat – hasrat alamiah anak lainnya. ~ Butir keempat dari 20 butir filosofi pendidikan Charlotte Mason
…

Keona yang sedang memotret papa mamanya waktu liburan beberapa minggu yang lalu.


Dalam bukunya, bu Ellen menulis :
Charlotte mengkritik keras orangtua yang menyelewengkan otoritasnya. Otoritas, kata Charlotte, seharusnya diabdikan untuk memberi manfaat dan melayani kepada pihak yang berada di bawah otoritas itu. “Orangtua yang sewenang-wenang, yang rewel, yang menuntut sikap hormat dan ketaatan semata-mata karena dia adalah orangtua, demi kebanggaan dan kesombongannya sendiri, sama payahnya dengan orangtua yang (tidak bisa menjalankan otoritas sama sekali dan) menghamba kepada anak-anaknya” (Vol. 2, hlm. 13).
Batasan yang jelas terhadap otoritas orangtua adalah kedudukan anak sebagai pribadi yang unik, istimewa, dan berharga. Menaruh respek pada kepribadian anak berarti orangtua secara tulus memberi ruang kepada anak untuk menjadi dirinya sendiri, menghargai hak anak untuk memilih dan menjadi individu yang autentik. Orangtua melanggar batas – batas otoritasnya jika mulai memanipulasi rasa takut anak (“Kalau kamu ga nurut, mama ga sayang lagi sama kamu!”), rasa cinta atau kekaguman anak terhadapnya (“kalau kamu sayang mama, nurut dong!”), dst.
~ Cinta Yang Berpikir, halaman 24 dan 26
…

Jika membaca buku tulisan bu Ellen secara utuh, saya merefleksikannya dengan perilaku orangtua (mungkin saya pun masih sesekali begitu) yang “memanfaatkan” cinta anak untuk meMENANGkan kepatuhan mereka.
Belum sampai di situ karena yang menggangu pikiran saya adalah ketika saya merelasikan butir keempat tadi dengan relasi saya dengan orang dewasa (tidak hanya dengan anak-anak). Hal ini kemudian membawa saya pada ingatan menonton episode MasterChef (baca kisahnya di sini) beberapa minggu yang lalu ketika dua peserta harus keluar karena inti dari masakan mereka (daging ayam dan bebek) belum matang. Jika dirunut, kesemua butir filosofi ini sebenarnya membantu kita menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik, seperti misalnya habit of perfect execution yang saya bahas pada post sebelum ini.
Ada seorang peserta lain yang saya perhatikan, yaitu Rama. Saat juri sedang menilai hasil masakan dua peserta yang dagingnya belum matang tersebut, Rama berkata hal semacam “wah kalau dia lolos padahal dagingnya belum matang, besok lagi saya bakal masak enak tapi dagingnya ga perlu matang gapapa”. Statement tersebut sudah mengganggu saya untuk lebih dari seminggu saya pikirkan. Mari berefleksi, berapa dari kita yang masih suka “aku bakal begitu, kalau kamu begini”?

Butir keempat filosofi Charlotte Mason ini menjawab sudah kegundahan hati saya saat mendengar statement Rama tersebut. Ketaatan/ kepatuhan/ kebaikan/ habit tertentu TIDAK BOLEH TERPENGARUH pada perilaku orang lain, let me simplify, kalau mau baik ya baik aja ga usah nunggu orang lain baik dulu. Rama kalau mau baik, mau masak dengan sempurna, ya buat aja sempurna, ga perlu terpengaruh sama hasil orang lain yang mungkin ga sempurna tapi diterima. In addition, kita tidak boleh menjadikan “ketidaksempurnaan” orang lain untuk menjadi “excuse” kita agar bisa “ikutan” tidak sempurna juga. Contoh, di tempat kerja (yang lama), suami hanya berdua saja di kantor dengan partmernya karena itu adalah kantor cabang. Tidak ada bos, teman kantor yang satu-satunya sering telat, menggoda sekali untuk suami ikut-ikutan “ga patuh” dan ikut terlambat. Tapi waktu itu, suami memilih untuk tetap datang tepat waktu dengan alasan sederhana yang dia bilang “ya neg aku mau ontime ya ontime aja, ngopo ngenteni mas *** ontime sik” (translate : ya kalau saya mau datang tepat waktu ya tepat waktu aja, ga perlu menunggu si teman kantor untuk datang tepat waktu juga.).

Conclusion : kalau kita sudah punya metal “GA TERPENGARUH” dengan perilaku orang lain ini, mau habit dan kebiasaan baik apapun pasti tidak akan sulit dilakukan.
So, readers be good all the time to all people no matter what.



Xoxo, 



PS : kemarin saya dapat mention di akun Instagram saya dari seorang reader blog saya ini. Terima kasih buat semua yang sudah baca tulisan - tulisan saya ini, semoga tulisan saya bisa terus bermanfaat buat teman-teman ya :)

June 11, 2018

Dash Off (Singapore day 4)

Don’t dash off a six-thousand-word story before breakfast. Don’t write too much. Concentrate your sweat on one story, rather than dissipate it over a dozen. ~Jack London

....

Sudah lewat 3 bulan dari trip saya ke Singapura Maret yang lalu dan semoga saya masih bisa mengingat dengan detail bagaimana trip kami dihari terakhir ini.
Okay, saya akan awali dengan menyapa pembaca saya dulu "Halooooooooo", lama sekali rasanya tak menginjak halaman ini. Saya sibuk, benar benar sibuk. Rapot dan kenaikan kelas menjadi prioritas saya dua bulan terakhir. Jadi maaf ya :) Harapan saya setelah post tentang Singapura trip ini saya bisa mulai post hal hal yang berbau parenting *big grin*. Well, mari kita mulai ceritanya.
...

Pagi itu, Rabu tanggal 7 Maret 2018, kami semua bangun kesiangan sehingga baru pukul 9 kami keluar makan di Lucky Plaza di Orchard Road. Sarapan dengan menu yang sama selama tiga hari sama sekali ga buat bosan. Yang bikin jengkel adalah ketika harus terburu buru karena mengejar kereta ke bandara tapi Keona rewel ga mau makan (ampun DJ ini mah). Untung saya bawa tempat makan kosong, jadi bisa masukkan makanan kesitu nanti biar bisa dimakan lagi ketika Keona sudah mau makan. Oya, penting bagi teman - teman semua yang bepergian membawa anak untuk membawa tempat makan kosong dan peralatan makan kemana saja, ya salah satu manfaatnya adalah yang saya sebutkan tadi, jaga jagan anak belum mau makan saat kita berhenti makan.
Kemudian saat makan saya tiba tiba ingat sesuatu

(((SAYA BELUM BELI OLEH OLEH UNTUK SUAMI SAYA SENDIRI)))

oh Lord, cobaan apa ini :'D Saya ingat akan oleh oleh untuk teman kantor yang lain, keluarga, dan teman teman, tapi lupa sama suami sendiri. Ya sudah, saya waktu itu di Lucky Plaza cepat cepat makan lalu lari ke bagian jualan sepatu untuk beli 1 pasang sepatu buat suami saya. Tips membeli sepatu untuk orang lain di negara lain adalah pastikan kita tahu PANJANG INSOLE sepatu nya. Karena jika hanya mengandalkan ukuran sepatu, pasti kemarin saya akan nangis darah akibat ukuran sepatu tidak selalu sama. Mulus gitu aja? ah tidak..... Saya kena omel si bu bos karena masih sempet mikir beli oleh oleh padahal kami harus cepat cepat ke bandara kalau memang mau explore bandara sebelum terbang kembali ke Indonesia, plusssss, tas bawaan kami yang sudah diatur malamnya demi supaya bisa masuk bagasi dll jadi mau tidak mau kami obrak abrik lagi di tengah jalan.

Singkat cerita, setelah itu kami lanjut naik MRT ke arah bandara Changi ketika tiba tiba bu bos mendapat pesan konfirmasi mengenai penerbangan kami yang DELAYYYYYYY 3 jam. HOREEEEEEEEEEEEEEEEE
Di MRT kami tertawa lega karena kami masih punya banyak waktu untuk bisa eksplore Changi yang kata orang merupakan satu bandara terbaik.
Sesampainya kami di Changi, kami harus menukarkan dulu kartu MRT pass kami dengan 10 dollar Singapore. Awalnya saya sedih karena saya kira saya tidak akan punya kenang kenangan kalau kartu itu dikembalikan. Tapi ternyata, petugas hanya mengambil isi saldo kartu tersebut dan mengembalikannya kepada kami *YEAYYYY*.
Karena hujan deras waktu itu, kami memutuskan untuk berputar di wilayah Terminal 3 saja. Saya sempat menghabiskan dollar yang masih saya punya untuk membeli buku cerita untuk Keona dan jajanan khas Singapore untuk suami saya yang waktu itu pasti akan seaya temui kurang dari 5 jam (jadi saya pede bawa makanan itu).
Ms Eka dan Ms. Ajeng mencoba masakan India ketika di Terminal 3. Saya sebetulnya ingin sekali mencoba banyak makanan di sana. Tapi karena membawa Keona, saya jadi terbatas karena takut kalau pesan 2 porsi berbeda untuk saya dan Keona nantinya malah tidak akan habis.
Kemudian pukul 5 kurang kami mulai masuk pesawat.
Sedih, karena itu berarti liburan kami berakhir. Tapi saya percaya bahwa suatu hari saya pasti bisa ke sana lagi bersama suami juga :)

penampakan si kartu tap tap di MRT yang bikin saya punya 10 dollar tambahan sebelum pulang
terakhir turun lift dari dekat tempat kami menginap
stasiun terakhir sebelum bandara
kawai
guide tempat di bandara ini membantu saya menemukan beberapa tempat bagus :)
ini saya foto karena saya suka KUNINGGGGG

Nah, sudah deh ceritanya day 4.
Thank you ya sudah baca baca tulisan saya :)


Good nite,
Image and video hosting by TinyPic

April 14, 2018

Black or White (Singapore day 3)

Laundry is the only thing that should be separated by COLOR.
*NN* (ini quote tentang rasis yang paling pas dengan hidup emak emak kayak saya yang hampir tiap hari urusan sama cucian hahahahahha)

...
Jadi, hari ke tiga kami di Singapore, tempat yang kami kunjungi adalah tempat ibadat dan daerah dengan culture yang khas.
Pertama, kami ke St. Andrew's Cathedral. Ini satu gereja katolik yang besar di Singapore. Bangunannya megah, sepintas kalau lihat bagian luar dan dalam gereja ini, saya pribadi teringat Greja Blenduk di Semarang, ditambah, di Gereja ini juga ada orgel nya yang juga di miliki Gereja Blenduk Semarang. Keren aja pas sampai sana bisa waw wowww...gitu (hahahaha, ncen ndeso). Ada juga KAFE nya loooo ni gereja. KAFE ya sodara, bukan kantin kaya yang biasa saya lihat di Gereja di Semarang (makin mlongo saya) hahahaha.

salah satu sisi gereja
bagian dalam gereja

Tadinya setelah St. Andrew's, kami masih akan mengunjungi juga Budha Tooth Relic Temple and Museum dan Sri Mariamman Temple. Tapi berhubung waktu yang terasa cepat sekali jalannya, jadi kami skip dan langsung ke Chinatown (oiya, pada hari kedua kami juga ke Little India setelah Haji Lane).


ini foto hari kedua di Little India, maap kelewat ceritanya hehe
Di Chinatown saya ga banyak ambil foto, karena Keona rewel, ngantuk dan lapar. Serba salah, di kasih makan di lepeh lepeh karena pengen tidur, tp di tidurin ngga mau karena laper.......Yah, you can imagine lah rempongnya bawa toddler yang lagi masa mau disapih dan rewel begitu :D

candid by ms Eka :D
Biar begitu, tapi saya senang. Saya cinta Indonesia, sungguh, tapi Singapore yang juga masyarakatnya cenderung beragam, bikin saya angkat jempol. Mereka toleransinya luar biasa sama yang berbeda. Mau putih, item, mau India, mau Chinese, mau Malay, ya pokoknya perlakuannya sama, ga di beda bedain. Mau saya kulit putih juga masuk ke Chinese Resto di sana kalo saya salah antri juga bakal kena omel (hahahahha, sungguh, kalo kamu ke Singapore, jangan gampang baper ya, orangnya straight to the point semua, ga ada basa basi nya kaya orang Indonesia) hehehehe.

Abis dari Chinatown, kita ke Sentosa. Yang single ladies pada jalan motret sana sini, saya sama ms Lingga mah duduk syantik aja ngliatin bocah mainan air hahahahah...
ini sudah di Sentosa, sebelum mainan air

sepertinya ini Keona lagi jadi photobomb nya Kyralee hahahaha
ga afdol rasanya kalo sampe sentosa ga foto disini, hehehe
Terakhir, kita nonton pertunjukan WINGS OF TIME...... Jadi, kalo belum pernah nonton, itu pertunjukan air gitu, tapi ada ceritanya. BAGUSSSSSSS BANGETTTTTTTT, sayang Keona sempet nangis karena kaget sama soundnya...

sebelum pertunjukan dimulai
katanya, di Singapore kalo ga selfie sama kaca begini juga belom afdol :)) 
Sebelum kembali ke penginapan, kami foto foto di Orchard Road juga, karena itu malam terakhir kami disana (bring me back there, God).
Orchard Rd.
Done, itu hari ketiga kami di Singapore.
Next saya cerita hari teakhir yang penuh keterburu buruan dan ketawa. hehehehe..
Goodnight, people.
Image and video hosting by TinyPic

April 13, 2018

Keona, Pororo and Marina Bay (Singapore Day 2)


"It was one of those March days when the sun shines hot and the wind blows cold: when it is summer in the light, and winter in the shade...."
-Charles Dickens-
....

Kenapa judulnya day 2? koq ga dari day 1 Glo?

well, saya berangkat ke Singapore sih hari Minggu sore dari Semarang. Lalu landing di Singapore sudah malam ya waktu setempat menunjukkan pukul 8 malam waktu kami keluar dari bandara Changi yang ya ampun, saya langsung katrok karena emang baru pertama kali kesana  *mata berbinar* *foto sana sini*

Keluar dari bandara, kami naik bus bandara menuju stasiun MRT terdekat. Beli tiket untuk sekali jalan ke Orchard (well, kami stay di Jalan Jintan persis belakang Orchard Road). Sampai di Orchard sudah malam sekali, seingat saya sudah sekita pukul setengah sepuluh kita kami sampai di penginapan. Awalnya kami berencana mau ke Mustofa Center hari pertama itu, namun karena sudah malam, membawa 2 toddlers dan kelaparan, kami akhirnya memutuskan untuk mencari makan saja. Di daerah Orchard Road tempat makan di mall waktu itu sudah tutup semua, jadi kami decide untuk makan di KFC (hanya beli ayamnya saja karena nasinya habis, and fyi, KFC di Indonesia JAUHHHHHHH lebih enakkk and tasty daripada KFC sana) dan beli mineral water di Seven Eleven samping KFC persis (harga satu botol mineral water di sana bikin saya yang hari pertama dan kedua masih "convert" dollar ke rupiah gedek gedek kepala).

yah well, itu hari pertamanya hanya begitu saja koq. Jadi kita lanjut hari kedua ya....
Hari kedua, kami semua bangun siang sekali :D
Jam 9 waktu setempat, kami baru keluar dari penginapan untuk cari sarapan. Kami ke Lucky Plaza di Orchard Road untuk sarapan di food court nya. Karena saya bawa Keona yang saya ga yakin dia doyan semua makanan, jadi saya pesan menu yang sama setiap pagi di food court itu sampai hari terakhir kami di saya, yaitu Yong Tau Foo. Saya pesan kuah bening dengan isian ragam sosis karena saya tak mau ambil resiko Keona buang buang makanan (pasti saya nangis darah kalo dia buang buang makanan hahahaha). Saya harus adjust kebiasaan Keona yang suka lepeh lepeh makanan kalau kenyang dengan peraturan Singapore tentang membuang sampah sembarangan dan dendanya (I learned something hahahhaha, how to be a good "pemulung" munguti sampah kececer Keona demi ga kena denda hahahahaha).

Panjang banget ya ceritanya, oke singkat aja, intinya setelah makan kami langsung ke Haji Lane. Lorong ngehits di Singapore dengan mural mural nya yang instagramable *poto sana poto sini*

Haji Lane






Lalu setelah dari Haji Lane, kami ke Bugis Street untuk belanja oleh oleh,
ini pas nyebrang ke Bugis Street

ini si bos dan Kyralee :))
sampai juga akhirnya di Bugis

ini ms Eka (kiri) and ms Ajeng (kanan)

Setelah itu baru kami ke Marina Square, kami berpencar. Ms Eka dan Ms. Ajeng jalan jalan sendiri, mereka mencoba naik bus kota. sedang saya dan Ms. Lingga bersama 2 toddlers, kami ke Pororo Park buat nemenin Keona dan Kyralee mainan di sana (ibu-ibu laifff, jauh2 juga nyarinya playground).

with cc Kyralee

Baby Shark's Pool
Where's Pororo ma?

Hampir 3 jam di Pororo Park (untungnya ga susah ngajak keluar Keona dari sana), kami lanjut ke Marina Bay. Jalan jalan sepanjang Marina Bay, nunggu pertunjukkan air mancur, abis itu balik ke penginapan dengan kondisi hampir tepar.....

on our way to Marina Bay



Hanya ms Eka dan ms Ajeng yang masih sanggup setelah itu ke Mustofa untuk beli oleh oleh (saya mah cuma nitip aja, kaki uda ga sanggup, bawa bocah pula).

Ya segitu deh cerita day 2 nya :))

Ditunggu ya yang day 3 and 4 nya :) (sekalian tips post, kalo sempet hahahahah, *berusaha untuk disempetin)......

Goodnight,

Image and video hosting by TinyPic

November 25, 2014

(not) An Escape


There is always a rainbow after the rain, thus, there is laughter and joy after the tears, isn’t it? Do you believe it? Me, I do… 
Remember the last story that I share to you? Well, I was facing a hard month that I never think (even predict) before, but thanks God I have a lot of sweet friends who cheer me up, who remind me that I am precious, I am strong.

Talking about friends, my current boss (for me, she is also my sister, my friend, my spirit and my role model) told me that I will go to Jakarta to have CAMBRIDGE TEACHING KNOWLEDGE TEST  (bold mode ON) which is becoming the greatest opportunity I ever had. 
It held on Saturday, November 22nd, 2014 and we went to Jakarta on Friday.
I may call this an escape for me, even though I have to face another problem (I have to study hard to pass this test, telling you the truth, I cross my fingers for the result, cuz I feel I can't do it..it was really DIFFICULT), at least, I still feel the fun. 
Here I share some photo when we went to Jakarta last weekend.


nobody wants to sit beside the window, so I was lucky, I can enjoyed the sun and the clouds..thanks God for this beautiful world.
left to right : ms. Yessi, me, ms.Lingga with baby Kyra, ms. Anita
this is before we went inside the aeroplane...was a hectic hours as ms. Lingga carry her baby, Kyra and we helped her the carry her things.
well, I am Bu Susi's fans. It was my first time in Halim Perdana Kusuma and I felt too excited to take picture with one of her plane, SUSI AIR. Again, I am lucky.
we were in the same plane but he went out first and I was busy taking picture with SUSI AIR, but again I say, I was lucky because he was standing outside the airport waiting for his taxi, so I had the chance to take picture with one of the maestro, Jay Subiakto.

We stayed in POP Hotel in Tebet (click here to booked in the hotel). You just need 20 minutes to get the hotel from Halim. It is a cheap, clean and unique hotel.. Why unique? Here, have a look to these photos....
First, ms. Anita thought that the lamp on the bed was a microphone and she tried to talk something. LOL....

Second, It has a unique bathroom. the bathroom looks like a tablet. We call it our time machine, our Rocket, or our "studio rekaman". It was a "great moment" to take a bath inside a "Rocket"...LOL
I tried to capture the room, sorry if the result is bad :))

On the first night, we couldn't sleep early as we should study for the test on the next day.
We didn't have much time to have breakfast on the next day. We should be ready by 6 in the morning, we walked to SD Fr. ASISI for 15 minutes from the hotel.
After we walked for 15 minutes.
The greatest opportunity that I ever had in my life. Again and again, thanks LORD.
After we had done with the test, our "dragons" inside our tummy were crying, they want food. So, quickly we went back to the hotel, changed our cloths and took the taxi to Kota Kasablanka.

we decided to eat in a Vietnam's Restaurant, Pho 24.
had a window shopping and found this RED xmas tree...ohh, I want holiday, I want Xmas...
we walked and felt hungry for the second time. so, we stopped at RAFFEL's to have some burgers there :)) NO DIET!!!!





At night, we couldn't go out as the traffic was very bad. A friend who wanted to pick us in the hotel trapped in a traffic jam for hours, then he decided not to continue his way to the hotel.. sigh... but, the good thing is another friend of us came to the hotel. She is ms. Yona ( she was a teacher, but now she works in RCTI). We spent our night to talk about our experiences and fell asleep at 2.36 a.m.
On Sunday, we woke up late and in a rush we took a bath before we went to Cempaka Mas to buy anything we can buy. Ms. Anita's mother and father live in Jakarta and they planned to pick us at 11 a.m.
In the end, they dropped us to Rawamangun. We went home by bus.


I think that's all my story tonight. Maybe I will share the result of the test (maybe not if the result of the test is BAD:))
And if you think that this experience is just an ordinary experience, telling you the truth, this was my GREATEST EXPERIENCE, ever....after my "hard" time :)
so, do you want to share your GREAT experience lately to me?
good nite,
Image and video hosting by TinyPic

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...