June 06, 2026

Kangen #3

picture from here


Dulu pernah ada kalimat
yang diucapkan sambil lalu,
lalu menetap bertahun-tahun
seperti paku kecil di dinding.

"Nanti kamu akan mengerti."

Dan ternyata waktu memang suka menang.

Pagi ini, entah kenapa,
kalimat itu datang lagi.
Bukan bersama suaranya,
bukan bersama wajahnya,
hanya datang sendiri
saat matahari belum benar-benar tinggi.

Ada rindu yang aneh.

Bukan rindu untuk bertemu.
Bukan rindu untuk mendengar cerita lama.

Hanya rindu pada seseorang
yang pernah begitu yakin
tentang sulitnya hidup.

Dan hidup memang tidak sedang ramah.

Ada langkah-langkah yang terasa lebih berat
karena jalan ini pernah dilalui orang lain terlebih dahulu.
Ada pintu-pintu yang terbuka
karena nama yang ditinggalkan.
Ada pula yang diam-diam terasa harus dijaga
meski pemiliknya sudah lama pergi.

Kadang-kadang kebahagiaan datang.

Sederhana saja.
Secangkir kopi yang hangat.
Kabar baik yang tak diduga.
Tawa yang lolos begitu saja.

Tapi selalu ada sesuatu
yang berdiri di ambang pintu,
seolah bertanya,

"Benarkah semua ini boleh?"

Lalu,
Pagi ini air mata jatuh juga.

Bukan karena kehilangan.
Bukan karena ingin memanggil pulang
yang sudah tak mungkin pulang.

Melainkan karena tiba-tiba ingin bertanya:

Jika seseorang meninggalkan begitu banyak jejak,
apakah orang yang berjalan setelahnya
boleh merasa ringan?

Ataukah sebagian dari hidup
memang harus dijalani
dengan menoleh ke belakang?

Aku tidak tahu.

Yang kutahu,
rindu kali ini tidak berbentuk wajah.

Rindu kali ini berbentuk jeda
di antara syukur dan sesak.

Dan untuk pertama kalinya,
aku menyadari:

mungkin yang paling kurindukan
bukan orangnya

melainkan izin
untuk hidup tanpa merasa sedang meninggalkannya.
_____________________________

baca juga Kangen dan Kangen#2 di sini dan di sini

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...