Showing posts with label unspoken love. Show all posts
Showing posts with label unspoken love. Show all posts

August 14, 2020

Ketika Rindu

picture from here

Ketika rindu  membisu

Untaian kata tertelan masuk ke dalam palung terdalam

Dalamnya tak seorang pun tahu.

 

Ketika rindu dan kau tahu bahwa dia tak dapat dirindu

Rasanya sama seperti saat kau menahan kentut yang tak jadi.

Mual, lalu sakit…

 

Hidupku terasa lurus dan tenang, 

jauh lebih tenang dibanding sebelum bersamamu. 

Hidupku jauh terasa berwarna, 

bahkan lebih berwarna warni daripada pelangi di langit ataupun cat warna di palet murid murid kecilku. 

Hidupku penuh cinta, jutaan kecupan di pagi hari yang membangunkanku seakan menjadi suntikan vitamin C terdahsyat yang pernah aku rasakan.

........

PS : menemukan file draft yag belum selesai, tapi karena lupa ini dl nulis ttg apa, jadi yauda diposting tanpa edit apa - apa lagi. Sebuah pengingat buat diri sendiri untuk tidak menunda dan meninggalkan tulisan setengah jadi menjadi draft. Pusing sama draft-draft ini, mesti kumulai dari mana.


help, 


May 20, 2014

Yang Dirindu


picture from here

Dalam gelapnya malam, dia masih berjuang untuk membuka mata, berharap seseorang  yang dia sudah tinggalkan lama tersedia lagi untuknya.  Dia galau, maunya menyapa tapi malu, diam, dia bohong. Bohong dengan hatinya, tentu saja.
Dia pernah berharap ada di sisinya meski angkuh mengalahkan segalanya. Dirinya terlalu sombong untuk mengakui, ya, aku cinta. Dirinya terlalu congkak untuk bilang, aku sayang kamu.
Dan kalau sekarang seseorang itu sudah pergi meninggalkannya. Yah belum tentu juga bisa dibilang meninggalkan sih, karena dia juga tak pernah tahu bagaimana perasaan seseorang itu, yang terpisah puluhan kilometer darinya, terpisah jam dan waktu yang berbeda.
Dan kalau sekarang dia terlambat untuk mengakui, saat seseorang itu sudah dengan yang lain, mau apa lagi dia? Merusak? Mengganggu?
Dia tak bisa apa apa walau mungkin saja seseorang di sana yang dia rindukan ternyata sedang merindukannya juga. Dia tak bisa apa apa saat setiap gambar yang terekam mengembalikan memori masa lalunya. Dan dia juga tak bisa apa apa saat yang dirindukannya ternyata tak merindunya, meski bisa saja ternyata mereka saling rindu.


Dunia berputar, waktu berganti, tapi cintanya tidak…
Image and video hosting by TinyPic

January 25, 2013

Unspoken Love; Tak Pernah Tahu


Dimana Put? Aku lagi di café, yang biasa. Bisa kesini? Kangen. Ajak pacarmu juga gak apa apa.

Lagu “California King Bed” milik Rihanna memenuhi kamar Puti malam minggu itu ketika tiba-tiba lampu telepon genggamnya berkedip, sebuah pesan singkat masuk. Kisah Tak Sempurna, nama kontak itu yang muncul, Radith.
“kenapa tiba-tiba dia sms?” Puti bertanya-tanya dalam hati, enggan membuka pesan singkat tersebut.
Dua jam berlalu, Puti hendak mematikan laptopnya bersiap untuk tidur, tidur awal lagi di malam minggu kesekian dia sendiri ketika tiba-tiba dia teringat belum membaca pesan singkat dari Radith. Membaca kemudian mendesah menyesal mengapa tak membacanya langsung ketika pesan itu masuk, Puti mengetik pesan balasan.
Sori Dith, baru baca, habis pacaran.. hehe.. udah pulang ya? Hmmmmm. Kapan-kapan aja deh ketemunya ya?
Pagi Dith, kamu sampai kapan di sini? Lagi pulkam nengokin keluarga ya? Nanti malam aku ada rencana mau ke café, ketemuan aja yuk… Sekalian kamu traktir aku, kan lima hari yang lalu kamu ulang tahun.. hehehe
Panik tak mendapat balasan keesokan paginya, Puti mengirimkan sebuah pesan singkat lagi. Berkali-kali lampu telepon genggamnya berkedip tanda pesan masuk, tapi bukan pesan dari Radith.
“Put, kamu nggak tahu ya kalau ayahnya Radith meninggal?”
“Hah??? Kapan? Aku ga tahu……”
“Wihhhh, pantes aja kamu ga kelihatan pas pemakamannya ayahnya Radith, Jumat yang lalu beliau dimakamkan. Aku ketemu Radith juga di pemakaman. Kasihan ya dia, kado ulang tahunnya ayahnya malah meninggal. Ehhhhhh….kamu kok malah bengong sih diceritain?”
Mima menggoyang goyangkan tangannya di hadapan Puti.
Maaf Dith, aku gak tahu kalo papamu meninggal. Turut Berduka ya, aku barusan aja tahunya.
“kasihan, ternyata kemarin mungkin dia minta ditemani setelah papanya tiada, dan aku yang dia minta datang, mengabaikannya”.
Tombol “send” ditekan, ketika tak lama kemudian telepon genggamnya berkedip.
Eh gapapa Put. Iya kemarin aku pulang kampung karena papa meninggal. Sekarang sih udah balik lagi ke Kalimantan. Maaf juga ya ga bisa ketemu deh. Hehe..
Seminggu sebelumnya
*1 unread notification
*today is Radith’s birthday
Puti hendak mengucapkan Selamat Ulang Tahun di situs jejaring sosial yang menghubungkannya dengan Radith saat dilihatnya foto Radith dengan seorang wanita yang Puti yakini sebagai pacar Radith. Membatalkan niatnya, Puti memilih pesan singkat melalui telepon genggamnya.
Happy Birthday Dith, wish you all the best.
Ucapan tersederhana yang Puti buat untuk Radith, sesederhana cintanya yang tak terkatakan sedari dulu.
Terimakasih Put.
picture from here
Menerima balasan singkat Radith membuat Puti berpikir memang tak adil rasanya ketika dirinya merasa Radith mengkhianatinya padahal, tahu tentang cinta tak terkatakan itu saja tidak, itu yang dia tahu, yang dia tak pernah tahu adalah bahwa di sana, di tempat yang jauh dengannya, Radith masih bisa lega Puti ingat ulang tahunnya walau hanya dengan ucapan sederhana.


Image and video hosting by TinyPic

October 07, 2012

Wish You

1 notification : Today is ********* birthday


...

: Kisah Tak Sempurna

Pasti ini hari hari terbahagiamu ya?
Menikmati tahunmu yang baru, dan kalau dulu sendiri sekarang tidak,
Kalau dulu sepi, ramai kini.
Selamat,
Tak hanya untuk angka barumu, tapi juga untuk teman barumu itu, yang bangga kau pajang di sana.
Setidaknya aku lega kamu tak lagi kesepian, hai tuan kesepian.
Tak lagi butuh telinga, apalagi teman pengantar tidur,
Teman...
Tidak, kamu bukan temanku, tak ada label pertemanan dihubungan kita,
Kamu saja yang selalu beranggapan demikian, aku tidak
Kamu selalu jadi Kisah Tak Sempurna ku, kisah yang tak pernah sampai karena memang begitu, kita.
Tapi kalian sepertinya berbeda,
Bukan seperti kita yang tak pernah sempurna,
Ada senyum sempurna yang kulihat dari wajah cantiknya.
Beruntung ya dia?

Untungnya sih, aku punya ranger merahku,
Hingga (semoga saja) tak akan ada langit runtuh bagiku saat tahu kau sudah tak sendiri lagi.
...

Selamat Ulang Tahun,
wyatb..

menyesal karena membuka akun facebookmu,
Glo

pict. From http://www.facebook.com/photo.php?fbid=477397972291465&set=a.247087488655849.65295.246659998698598&type=1&theater

Published with Blogger-droid v2.0.8

April 15, 2012

Unspoken Love, Prolog : Lensa

Di matanya, bahkan dia jauh lebih indah. Radith bingung, sampai kapan ia harus tak jujur, berkata tidak di balik iya ketika setiap kesempatan datang untuknya dan Puti.

"Sudah terlambat, Ky", ujar Radith. "Payah lo man!!" timpuk Oky, sahabat Puti yang juga menjadi tempat keluh kesah Radith mengenai Puti. "Tapi gak bisa juga, lu bayangin aja, dianya uda punya cowo, terus kemaren malah cerita mau merit segala, sinting kali ya kalo gw tau-tau dateng bilang, Put gw sebenernya sayang sama lo, tapi terlalu bodoh untuk mengakuinya", timpal Radith.

"Ya ga bisa begitu juga kali man...lagian lu ye bodoh banget masa bisa sih dari SMA gitu? kan waktu itu gw uda nyuruh lo nembak Puti, kan lu tau sendiri kalo gw yang temen sebangkunya aja sering banget dicurhatin dia tentang lo, gemes gw ya sama lo berdua! Mana pake nge sms dia bilang lo lagi jatuh cinta sama cewe pula, kan jadi bikin dia salah paham", omel Oky, "trus kalo uda gini, repot kan lo? kalo saran gw lo harus tetep jujur, bagaimanapun ngga enaknya hasilnya, yang penting perasaan lo ga mentok sampe disitu."

Di jalan, di atas motornya, Radith terus memikirkan kata kata Oky, merapatkan motornya dan,

"Put, aku lagi pulang nih, lagi dimana sekarang? ketemuan yuk?" Tak lama untuknya menanti balasan pesan singkatnya, ketika tiba-tiba, ponselnya berbunyi lagi, sebuah pesan singkat masuk, "kebetulan, aku lagi di kafe kayak biasa, menyepi, tapi mungkin seru kalo ada kamu, kesini aja, masih inget kan tempatnya?"

Tak membalas pesannya, Radith memasukkan HP ke sakunya, bergegas memacu motornya ke kafe yang dia kenal betul tempatnya. "Puti pengen banget ditembak cowo di kafe tempat dia suka menyendiri itu", bayangan dan kata-kata Oky dulu terlintas dalam benaknya.

Mengesampingkan ego dan malunya, Radith melangkah memasuki kafe, di sudut, dia melihat cewe mungil berkacamata putih sedang terpaku pada laptopnya, "Puti", ujarnya dalam hati dengan penuh kerinduan.

"Hai Put", sapaan Radith membuat Puti yang sedang asyik mengetik terkejut. "Eh, sini Dith duduk, mau pesen apa?" menutup laptopnya, Puti memanggil pelayan. "Moccachino Float satu ya," pesan Radith kepada pelayan yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua lagi, dalam temaram lampu kafe.

"Jadi, lagi ngapain sekarang di sini? nengokin orangtua?" tanya Puti. "Iya, Paskahan Put, kamu? koq ga bosen-bosen sih duduk lama lama di sini? tar tambah tebel loh kacamatanya," goda Radith seraya menunjuk kacamata Puti yang kian tebal saja sekarang. "hehehe, gapapa, terkadang menyenangkan diri sendiri itu perlu, termasuk menghilang dari keramaian." "Kamu gak banyak berubah ya Put? Masih saja seringkali sibuk dengan duniamu sendiri." "Kata siapa? Ngga koq, aku juga suka nongkrong bareng temen temen, ya kayak sekarang gini", Puti tertawa renyah menanggapi Radith yang kini semakin kalut dengan pikirannya sendiri, "teman? sepertinya memang keadaannya sudah berubah sekarang. Aku hanya dianggapnya teman."

"Dith," Puti mengayun ayunkan tangannya di depan wajah Radith, "floatmu meleleh tuh ditinggal melamun." Tersenyum kepada Puti, Radith menyendok floatnya dan berjanji untuk sekali lagi menyimpan rasanya, "bukan sekarang," teriaknya dalam hati.


...

Terakhir kali posting unspoken love, saya bilang malas melanjutkan, memang, tapi tiba-tiba ada ide menulis yang sayang kalau tak tertuang di sini. So, enjoy..

.glo.


pict. from http://www.flickr.com/photos/candicejeanl/6918431253/in/photostream


Published with Blogger-droid v2.0.4

February 08, 2012

Unspoken Love 4


ndut, aku mau cerita...

yaudah cerita aja..

...

Seperti air tenang, dalamnya hatimu tak dapat kuukur

Bahkan ketika bibirku terbuka,

Lidahku kelu tak dapat berkata...

Ketika mata sudah berbinar suka,

kelenjarnya tak sanggup menahan duka

Berjalan mengikutimu,

Tapi kau berlari

Cukup... sudah hentikan saja kisah ini

Kisah dongeng yang tak jadi

Kisah angan-angan yang selamanya hanya jadi mimpi

Buat apa?

Lelah aku..

Menanti cinta

Cinta yang bahkan tak pernah tersampaikan

...

aku mulai jatuh cinta..

oya? She's so lucky then... congratz...

...

Ini episode terakhir dari Unspoken Love...saya sudah malas soalnya.... maaf buat teman-teman yang sampe sms nanya lanjutannya.. kisah radith dan puti selesai sampe di sini...

Ah yaaa...saya BETE bbanget sama blogger droid ini....benar2 harus nabung lagi deh buat punya komputer baru...hikssss

..glo..

*pict. from http://welcometomyparadize.tumblr.com/post/16921860947

Published with Blogger-droid v2.0.4

January 07, 2012

Selamanya... Hanya Kenangan

dia sudah mati...
iya kan Gloo?
you should move on,
he's just your memory!!
-me said to myself-

picture from here


: kisah tak sempurna,

Lagi, ini tulisanku untukmu.
Aku heran, mengapa beberapa bilang tulisanku manis? 
tulisanku tentangmu, padahal rasanya pahit buatku, memualkan...
menulisnya membuatku semakin sadar bahwa kamu jauh.

Aku sadar bahwa di sanapun kamu tidak pernah memikirkanku, 
walau seringkali kamu tinggal tetap di pikiranku, dulu.
Aku sadar aku membuang waktuku hanya untuk beradu argumen dengan ranger merahku bahwa kamu memang hanya kenangan, 
ya, kamu memang hanya kenangan kan?
Dan kalau kamu sering datang akhir-akhir ini, bukan berarti kamu sedang memikirkanku kan?
Katakan bahwa kamu memang hanya iseng saja, seperti dulu.

ohh, sudahlah, tuan kesepian, 
aku lelah,
dulu kau sudah kuanggap mati..
tapi kini, jangan membuat penyesalan datang padaku..
menyesal karena pernah membiarkanmu pergi tanpa pernah tahu ada cinta yang belum terkatakan...
cukup...kamu sudah mati,
aku sudah mati rasa akan dirimu..
kenangan.. kamu hanya kenangan 
ya, tuan kesepian,
kamu memang sudah mati,
sedih rasanya harus mengakui itu.. tapi aku tak punya pilihan..
supaya aku tidak lagi memikirkanmu saat sedang bersamanya, ranger merahku..

...

picture from here

you said there's tons of fish in the water
so the water I will test...
...
the best and yes I do regret
how could I let myself let you go
and now, now the lesson learned
I touched and I was burned
oh I think you should know
Katy Perry's Thinking of You

Image and video hosting by TinyPic

January 04, 2012

Suddenly, I Miss You


sehat2, glo?
...


picture from here


: kisah tak sempurna, dimanapun kamu berada

Ratusan kata yang dulu pernah tertulis, semuanya tentang kamu. Pernahkah kamu berpikir apa yang pernah aku rasakan? Pernahkah kamu mengerti arti setiap catatan pinjaman kalau kamu malas mencatat? Pernahkah kamu tahu sebabnya aku selalu mau mendengar kamu meski rasanya masih sebal karena tingkahmu? Pernahkah kamu sekali saja terpikir alasanku membiarkan rambut yang sudah rapi kamu acak-acak begitu saja? dan pernahkah kamu ingin tahu perasaanku, dulu?

Aku sehat kok, sungguh, tidak kurang suatu apapun. Aku? Kalau kamu ingin tahu aku juga tetap sama, tetap Gloria yang kecil, atau yang kau sebut mungil, juga tetap Gloria yang akan mengenangmu dengan sweater dan parfum khas serta lengan kurusmu yang pernah memelukku. Bedanya sekarang, aku adalah Gloria yang judes yang akan membalas pesan singkatmu dengan kalimat ketus. Tidak, aku tidak membencimu, aku hanya berusaha menutupi rasa senangku kalau mendapat pesan singkat darimu.

Kini, semua cerita tentang kamu, yang dulu pernah kutulis di sini, dalam benakku, semuanya terbuka lebar di hadapanku. Celana hipstermu, tengilmu, bau khas tubuhmu, sweater lengan panjangmu, kuberitahu ya, aku tak akan pernah lupa itu semua. Aku tak tahu mengapa, tapi rasanya sekarang, ingin sekali melihatmu sekali saja, setelah sekian tahun kamu pergi, pergi ke kota yang jauh dan semakin jauh kini meninggalkan cinta yang tak pernah terkatakan.
Kisahmu, selalu tersimpan rapi didalam kenangan.

...

aku sehat koq, kenapa?
masih mungil? kalo aku tambah tinggi nihhh
ahh, males ahh, sms bawa-bawa fisik
biar mungil tapi kan jagoan taekwondo #ngrayu.dikit.hee
hahh...ngrayu banyak juga ga ngaruh koq :p


gambar diambil dari akun Facebook dia, si kisah yang tak pernah sempurna
mungkin kabut tebal pernah menutup matamu, sehingga , kamu tak akan bisa melihatnya... melihatku dengan cinta yang dulu pernah kutawarkan





PS:
to ranger merah,
ini hanya postingan tentang seseorang di masa lalu :) kalau sekarang aku kangen dia, bukan berarti cintaku untuk dia, itu kan dulu... sekarang sudah ada kamu, jadi, jangan cemburu ya, sayang :)

October 09, 2011

I Won't Let You Know

beberapa malam yang lalu:

Glo.
apa?
Kamu koq sekarang jutek sih Glo sama aku? Kalo aku ada salah, aku minta maaf
Biasa aja tuh..
Tuh kan datar gitu jawabnya...
ah males ahhh...
...

lalu tadi malam :

Glo, unspoken love 3 nya mana?
koq tau2 nanya cerpenku itu?
itu satu-satunya cara buat aku bisa ngobrol sama kamu, karena kamu pasti akan jawab smsku dengan datar, i know that.. aku mau curhat Glo. nomer kamu yang M3 berapa ya? aku telpon ya?
ga usah telpon, aku gak mood.
Koq gitu Glo? kamu keberatan?
sms aja, aku uda mau tidur, nanti kamu aku tinggal tidur.
yaudah, aku mau nanya Glo, kira-kira Tuhan masih sayang sama aku gak sih? aku lagi tertekan banget nih, aku skrng di palangkaraya Glo.
ngapain di palangkaraya?
diklat di perkebunan sawit.
oo, lalu kenapa nanya ke aku? jarang sms sekalinya sms malah curhat?
tanya Tuhan Glo, kenapa kamu yang dipikiranku untuk teman cerita, tanya glo, tanya...
lha koq aku yang disuruh nanya, ya kamu aja to yang nanya!!
lha aku ya gak tau lah, Tuhan kan kasih rhema ke orang beda-beda Glo..
kalo gitu aku juga gak tau Tuhan masih sayang kamu apa engga...kamu tanya aja sendiri!!


...


picture from here


untuk dia bertanya "Tuhan sayang sama aku gak ya Glo?"
saya akan bilang ngga tahu....
saya bukan Tuhan,
dan saya tidak bisa baca pikiran Tuhan,
bukannya tidak mau menghibur atau tidak bisa menjadi teman yang baik..
tapi saya sadar diri
saya sadar kapasitas saya,
saya tidak mau dibilang sok menggurui
maaf beribu maaf ya,

dan saya adalah manusia,
bukan papan triplek yang kau sebut datar itu..
memang seperti itu koq..
jadi tidak perlu minta maaf atau merasa bersalah kalau jawaban sms saya kadang pendek-pendek atau terkesan marah, anggap saja saya sedang terburu-buru tidak sempat membalas lalu membalas sekenanya.

hanya tak ingin kamu tahu yang sebenarnya terjadi kalau sms darimu masuk, itu saja....



peace.
Image and video hosting by TinyPic

March 17, 2011

The Unspoken Love part 3

16 Maret 2011
Put…
Kubaca sms itu. Radith, dia yang mengirimiku sms tengah malam begini.
Ya, knp  Dith?
Kubalas dengan nada sedikit basa basi. Lalu,
Gapapa, cm pengen nyapa km doang, belom tidur ya?
Cepat sekali dia membalas smsku.
03 Februari 2011
“Mim, gw mau curhat…” tanpa menunggu lama langsung saja aku bercerita.  “gw kangen Radith Mim” “gimana dongggg????” dengan wajah tak percaya, Mima menjawab, “apaaa?? Ah, gila lo Put, orang jauh gitu lo kangenin?” “kangen sama pacar lo nape si Denis yang kata lo lucu nan imut itu?” lanjut Mima lagi. “lagian ye, gw kan dah pernah bilang, masi mending-mending si Denis tau!!”
Sudah dua tahun lebih rasanya Radith tak menghubungiku. Mungkin saat ini dia sudah sibuk dengan hidupnya sendiri.
14 Februari 2011
Hari ini adalah Anniversary yang ke 5 bersama Denis. Aku senang sekali, karena Denis menyiapkan banyak surprise hari ini.
“Happy Anniversary darl” Denis memberiku bunga lalu mengecup keningku. “wah, km cantik banget, yok berangkat, aku uda laper nih,” lanjutnya lagi.
17 Februari 2011
Met Malem Put…
Kubaca sms itu. Radith, dia yang mengirimiku pesan tengah malam begini. Rasanya baru kemarin aku curhat sama Mima kalau aku kangen Radith. Sekarang tiba-tiba dia sms. Yang kuingat terakhir dia menghubungiku sudah lebih dari dua tahun yang lalu.
Malem juga, gmn kabar Dith?
Kubalas dengan nada sedikit basa basi. Lalu,
Aku baik, uda kerja ya km skrng? Fw baca info dr FB mu gitu.
Iya, uda kerja aku. Kamu? Masi berkutat sama skripsi apa uda kerja juga?
Cepat sekali dia membalas smsku,
kemaren sih aku dah kerja Put, di luar pulau, tapi takut ada yang gag rela aku jauh jauh, jadii aku balik sini dehhh…
trus di sini juga kerja? Apa nganggur?
Job seeker Put..hehehe
20 Februari 2011
Put, lagi apa?
Ini kedua kalinya dia mengirimiku sms tengah malam.
Udah siap-siap tidur sih Dith. Besok kan aku kerja. Kenapa?
Bantuin dong. Kalo ada info-info kerja gitu aku dikasih tau ya J
Berpikir sejenak, lalu kubalas smsnya,
Oke, tar kalo ada ya aku kontak. Nite
Nite jg Put. Thanx ya.
Sama seperti dulu lagi, malam ini pun aku tidak bisa tidur dibuatnya. Satu yang membuatku kecewa, ternyata kali ini pun dia menghubungiku hanya untuk keperluannya, tidak lebih. Sama seperti ketika SMA, dia mengirimiku sms hanya karena dia butuh catatanku. Lalu kenapa bodohnya aku selalu mau menolongnya?
21 Februari 2011
“Mim, sudah 2 malam ini Radith ngontak gw”, kataku ceria ke Mima. “Mungkin dia feeling kali lo kemaren kangen?” tebak Mima. Sambil menggeleng kujawab, “kayaknya sih ngga Mim, dia minta bantuan nyariin kerja koq.” Mima kasian melihat wajahku yang berubah lesu, katanya, “ hey, jangan gitu dong. Kan ada Denis yang selalu tulus sayang sama lo. Kalo Radith gitu aja lo pikirin, lama-lama gw bisa punya temen yang gila deh.” Aku hanya mendengar sebagian dari kata-kata Mima, “hah? Siapa yang gila? Kasian banget temen lo.” Mima tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk wajahku, “maksud gw elo Put, tar kalo lo mikirnya Radith mulu bisa-bisa lo masuk Rumah sakit Jiwa gara-gara gila, turun gengsi dong gw punya temen gila.” Aku tertawa mendengar penjelasannya, Mima sendiri pun tertawa terbahak-bahak tanpa tahu dalam hati kuberkata, “gw emang udah dibuat gila sama Radith, Mim”.
22 Februari 2011
Dithhhh….lagi apa?
Kali ini aku duluan yang mengirim sms
Lagi browsing kerjaan Put, kenapa?
Gini Dith, aku tau info kerja nih. Km mau gak?
Mau banget Put. Dimana? Syaratnya apa? Paling lambat kapan?
Radith memberondongiku dengan banyak pertanyaan. Aku semakin yakin saja kalau antusiasme Radith bukan pada diriku.
Santai Dith, nanyanya banyak banget. Hahahaha. Yang aku tau infonya sih minggu depan ada job fair gitu Dith, udah aku search di web nya penyelenggara, yang ikutan job fair perusahaan gede semua Dith. Km coba masukin aja ke perusahaan yang kira-kira pas sama kualifikasimu. Sukses ya J
Tak lupa kucantumkan alamat website penyelenggara job fair. Rasanya Radith senang sekali menerima informasiku, karena dengan cepat dia membalas,
Makasi Put. Nite
26 Februari 2011
Gimana Dith job fairnya? Sukses? Masukin berapa perusahaan?
Aku menunggu sms balasan dari Radith lama sekali. Mencoba berpikir positif bahwa saat ini dia sedang sibuk dengan job fair nya. Tiba-tiba layar HP menyala pertanda ada sms masuk, cepat-cepat kubuka daftar inbox ku, namun bukan Radith yang sms tapi Denis.
Darl, nanti malam gak sibuk kan? Kita jalan yok, kangen kamu nih, kerja terus gak ketemu.
Oke. Miss you too darl. Sampe nanti malem ya.
28 Februari 2011
Put, kmrn aku masukin lamaran sebanyak-banyaknya pas job fair.
Belum sempat kubalas, dia menambahkan,
Doain yaaaaaaaaaaa
Aku tak membalas smsnya kali ini, dalam hati berdoa, “semoga sukses Dith”
08 Maret 2011
Sudah seminggu berlalu dari sms terakhir Radith. Marahkah dia karena sms terakhirnya tak kubalas?
10 Maret 2011
Put, lagi apa?
Kupikir dia marah karena sudah seminggu tidak ada kabar berita. Tapi ternyata mala mini Radith sms lagi.
Lagi browsing Dith. Gimana? Ada perkembangan gak job fairnya?
Lha makanya aku sms km Put. Mau ngasih tau nih aku kalo besok aku wawancara.
Wah bagus dong. Pokoknya harus semangat ya.
Iya Put, doain lancar ya.
AMIN. Semangat Dith, aku doain
16 Maret 2011
Malam ini Radith sms lagi.
Aku belom mau tidur koq Dith. Gimana kemaren wawancaranya? Sukses kan?
Sukses Put, tinggal nungguin hasilnya aja, doain ya.
Trus habis itu langsung keterima kerja?   Kubalas lagi smsnya.
Ngga Put, wawancara tuh masih tahap awal. Berikutnya masih banyak test lagi. Doakan aja bisa terlewati semua satu-satu ya.
Wah, iya aq doain deh. Btw, tar kalo uda sukses jangan lupa aku lo Dith.
Masa aku lupa sama kamu Put? Gini aja, km simpen sms ini, kalo besok aku sampe lupa sama km, km tunjukkin sms ku ini, oke? Uda malem Put, km gak tidur? Met tidur y. Bye
Entah kenapa aku merasa itu adalah sms terakhir dari Radith. Seakan kami sudah tidak akan ada kontak lagi setelah ini. Aku cuma bisa berharap yang terbaik untuknya. Sementara rasaku ini, sebaiknya kusimpan rapat-rapat hanya untukku.

gambar dari sini


February 23, 2011

The Unspoken Love part 2

Tik… tik… tik… tik…, suara detak jam dinding menemanikuyang terjaga malam ini. Sudah pukul 01.10 dini hari saat kulihat jam untuk kesekian kalinya. Satu hal yang membuatku belum bisa terlelap malam ini.


“Put”, panggil mama dari luar kamar menghentikanku yang sedang membaca novel. “Ya Ma, ada apa?” jawabku dan “ada telpon nih, dari Radith”, lanjut mama lagi. Oh, dia menelponku, orang yang dulu pernah ada di hatiku, sekarang muncul lagi.

Beberapa jam kami habiskan berbasa basi saling menanyakan kabar. Aku rindu celotehnya. Candaannya membuatku teringat akan masa sewaktu aku masih mengaguminya. “Put”, panggilnya dari seberang telpon, “ya”, jawabku. “Koq diem aja?” tanyanya lagi. “Oh, gapapa kamu ngoceh aja terus, aku dengerin koq”, lanjutku.
Obrolan kami pun berlanjut, dia menceritakan kehidupannya di Surabaya, suka duka nya sebagai mahasiswa kost yang sering kelaperan seperti saat dia menelponku sekarang. Aku terus mendengarkan ceritanya, suaranya, tapi tetap aku coba membatasi diriku karena aku yang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu.
Ia juga bercerita mengenai pacarnya. Saat ini katanya ia sedang ada masalah dengan pacarnya, diam-diam pacarnya itu berkirim-kirim pesan melalui dunia maya dengan pria lain. Aku mendengarkannya bercerita sambil berkata dalam hati, “andai aku yang jadi pacarmu, ga akan aku sia-siain kamu, tapi sayang, aku ga pernah punya kesempatan itu.”
Menit demi menit berlalu, sudah berjam-jam kami mengobrol di talpon dan kini giliranku yang bercerita, bercerita soal lelaki yang dulu pernah ada di hatiku semasa SMA. Dia, Radith, aku menceritakan tentang dirinya sendiri, tanpa perlu aku sebut namanya. Aku bercerita bagaimana perasaanku saat itu dan bagaimana dia tidak menyadari adanya perasaan spesialku padanya. Aku tak tau, apa aku sanggup tuk menahan diri saat itu, menahan diri tak menyebut nama lelaki spesialku itu di telinganya, dan nyatanya aku mampu, aku mampu bercerita kepadanya tentang lelaki pujaanku yang tak lain adalah dirinya sendiri.


Sudahlah Put, kan sudah ada Denis”, kata Mima menasihatiku setelah mendengar curhatku tentang kemunculan kembali Radith. “Tapi apa aku harus pendam terus Mim?” Mima diam saja mendengar pertanyaanku.


aku jatuh cinta, t’lah jatuh cinta, cinta kepadamu, kujatuh cinta, I am fallin’ in love, I’m fallin’ in love with you…..
Aku mendengarkan lagu I am Fallin’ in Love milik sebuah grup band itu di dalam dekapan Denis. Aku menikmati lagu yang mengalun itu serta dekapan erat Denis, tapi disaat bersamaan, aku teringat akan pelukan hangat Radith. Harus kuakui, aku merindukannya.


Maaf Dith, aku ga sempat balas smsmu, semalam aku langsung tidur sepulang dari nonton konser sama pacarku.
Aku mengirimkan pesan singkat itu melalui ponselku. Tak lama setelahnya ada balasan pesan darinya; Put, nanti malam tlp2an lagi kita?
Segera saja kubalas; Oke


Berjam-jam sudah kami mengobrol, tapi belum ada rasa bosan di antara kami malah, “Put, kita ngobrol ampe subuh yok”, ajaknya, tapi “Dith, maaf, bukannya aku ga bolehin kamu talpon aku, tapi aku harus mulai membatasi diriku, aku udah ga kayak dulu lagi yang bisa temenan sama siapa saja, aku kan udah punya pacar, jadi aku sendiri juga mesti membatasi pertemanan dengan teman laki-laki. Kamu ngerti maksudku kan, Dith?” dan dia menjawab, “oke Put, nyantai aja, aku ngerti koq”. Jujur, sewaktu dia berkata begitu aku berteriak dalam hati berkata, “please, besok-besok telpon aku lagi ya…”
Dia memutuskan menyudahi pembicaraan kami di telpon. Sebelumnya, dia sempat berjanji tidak akan menelponku lagi. Aku sudah akan berkata bahwa dia adalah orang yang pernah ada di hatiku, tapi tiba-tiba keberanianku menguap begitu saja, dan aku hanya sanggup berkata, “oke, met malem juga”.


Malam itu pikiranku melayang entah kemana. Aku bingung dengan diriku sendiri.
Dith, bukan maksudku ga mau kamu telpon, tapi keadaanku membuatku harus membatasi diriku. Maaf  ya. Tapi aku bersedia koq kalau sewaktu-waktu kamu butuh seseorang buat dengerin ceritamu lagi.
Sudah pukul 01.50 dini hari ketika pesan itu kukirim. Aku tak tau apa nantinya ia akan menelponku lagi, karena kalau tidak, selamanya perasaanku ini tidak akan pernah sampai kepadanya.

gambar dari sini

February 22, 2011

The Unspoken Love part 1

10 Januari 2006
Dear Diary,
Hari ini, dia kelihatan senang banget, dia dapat nilai 90 untuk ulangan Matematika, pertama kali dalam hidupnya katanya. Aku?? Cuma dapat 80, standard banget deh. Tapi dia hebat banget, cuma gara-gara diancam ga lulus, sekarang berubah.
Eh, dia sms nih,
Huf, ternyata sms mau pinjam catatan lagi. Yaudah ah, aku mau lanjut belajat lagi, besok ada ulangan Biologi sih.

12 Januari 2006
Hari ini kuperhatikan ada yang lain dari dia. Radith yang biasanya selalu duduk di deretan paling belakang, sekarang pindah di kursi paling depan. Agak kaget sih lihat perubahan demi perubahan dia, tapi, aku seneng koq, sekarang kalau mau lihat dia ga perlu tengok-tengok ke belakang lagi, karena aku duduk tepat di belakangnya. Bakal puas nih kalau tiap hari bisa ngelihat dia terus.
Pokoknya seneng banget deh sama perubahannya dia.

16 Januari 2006
Apaaaaa????
Lagi-lagi Radith dapat nilai 95, tapi ini untuk ulangan Biologi minggu lalu. Huks, sedih rasanya, aku cuma dapat 90. Dia bangga banget pamerin kertas ulangannya ke aku. Gapapa deh aku Cuma dapat segitu, aku juga puas sama hasil ulangan dia, kan itung-itung itu jaga aku yang bantu.
Oh iya, kelupaan, pulang sekolah tadi aku diajak dia makan bakso di seberang sekolah kami. Cuma berdua, tapi waktu aku tahu dia hanya bermaksud berterimakasih buat semua catatanku, rasanya dunia runtuh.

20 Januari 2006
Dear Diary,
Duh rasanya malu banget hari ini, aku ketangkep mata sama dia lagi ngeliatin dia baca buku waktu istirahat. Buru-buru aku lari ke arah kamar mandi, ngos-ngos an dan berpikir, dia tau ga ya kalau aku tadi ngelihatin dia??

25 Januari 2006
Hari ini aku janjian sama cewek-cewek satu kelas buat rujakan di rumah Tania besok sabtu pulang sekolah. Eh ada sms dari Radith nih, dia bilang besok mau duduk di sebelahku karena ada yang dia ga ngerti di materi Fisika kemaren.
Yes, yes, yes, walau cuma sehari, tapi besok aku sebangku sama dia.

26 Januari 2006
Seneng banget hari ini sebangku sama Radith. Aku suka aroma parfumnya, khas banget, sampe aku ga konsen waktu ngajarin dia Fisika dan sekali lagi aku ketangkep mata lagi ngelihat dia. Uhhhhh, maluuuuuuu beratttttttttt

28 Januari 2006
Dear Diary,
Tadi siang aku ke pasar sama temen-temen. Kita beli buah-buahan untuk rujakan. Seru bgt. Sampai di rumah Tania kita ngobrol-ngobrol sambil ngerujak. Rina salah satu teman kami minta didengar curhatannya, dia curhat tentang cowok yang lagi dia taksir, tapi……. Tunggu deh, koq kayaknya ciri-ciri tuh cowok mirip sama Radith ya??? Kurus, item, badung, suka pake boxer pink, dan sekarang lagi masa transisi untuk jadi lebih baik.
Jangan donk, kan aku juga suka sama Radith, gimana nih??? Aku malu kalau musti mengaku di depan temen2….. Aku ngaku sama kamu aja ya Diary….

9 Maret 2006
Dear Diary,
Kemaren tanggal 24-26 Februari 2006, kelas kami pergi ke luar kota, semacam acara refleksi diri gitu sih. Asik acaranya. Hal yang tak terlupakan adalah, saat acara saling maaf-maafan satu kelas, Radith peluk aku. Rasanya nyaman dan tentram banget ada di dalam pelukannya. Dia minta maaf sama aku kalau dia ada salah-salah dan minta didoain biar lulus ujian yang mengerikan ini.

21 April 2006
Dear Diary,
Seneng banget aku hari ini, aku keterima di Universitas idaman ku di Semarang lewat jalur prestasi. Tapi aku bingung, aku takut kalau harus beda universitas sama dia, kata Mima, teman sebangkuku, jangan-jangan yang aku alami ini bukan lagi sekadar kagum sama perubahan-perubahan Radith, tapi lebih dari itu, yaitu, CINTA.
Hah, aku takut menyebut kata itu. Aku takut malah nantinya aku sakit karena rasa itu. Gimana nih????

28 Juli 2006
Ya Tuhan, kenapa aku lagi seneng sewaktu dia bilang ga jadi masuk AKPOL, sekarang harus sedih karena dia diterima di Universitas di Surabaya. Kan malah semakin jauh. Ya Tuhan, kalau dia jodohku, bisa ubahkan dia ga?? Biar dia kuliah di Semarang aja, jadi masih bisa ketemu dia.

8 Agustus 2006
Apa kabarnya Radith ya?? Dia lagi dimana ya?? Lama ga denger kabarnya, jadi kangen.
Ups, apa ku sms dia aja ya?? Jangan, jangan…… ntar dia GR, malu ah. Dia lagi dengerin radio ga ya?? Apa aku kirim salam aja buat dia?? Dia masih di Semarang kan… Jadi masih dengerin radio favorit kita… Eh, ini ada lagu kesukaannya dia, judulnya Aku Bisa yang nyanyi kalau ga salah Flanela y??? aku dengerin dulu ah, bubye….

5 September 2006
Fiuh, kemaren sibuk banget, ospek, tidur Cuma 2 jam rata-rata sehari. Seru banget, walau agak sebel juga sih sama senior yang galak-galak itu. Rasanya kayak pengen aku marahin balik.
Ada acara puncaknya juga lho, semacam malam inagurasi gitu. Asik, aku mulai kenal banyak orang di fakultasku dan ada 1 orang seniorku yang kata temen-temen sih suka sama aku. Ummm, lucu juga orangnya, namanya Denis (namanya selucu orangnya lho)….

25 September 2006
Dear Diary,
Sepertinya kak Denis beneran suka sama aku deh, kata temen-temen SMA ku, mending aku milih kak Denis daripada nunggu Radith ga jelas gitu, lagipula, menurut mereka nih, kak Denis jauh lebih keren dibanding si Radith badung itu…. Uhhh, jangan dibilang badung dong temen-temen, aku suka dia karena badung dan cool nya itu koq.
Tapi pendapat temen-temen ada benernya juga sih…… aduh, gimana nih Diary, aku musti apa???? Nunggu ga jelas keberadaan Radith di sisiku, atau mulai kasih respons buat kak Denis????? Yang mana?????

20 Mei 2009
Dear Diary,
Hari ini genap 2tahun aku jadian sama kek Denis, dia orangnya baik banget, sayang banget sama aku….
Sudah 2 tahun aku pacaran sama kak Denis, berarti juga sudah lebih dari dua tahun aku pendam perasaanku buat Radith. Tapi aku sayang banget sama kak Denis, aku ga mau kecewain dia, jadi……ini terakhir kalinya aku tulis nama Radith di Diary ku ya…. Dan aku juga mau buat puisi, khusus buat Radith yang pernah spesial di hati aku…

Kau yang Kukenang

Ku tahu ku hanya manusia biasa
Ku tahu kau lelaki luar biasa
Ku sadari ku tak munglin bisa
Meski hanya memandangmu di sana
            Kau sudah buatku lupa indahku
            Karena ku terduduk terbius indahmu
Kini kuingat kenangan itu
Saat ku terdiam kagum indahmu
Kini kutertawa karena memori itu
Saat kusadari akan tingkah anehku
            Kau sepenggal kisah laluku
            Yang tak akan pernah kuhapus


Bye bye Radith…….

gambar dari sini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...