Jangan
panggil aku “Cina” ketika kamu bahkan tak kenal nenek, kakekku.
Jangan
panggil aku “Cina” seperti kamu tak punya perasaan.
Jangan
pangil aku “Cina” ketika jelas kamu tahu aku punya nama.
Jangan
Panggil aku “Cina” saat yang lain tahu diri dan menghargai aku berbeda.
Jangan
panggil aku “Cina” ketika kamu bahkan tak yakin ucapanmu itu benar.
Jangan
salahkan aku karena aku “Cina” saat kau mengaku kau punya Tuhan pencipta yang
juga menciptamu.
Jangan
salahkan kalau aku “Cina” saat kau mengaku Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal
Ika.
Jangan
panggil aku “Cina” karena aku tak pernah menyebut diriku “Cina”, aku
menyebutnya “Indonesia”
Jangan
panggil aku “Cina” karena memang seharusnya begitu, aku “Indonesia” kamu
“Indonesia”, kita sama…
....
![]() |
| picture from here |
Saya bukan orang keturunan Cina, tak ada darah itu sama sekali, tapi saya malu ketika oleh sebagian orang orang (yang mengaku terpelajar dan pintar) pertemanan atau hubungan apapun didasarkan atas dasar suku, ras, atau bahkan agama.
Saya Indonesia, dan bukankah perdamaian dengan hidup rukun berdampingan itu indah? Meski kita berbeda..
