October 13, 2018

Purpled

Semua peristiwa yang dimaknai adalah BELAJAR ~ Sri Wahyaningsih 29.09.18
pict. from here

Di sekolah Keona beberapa minggu yang lalu, gurunya sedang mengajarkan konsep warna campuran. Sebelumnya, Keona sudah banyak dilatih terutama untuk pemahamannya tentang warna dasar. Warna campuran yang diajarkan pada minggu tersebut adalah warna ungu, yakni warna campuran biru dan merah.
Karena saya dan suami berprinsip bahwa “Pendidikan bersumber dari KELUARGA”, maka kami sudah berkomitmen untuk melakukan review atau membahas tentang yang Keona lakukan di sekolah. Selama observasi kami di rumah, Keona sudah mampu membedakan warna dasar, seperti kuning, biru, dan merah. Maka, kami langsung lanjutkan dengan warna campuran yang juga bertepatan dengan pelajaran yang dilakukan di sekolah.
Minggu yang lalu, mama dan Keona bermain “magic-color-bin”. Tujuannya adalah supaya Keona paham betul darimana asal warna ungu. Ribet amat ya Glo? Yaaaaa, emang ribet sih, tapi kami sudah komitmen tentang “mendengarkan, anak lupa; melihat, anak ingat; melakukan, anak paham; melakukan sendiri, anak menguasai” yang dibilang bu Wahya beberapa hari yang lalu itu untuk dapat kami terapkan di rumah. Karena hanya dengan melakukannya sendiri, maka kami PERCAYA Keona dapat menguasai konsep dasar tersebut.
Tapi tetep, belajar itu ga mesti yang di atas kertas, baca buku, atau tes ujian. Banyak hal bisa kita sebut belajar ketika kita memaknai peristiwa tersebut. Yah setidaknya itu yang bu Wahya juga waktu itu katakan, sesuatu yang sebenarnya sudah saya lakukan karena memang dibiasakan sejak kecil oleh papa almarhum, namun baru saya sadari ketika bertemu Bu Wahya waktu itu.
Ahhh, koq jadi panjang ya? Intinya yang mau saya sampaikan, waktu itu saya dan Keona senang sekali bermainmain dengan warna.
Yang perlu disiapkan sangat mudah didapat, seperti pewarna makanan, lem kayu, air , dan lembar kertas. Yang pertama saya mencampur pewarna makanan, air, dan lem kayu di dalam nampan. Karena ini warna ungu, saya pakai warna biru dan merah. Lalu tangan kanan dan kiri masing – masing dimasukkan ke nampan. Kemudian tempelkan kedua tangan dan campurkan warna, maka keajaibanpun terjadi, warna merah dan biru tadi melebur jadi satu menjadi ungu.
Keona tak mau berhenti bermain karena dia menemukan kesenangannya sendiri dengan messy play seperti itu.
Terakhir, saran saya adalah, gunakan baby oil untuk membersihkan tangan, karena cuci tangan dengan air dan sabun saja tidak akan membuat warna dari pewarna makanan cepat hilang.
Yang mengaku sudah jadi mama – mama, yuk coba quality time sama anak.

Goodnight,



PS : saya sudah upload juga videonya di YOUTUBE page saya, biar paham kali ya sama apa yang saya jabarkan di atas. Masih amatir nih videonya, enjoy :)


Image and video hosting by TinyPic

1 comment:

AuL Howler said...

Such an adorable cutie <3

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...