Showing posts with label literature post. Show all posts
Showing posts with label literature post. Show all posts

July 01, 2026

Perkara Kata - Yang Sulit Diterjemahkan

picture from here


Orang-orang bilang,
buku adalah jendela dunia,
dan membaca itu 
menambah kosakata.

Tapi hari ini aku menemukan
sesuatu yang menarik,
tentang membaca, kata, dan bahasa.

Mengutak-atik bunyi,
membalik kata,
hingga Mirror of Erised
berubah menjadi Cermin Tarsah
karena bahkan 'hasrat'
ingin diberi rumah
dalam bahasanya sendiri.

Lucunya,
dibelahan bumi yang lain,
ada yang begitu fasih mengucapkan
'memanusiakan manusia'
namun melihat manusia
tak lebih dari sebuah vas
punya nilai selama belum retak.

Lebih lucu lagi,
seseorang yang lain
mengira bahwa semua waktu
adalah panggung untuk bercanda.
Seolah air mata dan tai mata
hanya dipisahkan oleh satu pilihan kata.

Lucu.

Betapa mudahnya
bahasa menjadi indah,
namun gagal menjadi hangat.

Lalu aku tersadar satu hal,
kemampuan berbahasa
ternyata bukan hanya tentang
seberapa banyak buku yang dibaca
seberapa indah tulisan yang dicerna
juga bukan tentang
seberapa banyak kata yang dikuasai.

Melainkan,
bagaimana bacaan dan kata yang dicerna
membuat manusia menghormati makna
membuat manusia melihat
manusia lainnya
secara utuh.



------------
sebuah obrolan di sela2 buku-buku di toko buku dengan Pramesti berbuah sebuah puisi wkwkwkkwkwk...



June 24, 2026

Setelah Membaca Peta yang Sama Berkali-kali - Kajian 24 Juni 2026, CM Vol. 4, Bag II, Bab 1

picture from here


Dulu, aku kira mengenal diri
adalah menghafal hal-hal sederhana
apa yang kusukai,
apa yang kutakuti,
apa yang membuatku bertahan
di hari-hari yang panjang.

Ternyata tidak.

Ternyata ia lebih mirip
membaca sebuah peta wilayah yang luas,
lalu menyadari
betapa banyak bagian yang belum kumengerti.
Ada batas-batas yang selama ini
ingin kuubah menjadi jalan.
Ada sungai yang selalu meluap
setiap kali harapan bertemu kenyataan.
Ada daerah yang tampak tenang dari jauh,
namun selalu bergemuruh di dalam.
Dan ada musim-musim tertentu
yang datang tanpa bisa dicegah.

Malam ini aku menyadari sesuatu.
Selama ini aku mengira
aku sedang memperjuangkan keadilan.
Padahal mungkin
aku sedang berhadapan
dengan batas-batas diriku sendiri.

Dengan kenyataan bahwa
tidak semua hal bisa kuatur sesuai mauku
hanya karena aku menginginkannya.
Tidak semua pintu terbuka
hanya karena aku sudah menunggu lama.
Tidak semua perjalanan
memiliki lintasan yang sama.

Mungkin pengendalian diri
bukan tentang mematikan keinginan.
Melainkan tetap bersikap lembut dan tenang
ketika keinginan itu tidak menemukan jalannya.
Tetap menjaga hati
ketika dunia berjalan
dengan ukurannya sendiri.

Dan mungkin karena itulah
mengenal diri terasa begitu penting.
Karena suatu hari,
anak yang sedang kutuntun
akan memiliki peta dirinya sendiri
menemukan batas-batasnya sendiri.

Dan aku berharap,
saat hari itu tiba,
aku tidak mengajarinya
cara memenangkan segala sesuatu.
Aku berharap aku bisa mengajarinya
cara tetap utuh
ketika tidak semua hal dapat dimenangkan.



June 06, 2026

Kangen #3

picture from here


Dulu pernah ada kalimat
yang diucapkan sambil lalu,
lalu menetap bertahun-tahun
seperti paku kecil di dinding.

"Nanti kamu akan mengerti."

Dan ternyata waktu memang suka menang.

Pagi ini, entah kenapa,
kalimat itu datang lagi.
Bukan bersama suaranya,
bukan bersama wajahnya,
hanya datang sendiri
saat matahari belum benar-benar tinggi.

Ada rindu yang aneh.

Bukan rindu untuk bertemu.
Bukan rindu untuk mendengar cerita lama.

Hanya rindu pada seseorang
yang pernah begitu yakin
tentang sulitnya hidup.

Dan hidup memang tidak sedang ramah.

Ada langkah-langkah yang terasa lebih berat
karena jalan ini pernah dilalui orang lain terlebih dahulu.
Ada pintu-pintu yang terbuka
karena nama yang ditinggalkan.
Ada pula yang diam-diam terasa harus dijaga
meski pemiliknya sudah lama pergi.

Kadang-kadang kebahagiaan datang.

Sederhana saja.
Secangkir kopi yang hangat.
Kabar baik yang tak diduga.
Tawa yang lolos begitu saja.

Tapi selalu ada sesuatu
yang berdiri di ambang pintu,
seolah bertanya,

"Benarkah semua ini boleh?"

Lalu,
Pagi ini air mata jatuh juga.

Bukan karena kehilangan.
Bukan karena ingin memanggil pulang
yang sudah tak mungkin pulang.

Melainkan karena tiba-tiba ingin bertanya:

Jika seseorang meninggalkan begitu banyak jejak,
apakah orang yang berjalan setelahnya
boleh merasa ringan?

Ataukah sebagian dari hidup
memang harus dijalani
dengan menoleh ke belakang?

Aku tidak tahu.

Yang kutahu,
rindu kali ini tidak berbentuk wajah.

Rindu kali ini berbentuk jeda
di antara syukur dan sesak.

Dan untuk pertama kalinya,
aku menyadari:

mungkin yang paling kurindukan
bukan orangnya

melainkan izin
untuk hidup tanpa merasa sedang meninggalkannya.
_____________________________

baca juga Kangen dan Kangen#2 di sini dan di sini

May 14, 2026

Bahaya dalam Kerajaan Jiwa - Kajian, 13 Mei 2026 (Bab 2, Vol. 4)

picture from here

tentang hal-hal kecil yang diam-diam menguasai manusia

Kadang kita membayangkan jiwa manusia sebagai sesuatu yang indah dan megah, penuh kemungkinan, penuh kehidupan. Namun seperti kerajaan mana pun, ia juga bisa retak dari dalam. Dan sering kali, kerusakan itu tidak datang sekaligus. Ia datang pelan-pelan, dari hal-hal yang dibiarkan.

Ada masa ketika seseorang masih menjalani hidup seperti biasa, tetapi sebenarnya sudah kehilangan daya hidupnya. Bukan tidak bergerak, justru mungkin terlalu sibuk. Namun ada bagian dalam dirinya yang perlahan mati rasa. Ia berhenti merasa ingin tahu, berhenti merawat hal-hal yang dulu ia cintai. Mungkin itulah bentuk kemalasan yang paling sunyi, ketika jiwa tidak lagi benar-benar hadir dalam hidupnya sendiri.

Lalu ada “api-api kecil” yang tampaknya sepele seperti amarah singkat, iri hati kecil, luka yang tidak dibereskan. Tetapi beberapa kehancuran besar justru dimulai dari percikan yang dianggap tidak penting. Dan anehnya, manusia sering lebih waspada terhadap ancaman dari luar dibanding terhadap hal-hal yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya sendiri.

Kerajaan jiwa juga bisa jatuh sakit karena hal-hal yang menumpuk terlalu lama. Pikiran yang dibiarkan kusut, kecewa yang dipendam, kelelahan yang diabaikan. Bukankah banyak orang baru menyadari dirinya sedang runtuh setelah semuanya terasa terlalu berat untuk dibawa?

Namun tidak semua bencana hanya membawa kehancuran. Ada masa-masa yang meluap seperti banjir yang tampak seperti mengacaukan hidup, memaksa banyak hal berubah. Tetapi kadang justru setelah itu seseorang menjadi lebih jujur terhadap dirinya sendiri. Mungkin beberapa bagian dalam diri memang perlu dihancurkan agar sesuatu yang baru bisa bertumbuh.

Ada juga musim-musim tandus ketika usaha tidak langsung menghasilkan apa-apa. Saat seseorang mulai mempertanyakan dirinya sendiri: “Apa gunanya terus berjalan?” Tetapi mungkin jiwa juga memiliki musimnya sendiri. Tidak semua hal tumbuh secepat yang kita inginkan.

Dan mungkin salah satu penderitaan terbesar manusia adalah ketika ada terlalu banyak suara di dalam dirinya. Keinginan yang saling bertabrakan. Idealisme melawan kenyamanan. Kewajiban melawan kelelahan. Kadang perang paling melelahkan bukan yang terjadi dengan dunia, tetapi dengan diri sendiri.

Lalu datanglah kegelapan itu, bukan selalu dalam bentuk tragedi besar, melainkan kabut yang perlahan menutup cahaya. Seseorang kehilangan arah, kehilangan makna, lalu mulai percaya bahwa memang tidak pernah ada terang sejak awal. Barangkali itu sebabnya harapan begitu penting: bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena manusia membutuhkan sesuatu untuk tetap dilihat ketika semuanya terasa gelap.

Pada akhirnya, setiap orang sedang memimpin “kerajaan” di dalam dirinya sendiri. Dan mungkin pertanyaan yang paling penting bukan apakah hidup kita sempurna, melainkan: bagian mana dari jiwa kita yang diam-diam sedang meminta untuk diperhatikan?


Lucunya, lagi-lagi aku merasa seperti baru saja ditegur pelan oleh pikiranku sendiri,



August 11, 2022

Tuhan Tahu Isi Hatiku - Refleksi Kamisan, 11 Agustus 2022

Seandainya memutuskan sebuah perkara sesimpel memilih buku apa yang akan dibaca hari ini...
pict from here

tentang paragraf terakhir Charlotte Mason volume 6, halaman 320
--------------------------------------------------
Aku sering bergumul dalam hatiku
Benarkah ini, salahkah aku?
Pagi ini pun aku serasa dikuliti
Oleh sebaris paragraf yang kubaca

Aku takut melangkah
Aku takut jalanku salah
Aku takut pilihanku tak benar
Aku takut
Aku takut
Aku takut
Banyak takutku

Sering aku berpikir,
aku mau seperti ini
tapi kadang aku merasa ada tembok yang bernama realita berdiri kokoh di depanku

Aku tahu kalau manusia hidup tidak hanya dari roti saja
Aku tahu kalau manusia butuh spiritualitas di hidupnya
Tapi aku juga tahu bahwa untuk hidup aku butuh roti
apakah aku hidup untuk mencari roti saja?

Aku takut
Takut kalau kebutuhanku mencari roti saja membuatku lupa akan esensi jadi manusia
Aku takut

Tapi aku lega saat aku tahu bahwa manusia hanya dapat melihat perilaku tanpa tahu motivasi seseorang
Aku takut perilakuku salah
Tapi aku lega saat mendengar hanya manusia masing-masing yang dapat menilik motivasinya

Aku butuh roti,
tapi aku lega Tuhan tahu isi hatiku
Tuhan tahu motivasiku


Aku lega,




-------------------------------------------
note : aku selalu takut, apakah yg kukerjakan ini baik dsb, tapi lega saat mendengar c Lydia dalam diskusi bilang "ya orang kerja, dapat upah untuk hasil pekerjaannya kan", itu mengingatkanku lagi atas perkataan alm. papa yg kasih pesan di hari pertamaku bekerja "Jangan kerja karena uang, nikmati pekerjaannya, kalau kamu menikmatinya, dan pekerjaanmu serta skill mu bertambah, UANG AKAN MENGIKUTI dengan sendirinya."... dan dengan pernyataan mba Tiur bahwa kita bisa melihat perbuatan seseorang, tapi kita tidak bisa tau motivasinya selain orang itu sendiri, aku legaaaa....Thanks all, diskusinya melegakan.......

November 04, 2021

(bukan) Dunia Yang Jahat!

pict. from here

"Dunia ini jahat." Begitu kata lebih dari separuh penduduk penghuninya. "Dunia ini jahat." Itu juga yang dikatakan mereka yang di sekitarku.

"Aku tak peduli," Begitu kubilang saat mereka khawatir. "Tenang saja aku bisa jaga diriku koq," Tetap saja mereka khawatir.

Katanya, aku polos Mereka kira aku bakso? Polos tanpa mie? Mereka kira aku kain kafan? Polos tak bernoda? "Ah, bisa bisanya mereka saja itu!" Kataku memganggap remeh

"Tapi dunia memang jahat!" Rutukku saat malam tiba- Malam setelah ratusan malam saat banyak orang mengkhawatirkanku. "Dunia memang jahat!" Pikirku saat dunia memaku ku ke dalam lubang terdalamnya. "Dunia memang jahat!" Kata akal rasionalku ketika ia kembali dari jeratan si emosi.

"Dunia memang jahat!" Kata pikiranku yang ingin aku tidur tapi tak bisa karena sibuk memikirkan dunia yang jahat.

Tapi lalu aku berpikir lagi, "Ah, bukan dunia yang jahat! Tapi orang orangnya! Yea ga semua, tapi banyak!"
dan
"Ahhh pantas saja aku lebih suka film dengan musuh zombie ketimbang psikopat, karena MANUSIA MENYERAMKAN!"
Tapi setidaknya, dengan adanya yang jahat, aku jadi tahu bahwa yang baik juga ada.


Aku, masih berkutat dengan pikiranku,



February 25, 2021

Buku yang Menyatukan Kita - KAMISAN 25.02.2021

"Mau kemana, Glo?"
"Perpus, ikut?"
"Mau, sekalian bahas tugas yok."
"Buku apa yang kita bahas nanti?"
"Drama apa yang mau untuk presentasi?"
...

Kamu suka genre gothic
Aku suka genre romantis
Kamu mendengarkanku bercerita kisah manis karya Shakespeare
Aku mencatat hal menarik dari ceritamu tentang Mary Shelley dan Frankenstein-nya
Kamu dan intepretasimu tentang kehidupan
Aku dan intepretasiku tentang perjuangan

Kita menghabiskan waktu mengobrol tentang banyak hal dari buku yang kita baca bersama
Kamu bilang Frankenstein kasihan,
aku justru kasihan dengan penulisnya dan latar belakang kehidupannya

Wah ternyata ada perbedaan dari intrepetasi kita tentang buku yang sama-sama kita baca untuk tugas kuliah waktu itu ya,
kukira kamu akan satu pemikiran denganku,
kamupun mengira aku akan sepemikiran,
tapi ternyata intepretasi kita berbeda, padahal bukunya sama
dan karena berbeda interpretasi itu maka presentasi tugas kita jadi hidup, kaya akan ide
Kamu dapat nilai A,
Aku juga

Lalu kita seakan ketagihan,
menghabiskan waktu menunggu jam jam kuliah berikutnya di kamar kos mu untuk membaca buku bergantian,
atau duduk di perpustakaan dengan setumpuk buku yang akan dibaca.
Begitu hingga akhirnya kita dapat menyelesaikan 4 tahun bersama.

"Sudah baca Charles Dickens, Glo?"
"Sudah, aku baru beli bukunya kemarin."

Aku bersyukur minatku akan buku meningkat,

Terima kasih, kawan.

julukan dosen waktu itu untuk kami bertiga adalah "trio mini". Diskusi hari ini mengingatkan saat-saat mengerjakan tugas kuliah bersama, satu buku namun kaya ide menjadikan presentasi kami menjadi kaya.

teman-teman seangkatan literatur dulu, sesaat sebelum presentasi - sampai sekarangpun masih in touch khususnya kalau membahas buku, drama, dan karya sastra lain.

Friendship is born at that moment when one person says to another:
"What! You too? I thought I was the only one." ~ C.S. Lewis

Dulu, saya kira saya satu-satunya kutu buku aneh yang suka nongkrong berlama-lama di toko buku, ternyata karena buku dan karya sastra, saya justru punya kawan sesama pecinta buku, hehehehe. Setiap mengobrol selalu isinya "bedah buku", sampai selalu kalimat kami "bedah aja sekalian semuanya, bedah, bedah!".

Jadi kangen masa memburu buku baru, naik bis dari kampus ke mall cuma buat beli buku, dan nongkrong berlama-lama di perpustakaan,


September 23, 2020

Kukira Kamu Manekin



picture from here

Kukira kamu manekin,
saat semua orang memanggilmu begitu
Diam di sudut tak mengindahkan keadaan sekitarmu
Kukira kamu manekin,
akupun setuju bahwa dirimu memang cantik sehingga orang menyebutmu begitu
tapi apakah kamu hanya diam saja saat kuajak bicara?
dirimu berteriak, berkata bahwa mereka yang diam bukan dirimu
dirimu berteriak, berkata bahwa saat kau bertanyapun mereka yang diam
mereka yang manekin, begitu katamu
Kukira kamu manekin,
yang diam tak berbuat apa-apa saat teman di sekitarmu sibuk, atau sok sibuk?

Kukira kamu manekin,
hingga akhirnya waktu berganti, dan kau memiliki kesempatan yang lain
Kukira kamu manekin,
sampai tiba-tiba saja, ia berkata bahwa dirimu ternyata sama sepertiku
Kukira kamu manekin,
tersenyum cantik tanpa berbuat apa-apa, hingga kusadari bahwa manekin itu ternyata bukan dirimu

Kukira kamu manekin,
sebelum kutahu bahwa yang memanggilmu begitu justru lebih manekin ketimbang kamu.
Kepada puan yang pernah kusebut manekin, 
terima kasih telah memperhatikanku sejak lama 
terima kaasih karena sudah memberi tahu bahwa ternyata akupun berarti
sama berartinya dengan dirimu yang orang bilang manekin

Kukira kamu manekin, 
kosong tak berjiwa,
tapi nyatanya itu hanya untuk menutupi keadaan sesungguhnya 
keadaan sebuah manekin sesungguhnya yang justru berteriak manekin.

Di tengah manekin yang meneriakimu manekin,
terselip doa
semoga kamu berbahagia, selalu


Semarang, 23.09.2020,



PS : ini draft dari bulan Februari 2020, br kepikiran buat lanjutin hahahhaha



August 14, 2020

Ketika Rindu

picture from here

Ketika rindu  membisu

Untaian kata tertelan masuk ke dalam palung terdalam

Dalamnya tak seorang pun tahu.

 

Ketika rindu dan kau tahu bahwa dia tak dapat dirindu

Rasanya sama seperti saat kau menahan kentut yang tak jadi.

Mual, lalu sakit…

 

Hidupku terasa lurus dan tenang, 

jauh lebih tenang dibanding sebelum bersamamu. 

Hidupku jauh terasa berwarna, 

bahkan lebih berwarna warni daripada pelangi di langit ataupun cat warna di palet murid murid kecilku. 

Hidupku penuh cinta, jutaan kecupan di pagi hari yang membangunkanku seakan menjadi suntikan vitamin C terdahsyat yang pernah aku rasakan.

........

PS : menemukan file draft yag belum selesai, tapi karena lupa ini dl nulis ttg apa, jadi yauda diposting tanpa edit apa - apa lagi. Sebuah pengingat buat diri sendiri untuk tidak menunda dan meninggalkan tulisan setengah jadi menjadi draft. Pusing sama draft-draft ini, mesti kumulai dari mana.


help, 


July 31, 2020

Aku Mengingat Tanggal Bukan Karena Sakit Hati

"Dia kan keluar karena sakit hati tuh"  
"Kamu jangan kumpul sama dia, nanti ketularan pahit" 
...

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
15 Maret 2019, 26 Mei 2019, 29 Juni 2019, 29-30 Agustus 2019, 2 Oktober 2019, 20 Desember 2019, 27 Maret 2020, atau 
tanggal-tanggal lain menyakitkan sebelum itu yang tak mungkin kusebutkan satu persatu.

Kalau kumau, aku juga bisa menyebutkan tanggal dengan kenangan baik akanmu....
Cuma rasanya koq tak ingin ya.

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
Dulu, kukira mengampuni itu sama dengan melupakan
Sehingga aku menghabiskan waktuku sia-sia untuk berusaha melupakan

Aku mengingat tanggal bukan berarti aku dendam.
Menghabiskan waktu untuk melupakan justru membuat luka yang kau buat semakin lebar.
Aku tak mau begitu, jadi kubiarkan saja

Aku mengingat tanggal bukan karena aku dendam.
Kalau kamu sudah bilang begitu ke setiap orang, aku bisa apa
Yang kubisa adalah menjaga hatiku agar tidak terluka lagi, aku pergi

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam.
Tuhan tahu hatiku, aku bahkan belajar mengampuni sejak 20 Juni 2020, aku akan ingat itu.

Aku mengingat tanggal bukan karena aku dendam.
Bukankah kita belajar tentang sejarah penjajahan Belanda dan mengingatnya?
Tapi itu tidak berarti kita dendam pada Belanda kan?



...

"As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom, I knew if I didn't leave my bitterness and hatred behind, I'd still be in prison." ~ Nelson Mandela

seperti kata Nelson Mandela,
dunia terlalu indah jika hanya dilihat dari
sudut pandang napi di dalam penjara,
maka, keluarlah.
picture from here


Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
Aku justru mengingatnya karena aku tahu 
sekarang saat mengingatnya aku sudah tidak apa-apa

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
terima kasih sudah berpikir begitu, 
setidaknya bebanku lebih ringan 
karena masih ada yang berpikir begitu...

Aku mengingat tanggal bukan karena dendam,
tapi karena aku bersyukur dapat melalui masa pahit nan kelam.


April 13, 2019

OBEY not OBEY

Prinsip otoritas dan ketaatan harus dibatasi oleh respek pada kepribadian anak. Otoritas bukanlah lisensi untuk menyakiti anak. Orangtua dilarang mempermainkan rasa cinta, rasa takut, sugesti, atau kharisma, atau hasrat – hasrat alamiah anak lainnya. ~ Butir keempat dari 20 butir filosofi pendidikan Charlotte Mason

Keona yang sedang memotret papa mamanya waktu liburan beberapa minggu yang lalu.


Dalam bukunya, bu Ellen menulis :
Charlotte mengkritik keras orangtua yang menyelewengkan otoritasnya. Otoritas, kata Charlotte, seharusnya diabdikan untuk memberi manfaat dan melayani kepada pihak yang berada di bawah otoritas itu. “Orangtua yang sewenang-wenang, yang rewel, yang menuntut sikap hormat dan ketaatan semata-mata karena dia adalah orangtua, demi kebanggaan dan kesombongannya sendiri, sama payahnya dengan orangtua yang (tidak bisa menjalankan otoritas sama sekali dan) menghamba kepada anak-anaknya” (Vol. 2, hlm. 13).
Batasan yang jelas terhadap otoritas orangtua adalah kedudukan anak sebagai pribadi yang unik, istimewa, dan berharga. Menaruh respek pada kepribadian anak berarti orangtua secara tulus memberi ruang kepada anak untuk menjadi dirinya sendiri, menghargai hak anak untuk memilih dan menjadi individu yang autentik. Orangtua melanggar batas – batas otoritasnya jika mulai memanipulasi rasa takut anak (“Kalau kamu ga nurut, mama ga sayang lagi sama kamu!”), rasa cinta atau kekaguman anak terhadapnya (“kalau kamu sayang mama, nurut dong!”), dst.
~ Cinta Yang Berpikir, halaman 24 dan 26

Jika membaca buku tulisan bu Ellen secara utuh, saya merefleksikannya dengan perilaku orangtua (mungkin saya pun masih sesekali begitu) yang “memanfaatkan” cinta anak untuk meMENANGkan kepatuhan mereka.
Belum sampai di situ karena yang menggangu pikiran saya adalah ketika saya merelasikan butir keempat tadi dengan relasi saya dengan orang dewasa (tidak hanya dengan anak-anak). Hal ini kemudian membawa saya pada ingatan menonton episode MasterChef (baca kisahnya di sini) beberapa minggu yang lalu ketika dua peserta harus keluar karena inti dari masakan mereka (daging ayam dan bebek) belum matang. Jika dirunut, kesemua butir filosofi ini sebenarnya membantu kita menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik, seperti misalnya habit of perfect execution yang saya bahas pada post sebelum ini.
Ada seorang peserta lain yang saya perhatikan, yaitu Rama. Saat juri sedang menilai hasil masakan dua peserta yang dagingnya belum matang tersebut, Rama berkata hal semacam “wah kalau dia lolos padahal dagingnya belum matang, besok lagi saya bakal masak enak tapi dagingnya ga perlu matang gapapa”. Statement tersebut sudah mengganggu saya untuk lebih dari seminggu saya pikirkan. Mari berefleksi, berapa dari kita yang masih suka “aku bakal begitu, kalau kamu begini”?

Butir keempat filosofi Charlotte Mason ini menjawab sudah kegundahan hati saya saat mendengar statement Rama tersebut. Ketaatan/ kepatuhan/ kebaikan/ habit tertentu TIDAK BOLEH TERPENGARUH pada perilaku orang lain, let me simplify, kalau mau baik ya baik aja ga usah nunggu orang lain baik dulu. Rama kalau mau baik, mau masak dengan sempurna, ya buat aja sempurna, ga perlu terpengaruh sama hasil orang lain yang mungkin ga sempurna tapi diterima. In addition, kita tidak boleh menjadikan “ketidaksempurnaan” orang lain untuk menjadi “excuse” kita agar bisa “ikutan” tidak sempurna juga. Contoh, di tempat kerja (yang lama), suami hanya berdua saja di kantor dengan partmernya karena itu adalah kantor cabang. Tidak ada bos, teman kantor yang satu-satunya sering telat, menggoda sekali untuk suami ikut-ikutan “ga patuh” dan ikut terlambat. Tapi waktu itu, suami memilih untuk tetap datang tepat waktu dengan alasan sederhana yang dia bilang “ya neg aku mau ontime ya ontime aja, ngopo ngenteni mas *** ontime sik” (translate : ya kalau saya mau datang tepat waktu ya tepat waktu aja, ga perlu menunggu si teman kantor untuk datang tepat waktu juga.).

Conclusion : kalau kita sudah punya metal “GA TERPENGARUH” dengan perilaku orang lain ini, mau habit dan kebiasaan baik apapun pasti tidak akan sulit dilakukan.
So, readers be good all the time to all people no matter what.



Xoxo, 



PS : kemarin saya dapat mention di akun Instagram saya dari seorang reader blog saya ini. Terima kasih buat semua yang sudah baca tulisan - tulisan saya ini, semoga tulisan saya bisa terus bermanfaat buat teman-teman ya :)

May 20, 2014

Yang Dirindu


picture from here

Dalam gelapnya malam, dia masih berjuang untuk membuka mata, berharap seseorang  yang dia sudah tinggalkan lama tersedia lagi untuknya.  Dia galau, maunya menyapa tapi malu, diam, dia bohong. Bohong dengan hatinya, tentu saja.
Dia pernah berharap ada di sisinya meski angkuh mengalahkan segalanya. Dirinya terlalu sombong untuk mengakui, ya, aku cinta. Dirinya terlalu congkak untuk bilang, aku sayang kamu.
Dan kalau sekarang seseorang itu sudah pergi meninggalkannya. Yah belum tentu juga bisa dibilang meninggalkan sih, karena dia juga tak pernah tahu bagaimana perasaan seseorang itu, yang terpisah puluhan kilometer darinya, terpisah jam dan waktu yang berbeda.
Dan kalau sekarang dia terlambat untuk mengakui, saat seseorang itu sudah dengan yang lain, mau apa lagi dia? Merusak? Mengganggu?
Dia tak bisa apa apa walau mungkin saja seseorang di sana yang dia rindukan ternyata sedang merindukannya juga. Dia tak bisa apa apa saat setiap gambar yang terekam mengembalikan memori masa lalunya. Dan dia juga tak bisa apa apa saat yang dirindukannya ternyata tak merindunya, meski bisa saja ternyata mereka saling rindu.


Dunia berputar, waktu berganti, tapi cintanya tidak…
Image and video hosting by TinyPic

July 30, 2013

To Whom It May Concern

pict. from here

Aku sedang melukiskan kebahagiaanku.
Mungkin seperti apa itu kira-kiranya?
Aku belum tahu,
tapi sepertinya,
Bukan gambar pemandangan sawah dengan gunung dan mataharinya,
bukan pula gambar pantai dengan pohon kelapanya yang menyejukkan.
Gambar bahagiaku masih jelek, pensil dan penghapus seringkali bergantian di atas kanvasnya,
Gambar bahagiaku baru hitam putih,
kuning? hijau?
ahhhkkk, aku bahkan belum tahu hendak ku warnai apa.

Aku sedang melukiskan kebahagiaanku.
Yang kamu bilang membuatmu hilang arah, lepas
kusebut marah, bukan.
kusebut jengkel, kaubilang lebih dari itu.

Oh lantas mungkinkah lukisan kebahagiaanku itu jadi nantinya?
Sepertinya aku perlu memberimu pensil dan penghapus juga,
agar kau bisa dengan leluasamu menggambarkannya di sini,
di kanvas hatiku.
lukisan bahagia yang akan kita buat sebentar lagi.

errrrr,
sayang, maaf,
aku pun mungkin saat ini sedang hilang arah,
tapi bisakah kita bertemu sekali saja?
meski hanya untuk menentukan apa seperti apa kelak gambarnya?
gambar lukisan kebahagiaan kita..

luv u,
Image and video hosting by TinyPic

April 21, 2013

Perempuan Bicara Emansipasi

picture from here



Emang sih namanya emansipasi wanita,
Tapi kan bukan berarti perempuan lupa kodratnya, hamil, mengurus suami, mengurus rumah.
Emang sih emansipasi wanita,
Kerja gila gilaan, lembur dan lain lain, tapi bukan berarti anak dan suami terlupakan kan?
Emang sih emansipasi wanita,
Tapi, masak iya kalau gaji lebih tinggi dari suami lalu suami diinjak injak?
Emang sih emansipasi wanita,
Tapi bukan berarti wanita ga butuh pria kan?
Emang sih emansipasi wanita,
Tapi itu bukan berarti wanita tidak bisa dipimpin pria kan?
Emang sih emansipasi wanita,
Tapi bukan berarti wanita jadi seenak jidatnya sendiri kan?
Emang sih emansipasi wanita,
Tapi kalau cara menghargai pria saja lupa, yakin masih mau teriak emansipasi?
Emang sih emansipasi wanita,
tapi, emansipasi bukan perkara siapa yang superior, melainkan ketika pria dan wanita bisa setara.

Selamat Hari Kartini untuk perempuan perempuan hebat dan laki laki hebat yang didukung oleh perempuan perempuan hebat pula.

Image and video hosting by TinyPic


PS : saya jarang banget sekarang ngurusin blog...maklum, siklus tahunan (baca : mau rapotan dan bikin soal2 test buat anak anak masuk ke SD). Itu di atas tadi adalah twit saya hari ini. Kalau kangen sama tulisan saya (kalo ngga yaudah gapapa) coba temukan saya di twitter ya @gloriaputri karena saya lebih sering muncul di sana dengan ocehan ocehan singkat saya.....
bubzzbyee ;) *balik lagi ke kerjaan*

January 28, 2013

Sesungguhnya



Bagaimana rasanya ketika belasan tahun kau suka tapi kemudian tak bisa, tak sampai?
Bagaimana pula rasanya saat ingin kembali lagi namun kau tak boleh, bahkan hanya untuk sekedar “mengintip” kembali?
Bagaimana rasanya kalau kau mau, tapi maumu tertutup takut?
Juga kemudian saat semua orang satu persatu beranggapan kau menikmati takutmu, kau menikmati ketidak bisaanmu? Apa rasanya?
SAKIT.

picture from here


Sesungguhnya saya rindu high heels
Sesungguhnya saya rindu wedges
Sesungguhnya saya ingin Taekwondo
Sesungguhnya saya ingin berlari
Sesungguhnya SAYA TAK MENIKMATI SAKIT SAYA.

“mas, kalau sakit sobek acl ligament begini serba salah ya?”
“serba salah gimana mba?”
“iya, dari luar saya terlihat sehat dan baik baik saja, padahal dalamnya panas, radang, nyeri, sakit”
“sabar ya mba”

Saya mulai bosan, jujur. Ini bukan galau ya (kalau yang beranggapan saya sedang galau menye menye, lebih baik tutup saja halaman ini), ini curhat. Saya cape karena rasanya semua usaha saya untuk sembuh sia sia. Tak boleh begini, tak boleh begitu, begini salah, begitu salah, serba salah.
Mungkin sebagian orang yang melihat tidak akan sadar kalau kaki kanan sayapun sekarang mulai sering sakit karena menahan beban tubuh yang tidak sanggup dilakukan kaki kiri saya.
Mungkin sebagian besar orang yang melihat saya baik baik saja, atau bisa juga mereka beranggapan saya sedang menikmati semua perhatian karena kaki saya yang sakit.

Atau mungkin mereka mengira saya bahagia tak lagi dapat melatih Taekwondo, satu dari tanggung jawab saya selain sebagai seorang guru di sekolah.

Dan sesungguhnya, sekarang saya sedang berjuang untuk BENAR BENAR SEMBUH….

“mendingan sakit batuk apa flu demam ya mas, jadi dari luar kelihatan, capek oq mas saya dengan pertanyaan ‘kakimu belum sembuh Glo?’ ‘Kapan bisa melatih Taekwondo lagi Glo?’”
“kalau ada yang tanya begitu mba, bilang aja sudah sembuh tapi masih pemulihan”
“saya dipikir seneng kali ya mas ga bisa melatih Taekwondo lagi, beban mas”
“sabar mba, jangan dulu deh kalau buat yang itu”

Sesungguhnya, sekarang saya berharap semua orang itu adalah fisioterapis yang mengerti keadaan saya.
Sesungguhnya, saat ini saya memang sedang butuh di mengerti. Itu  saja……

Image and video hosting by TinyPic

January 25, 2013

Unspoken Love; Tak Pernah Tahu


Dimana Put? Aku lagi di café, yang biasa. Bisa kesini? Kangen. Ajak pacarmu juga gak apa apa.

Lagu “California King Bed” milik Rihanna memenuhi kamar Puti malam minggu itu ketika tiba-tiba lampu telepon genggamnya berkedip, sebuah pesan singkat masuk. Kisah Tak Sempurna, nama kontak itu yang muncul, Radith.
“kenapa tiba-tiba dia sms?” Puti bertanya-tanya dalam hati, enggan membuka pesan singkat tersebut.
Dua jam berlalu, Puti hendak mematikan laptopnya bersiap untuk tidur, tidur awal lagi di malam minggu kesekian dia sendiri ketika tiba-tiba dia teringat belum membaca pesan singkat dari Radith. Membaca kemudian mendesah menyesal mengapa tak membacanya langsung ketika pesan itu masuk, Puti mengetik pesan balasan.
Sori Dith, baru baca, habis pacaran.. hehe.. udah pulang ya? Hmmmmm. Kapan-kapan aja deh ketemunya ya?
Pagi Dith, kamu sampai kapan di sini? Lagi pulkam nengokin keluarga ya? Nanti malam aku ada rencana mau ke café, ketemuan aja yuk… Sekalian kamu traktir aku, kan lima hari yang lalu kamu ulang tahun.. hehehe
Panik tak mendapat balasan keesokan paginya, Puti mengirimkan sebuah pesan singkat lagi. Berkali-kali lampu telepon genggamnya berkedip tanda pesan masuk, tapi bukan pesan dari Radith.
“Put, kamu nggak tahu ya kalau ayahnya Radith meninggal?”
“Hah??? Kapan? Aku ga tahu……”
“Wihhhh, pantes aja kamu ga kelihatan pas pemakamannya ayahnya Radith, Jumat yang lalu beliau dimakamkan. Aku ketemu Radith juga di pemakaman. Kasihan ya dia, kado ulang tahunnya ayahnya malah meninggal. Ehhhhhh….kamu kok malah bengong sih diceritain?”
Mima menggoyang goyangkan tangannya di hadapan Puti.
Maaf Dith, aku gak tahu kalo papamu meninggal. Turut Berduka ya, aku barusan aja tahunya.
“kasihan, ternyata kemarin mungkin dia minta ditemani setelah papanya tiada, dan aku yang dia minta datang, mengabaikannya”.
Tombol “send” ditekan, ketika tak lama kemudian telepon genggamnya berkedip.
Eh gapapa Put. Iya kemarin aku pulang kampung karena papa meninggal. Sekarang sih udah balik lagi ke Kalimantan. Maaf juga ya ga bisa ketemu deh. Hehe..
Seminggu sebelumnya
*1 unread notification
*today is Radith’s birthday
Puti hendak mengucapkan Selamat Ulang Tahun di situs jejaring sosial yang menghubungkannya dengan Radith saat dilihatnya foto Radith dengan seorang wanita yang Puti yakini sebagai pacar Radith. Membatalkan niatnya, Puti memilih pesan singkat melalui telepon genggamnya.
Happy Birthday Dith, wish you all the best.
Ucapan tersederhana yang Puti buat untuk Radith, sesederhana cintanya yang tak terkatakan sedari dulu.
Terimakasih Put.
picture from here
Menerima balasan singkat Radith membuat Puti berpikir memang tak adil rasanya ketika dirinya merasa Radith mengkhianatinya padahal, tahu tentang cinta tak terkatakan itu saja tidak, itu yang dia tahu, yang dia tak pernah tahu adalah bahwa di sana, di tempat yang jauh dengannya, Radith masih bisa lega Puti ingat ulang tahunnya walau hanya dengan ucapan sederhana.


Image and video hosting by TinyPic

January 18, 2013

Jangan Panggil Aku Cina


Jangan panggil aku “Cina” ketika kamu bahkan tak kenal nenek, kakekku.
Jangan panggil aku “Cina” seperti kamu tak punya perasaan.
Jangan pangil aku “Cina” ketika jelas kamu tahu aku punya nama.
Jangan Panggil aku “Cina” saat yang lain tahu diri dan menghargai aku berbeda.
Jangan panggil aku “Cina” ketika kamu bahkan tak yakin ucapanmu itu benar.

Jangan salahkan aku karena aku “Cina” saat kau mengaku kau punya Tuhan pencipta yang juga menciptamu.
Jangan salahkan kalau aku “Cina” saat kau mengaku Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Jangan panggil aku “Cina” karena aku tak pernah menyebut diriku “Cina”, aku menyebutnya “Indonesia”
Jangan panggil aku “Cina” karena memang seharusnya begitu, aku “Indonesia” kamu “Indonesia”, kita sama…

....

picture from here

Saya bukan orang keturunan Cina, tak ada darah itu sama sekali, tapi saya malu ketika oleh sebagian orang orang (yang mengaku terpelajar dan pintar) pertemanan atau hubungan apapun didasarkan atas dasar suku, ras, atau bahkan agama.
Saya Indonesia, dan bukankah perdamaian dengan hidup rukun berdampingan itu indah? Meski kita berbeda..
Image and video hosting by TinyPic

December 31, 2012

Goodbye

so this is the time
be ready..
few hours left before 2013
...

tinggal beberapa jam lagi ya, dan saya masih belum selesai memikirkan resolusi Tahun Baru saya.
Absurb, karena nyatanya beberapa resolusi tahun 2012 pun belum saya penuhi...
Apa yang saya dapat di tahun 2012 ini, semuanya masih proses pembelajaran, saya tahu Tuhan masih sayang dan ingin saya banyak belajar.

Well, blogger, mungkin ini akan jadi malam tahun baru saya yang terakhir sebelum W-day. Saya berharap semua yang sudah di persiapkan untuk tahun depan sesuai dengan rencana Tuhan.

Tidak muluk muluk harapan untuk Indonesia juga di tahun 2013, saya ingin negeri ini semakin cinta damai dan mengamalkan Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika dengan benar, cukup 2012 saja isu SARA, berikutnya tak akan ada lagi.
Baru itu saja sih harapan saya untuk 2013, sisanya, saya masih harus merenung.

Last, selamat Tahun Baru teman-teman,
semoga 2012 menjadi kenangan, bukan untuk ditangisi, tetapi untuk pembelajaran agar semakin baik di 2013.

Solo, 31 Desember 2012
.glo.

PS: nanti malam saya mau join car free night di Solo, Slamet Riyadi, yok blogger yang di Solo ikutan kesana, saya lihat liputan latihannya, keren. Jadi tak sabar.

pict. from http://madeleine1994.tumblr.com/post/39118786159

Published with Blogger-droid v2.0.8

December 12, 2012

Till The Day We Meet Again

Till the day we meet again,
I will be your girl.
The brave one, the strong one,
Till the day we meet again,
I'll see you smile (again)
Till the day we meet again,
I am going to be happy, coz I deserve it.
Till the day we meet again,
I'll make you proud
Till the day we meet again,
and at the day we meet again,
I wanna hold you tight,
never let you go for the second time
Till the day we meet again,
I do miss you, daddy....

.....

Jadi kalau lagi lembur gini si papa gak akan tidur duluan meski udah ngantuk berat sebelum liat saya selesai ,mau jam brapapun itu ☺  @CorneliaGlih

Rasanya sesuatu banget liat papa di depan rumah nungguin ªќu pulang...  @aytpurple

Selalu iri melihat twit teman-teman tentang papanya,
Well guys, you are lucky to have papa yang baik...
Happy to see you happy, and I'll meet him soon,...
Happy triple 12...
Glo

pict. from http://enchanted-ribbons.tumblr.com/post/37549414598

Published with Blogger-droid v2.0.8

November 24, 2012

A Simple Goodbye

I'll spread my wings and I'll learn how to fly.. I'll do what it takes til' I touch the sky, make a wish, take a chance, make a change......I'll take a risk, and breakaway...
- Kelly Clarkson's Breakaway -


...

Kusamnya jendela tak menghalangi mata ini menangkap benda kecil di luar sana. Hujan membasahi, angin dan mendung pekat menjadikan gelap. Meski ada satu yang masih berjuang di luar sana.
Kecil dan mungil, burung kecil itu berusaha melawan angin dan hujan yang menerpa tubuhnya. Mungkin mustahil baginya tetap terbang dengan cuaca seburuk ini, bisik hati kecilku.
Kecil dan mungil, tetapi akhirnya dengan sayapnya itu dia dapat mengalahkan angin, mengalahkan ketakutanku yang melihatnya di balik jendela ini, mengalahkan perempuan kuat yang terduduk lemah di balik si tubuh palsu yang dia sebut kruk.
...

Seekor burung kecil menginspirasi saya, mungkin angin dan hujan bisa saja menghentikannya terbang, tapi ternyata tidak. Dia bahkan mampu melawannya dengan sayap kecilnya. Lalu saya? Saya yang waktu itu masih bergantung pada kruk, burung kecil tadi meninggalkan malu, malu pada diri yang seharusnya mampu, tetapi masih selalu kalah.
Well, proud to say, saya sudah berjalan tanpa kruk lagi.
Rasanya? Awalnya takut, takut jatuh, takut salah langkah, dan ketakutan lainnya. Tapi saya pikir, bagaimana bisa saya membuktikan pada dokter kalau vonisnya salah, jika saya masih terus bergantung pada kruk. Nyatanya, hanya naik turun tangga yang saya masih harus melangkah satu-satu.

Bulan depan, saya pasti sudah bisa naik turun tangga dengan normal.. #tekad

Bye kruk, I WILL NOT MISSING YOU..
.glo.

pict. from http://hit-or-miss.tumblr.com/post/93156799/enamour-via-threeseptembersandajanuary

Published with Blogger-droid v2.0.8

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...