Tapi hari ini aku menemukan
Lebih lucu lagi,
mengira bahwa semua waktu
adalah panggung untuk bercanda.
Lucu.
Betapa mudahnya
bahasa menjadi indah,
namun gagal menjadi hangat.
Lalu aku tersadar satu hal,
| picture from here |
| picture from here |
| picture from here |
tentang hal-hal kecil yang diam-diam menguasai manusia
Kadang kita membayangkan jiwa manusia sebagai sesuatu yang indah dan megah, penuh kemungkinan, penuh kehidupan. Namun seperti kerajaan mana pun, ia juga bisa retak dari dalam. Dan sering kali, kerusakan itu tidak datang sekaligus. Ia datang pelan-pelan, dari hal-hal yang dibiarkan.
Ada masa ketika seseorang masih menjalani hidup seperti biasa, tetapi sebenarnya sudah kehilangan daya hidupnya. Bukan tidak bergerak, justru mungkin terlalu sibuk. Namun ada bagian dalam dirinya yang perlahan mati rasa. Ia berhenti merasa ingin tahu, berhenti merawat hal-hal yang dulu ia cintai. Mungkin itulah bentuk kemalasan yang paling sunyi, ketika jiwa tidak lagi benar-benar hadir dalam hidupnya sendiri.
Lalu ada “api-api kecil” yang tampaknya sepele seperti amarah singkat, iri hati kecil, luka yang tidak dibereskan. Tetapi beberapa kehancuran besar justru dimulai dari percikan yang dianggap tidak penting. Dan anehnya, manusia sering lebih waspada terhadap ancaman dari luar dibanding terhadap hal-hal yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya sendiri.
Kerajaan jiwa juga bisa jatuh sakit karena hal-hal yang menumpuk terlalu lama. Pikiran yang dibiarkan kusut, kecewa yang dipendam, kelelahan yang diabaikan. Bukankah banyak orang baru menyadari dirinya sedang runtuh setelah semuanya terasa terlalu berat untuk dibawa?
Namun tidak semua bencana hanya membawa kehancuran. Ada masa-masa yang meluap seperti banjir yang tampak seperti mengacaukan hidup, memaksa banyak hal berubah. Tetapi kadang justru setelah itu seseorang menjadi lebih jujur terhadap dirinya sendiri. Mungkin beberapa bagian dalam diri memang perlu dihancurkan agar sesuatu yang baru bisa bertumbuh.
Ada juga musim-musim tandus ketika usaha tidak langsung menghasilkan apa-apa. Saat seseorang mulai mempertanyakan dirinya sendiri: “Apa gunanya terus berjalan?” Tetapi mungkin jiwa juga memiliki musimnya sendiri. Tidak semua hal tumbuh secepat yang kita inginkan.
Dan mungkin salah satu penderitaan terbesar manusia adalah ketika ada terlalu banyak suara di dalam dirinya. Keinginan yang saling bertabrakan. Idealisme melawan kenyamanan. Kewajiban melawan kelelahan. Kadang perang paling melelahkan bukan yang terjadi dengan dunia, tetapi dengan diri sendiri.
Lalu datanglah kegelapan itu, bukan selalu dalam bentuk tragedi besar, melainkan kabut yang perlahan menutup cahaya. Seseorang kehilangan arah, kehilangan makna, lalu mulai percaya bahwa memang tidak pernah ada terang sejak awal. Barangkali itu sebabnya harapan begitu penting: bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena manusia membutuhkan sesuatu untuk tetap dilihat ketika semuanya terasa gelap.
Pada akhirnya, setiap orang sedang memimpin “kerajaan” di dalam dirinya sendiri. Dan mungkin pertanyaan yang paling penting bukan apakah hidup kita sempurna, melainkan: bagian mana dari jiwa kita yang diam-diam sedang meminta untuk diperhatikan?
Lucunya, lagi-lagi aku merasa seperti baru saja ditegur pelan oleh pikiranku sendiri,
![]() |
| Seandainya memutuskan sebuah perkara sesimpel memilih buku apa yang akan dibaca hari ini... pict from here |
![]() |
| pict. from here |
"Dunia ini jahat." Begitu kata lebih dari separuh penduduk penghuninya. "Dunia ini jahat." Itu juga yang dikatakan mereka yang di sekitarku.
"Aku tak peduli," Begitu kubilang saat mereka khawatir. "Tenang saja aku bisa jaga diriku koq," Tetap saja mereka khawatir.
Katanya, aku polos Mereka kira aku bakso? Polos tanpa mie? Mereka kira aku kain kafan? Polos tak bernoda? "Ah, bisa bisanya mereka saja itu!" Kataku memganggap remeh
"Tapi dunia memang jahat!" Rutukku saat malam tiba- Malam setelah ratusan malam saat banyak orang mengkhawatirkanku. "Dunia memang jahat!" Pikirku saat dunia memaku ku ke dalam lubang terdalamnya. "Dunia memang jahat!" Kata akal rasionalku ketika ia kembali dari jeratan si emosi.
"Dunia memang jahat!" Kata pikiranku yang ingin aku tidur tapi tak bisa karena sibuk memikirkan dunia yang jahat.
"Mau kemana, Glo?""Perpus, ikut?""Mau, sekalian bahas tugas yok.""Buku apa yang kita bahas nanti?""Drama apa yang mau untuk presentasi?"
![]() |
| teman-teman seangkatan literatur dulu, sesaat sebelum presentasi - sampai sekarangpun masih in touch khususnya kalau membahas buku, drama, dan karya sastra lain. |
![]() |
| picture from here |
| picture from here |
Ketika rindu membisu
Untaian kata tertelan masuk ke dalam palung terdalam
Dalamnya tak seorang pun tahu.
Ketika rindu dan kau tahu bahwa dia tak dapat dirindu
Rasanya sama seperti saat kau menahan kentut yang tak jadi.
Mual, lalu sakit…
Hidupku terasa lurus dan tenang,
jauh lebih tenang dibanding sebelum bersamamu.
Hidupku jauh terasa berwarna,
bahkan lebih berwarna warni daripada pelangi di langit ataupun cat warna di palet murid murid kecilku.
Hidupku penuh cinta, jutaan kecupan di pagi hari yang membangunkanku seakan menjadi suntikan vitamin C terdahsyat yang pernah aku rasakan.
........
PS : menemukan file draft yag belum selesai, tapi karena lupa ini dl nulis ttg apa, jadi yauda diposting tanpa edit apa - apa lagi. Sebuah pengingat buat diri sendiri untuk tidak menunda dan meninggalkan tulisan setengah jadi menjadi draft. Pusing sama draft-draft ini, mesti kumulai dari mana.
help,
"Dia kan keluar karena sakit hati tuh"
"Kamu jangan kumpul sama dia, nanti ketularan pahit"
"As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom, I knew if I didn't leave my bitterness and hatred behind, I'd still be in prison." ~ Nelson Mandela
![]() |
| seperti kata Nelson Mandela, dunia terlalu indah jika hanya dilihat dari sudut pandang napi di dalam penjara, maka, keluarlah. picture from here |
Prinsip otoritas dan ketaatan harus dibatasi oleh respek pada kepribadian anak. Otoritas bukanlah lisensi untuk menyakiti anak. Orangtua dilarang mempermainkan rasa cinta, rasa takut, sugesti, atau kharisma, atau hasrat – hasrat alamiah anak lainnya. ~ Butir keempat dari 20 butir filosofi pendidikan Charlotte Mason
![]() |
| Keona yang sedang memotret papa mamanya waktu liburan beberapa minggu yang lalu. |
Charlotte mengkritik keras orangtua yang menyelewengkan otoritasnya. Otoritas, kata Charlotte, seharusnya diabdikan untuk memberi manfaat dan melayani kepada pihak yang berada di bawah otoritas itu. “Orangtua yang sewenang-wenang, yang rewel, yang menuntut sikap hormat dan ketaatan semata-mata karena dia adalah orangtua, demi kebanggaan dan kesombongannya sendiri, sama payahnya dengan orangtua yang (tidak bisa menjalankan otoritas sama sekali dan) menghamba kepada anak-anaknya” (Vol. 2, hlm. 13).
Batasan yang jelas terhadap otoritas orangtua adalah kedudukan anak sebagai pribadi yang unik, istimewa, dan berharga. Menaruh respek pada kepribadian anak berarti orangtua secara tulus memberi ruang kepada anak untuk menjadi dirinya sendiri, menghargai hak anak untuk memilih dan menjadi individu yang autentik. Orangtua melanggar batas – batas otoritasnya jika mulai memanipulasi rasa takut anak (“Kalau kamu ga nurut, mama ga sayang lagi sama kamu!”), rasa cinta atau kekaguman anak terhadapnya (“kalau kamu sayang mama, nurut dong!”), dst.
~ Cinta Yang Berpikir, halaman 24 dan 26
| picture from here |
![]() |
| pict. from here |
![]() |
| picture from here |
![]() |
| picture from here |
![]() |
| picture from here |
![]() |
| picture from here |
so this is the time
be ready..
few hours left before 2013
...
tinggal beberapa jam lagi ya, dan saya masih belum selesai memikirkan resolusi Tahun Baru saya.
Absurb, karena nyatanya beberapa resolusi tahun 2012 pun belum saya penuhi...
Apa yang saya dapat di tahun 2012 ini, semuanya masih proses pembelajaran, saya tahu Tuhan masih sayang dan ingin saya banyak belajar.
Well, blogger, mungkin ini akan jadi malam tahun baru saya yang terakhir sebelum W-day. Saya berharap semua yang sudah di persiapkan untuk tahun depan sesuai dengan rencana Tuhan.
Tidak muluk muluk harapan untuk Indonesia juga di tahun 2013, saya ingin negeri ini semakin cinta damai dan mengamalkan Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika dengan benar, cukup 2012 saja isu SARA, berikutnya tak akan ada lagi.
Baru itu saja sih harapan saya untuk 2013, sisanya, saya masih harus merenung.
Last, selamat Tahun Baru teman-teman,
semoga 2012 menjadi kenangan, bukan untuk ditangisi, tetapi untuk pembelajaran agar semakin baik di 2013.
Solo, 31 Desember 2012
.glo.
PS: nanti malam saya mau join car free night di Solo, Slamet Riyadi, yok blogger yang di Solo ikutan kesana, saya lihat liputan latihannya, keren. Jadi tak sabar.
pict. from http://madeleine1994.tumblr.com/post/39118786159
Till the day we meet again,
I will be your girl.
The brave one, the strong one,
Till the day we meet again,
I'll see you smile (again)
Till the day we meet again,
I am going to be happy, coz I deserve it.
Till the day we meet again,
I'll make you proud
Till the day we meet again,
and at the day we meet again,
I wanna hold you tight,
never let you go for the second time
Till the day we meet again,
I do miss you, daddy....
.....
Jadi kalau lagi lembur gini si papa gak akan tidur duluan meski udah ngantuk berat sebelum liat saya selesai ,mau jam brapapun itu ☺ @CorneliaGlih
Rasanya sesuatu banget liat papa di depan rumah nungguin ªќu pulang... @aytpurple
Selalu iri melihat twit teman-teman tentang papanya,
Well guys, you are lucky to have papa yang baik...
Happy to see you happy, and I'll meet him soon,...
Happy triple 12...
Glo
pict. from http://enchanted-ribbons.tumblr.com/post/37549414598
I'll spread my wings and I'll learn how to fly.. I'll do what it takes til' I touch the sky, make a wish, take a chance, make a change......I'll take a risk, and breakaway...
- Kelly Clarkson's Breakaway -
...
Kusamnya jendela tak menghalangi mata ini menangkap benda kecil di luar sana. Hujan membasahi, angin dan mendung pekat menjadikan gelap. Meski ada satu yang masih berjuang di luar sana.
Kecil dan mungil, burung kecil itu berusaha melawan angin dan hujan yang menerpa tubuhnya. Mungkin mustahil baginya tetap terbang dengan cuaca seburuk ini, bisik hati kecilku.
Kecil dan mungil, tetapi akhirnya dengan sayapnya itu dia dapat mengalahkan angin, mengalahkan ketakutanku yang melihatnya di balik jendela ini, mengalahkan perempuan kuat yang terduduk lemah di balik si tubuh palsu yang dia sebut kruk.
...
Seekor burung kecil menginspirasi saya, mungkin angin dan hujan bisa saja menghentikannya terbang, tapi ternyata tidak. Dia bahkan mampu melawannya dengan sayap kecilnya. Lalu saya? Saya yang waktu itu masih bergantung pada kruk, burung kecil tadi meninggalkan malu, malu pada diri yang seharusnya mampu, tetapi masih selalu kalah.
Well, proud to say, saya sudah berjalan tanpa kruk lagi.
Rasanya? Awalnya takut, takut jatuh, takut salah langkah, dan ketakutan lainnya. Tapi saya pikir, bagaimana bisa saya membuktikan pada dokter kalau vonisnya salah, jika saya masih terus bergantung pada kruk. Nyatanya, hanya naik turun tangga yang saya masih harus melangkah satu-satu.
Bulan depan, saya pasti sudah bisa naik turun tangga dengan normal.. #tekad
Bye kruk, I WILL NOT MISSING YOU..
.glo.
pict. from http://hit-or-miss.tumblr.com/post/93156799/enamour-via-threeseptembersandajanuary