July 29, 2018

The Purpose

"Education is a natural process carried out by the child and is not acquired by listening to words, but by experiences." ~Maria Montessori
.....

pict. from here


"Apakah menggambar itu penting menjadi bagian dari perkembangan anak?"
.
.
Beberapa minggu yang lalu ada teman yang membuat status demikian di akun Facebook nya. Saya bukan lulusan Psikologi apalagi ahli perkembangan anak. Saya hanya guru dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman saya selama menjadi guru.

Jadi, kegiatan menggambar itu mengembangkan banyak hal, yaitu :

1. Kemampuan motorik halus

Anak mulai dari step menggenggam alat tulis, eksplore berbagai macam cara menulis yang nyaman menurut mereka. Perlu diketahui bahwa step mengenalkan alat tulis adalah step awal dari latihan menulis. Anak tak mungkin dapat menulis jika tak tahu bagaimana menggunakan alat tulis. Ahhh, jadi ingat saa saat pertama saya mengenalkan krayon ke Keona, alih alih menggoreskan, dia justru mengetuk2 krayon di atas kertas. Saran saya, untuk pemula, mungkin dapat menggunakan krayon yang diameternya besar (sebesar ibu jari), agar anak belajar "grip" nya dulu.

2. Melatih daya rentang konsentrasi

Selain menjadi kegiatan pra menulis, menggambar juga merupakan kegiatan pra membaca. Membaca memerlukan konsentrasi, dan konsentrasi dapat dilatih. Dengan duduk lama asyik menggambar, anak secara tidak langsung melatih dirinya untuk dapat tenang duduk membaca kelak.

3. Anak belajar membedakan bentuk

Dalam menggambar, anak menciptakan berbagai bentuk. Jika ia sudah dapat membedakan bentuk yang ia gambar, itu merupakan tanda bahwa ia juga siap diperkenalkan dengan huruf yang notabene memiliki beragam bentuk.

4. Latihan olah informasi

Menggambar yang disertai dengan diskusi mengenai gambar tersebut juga membantu anak untuk melatih kemampuannya mengolah informasi. Ketika anak mampu menarasikan apa yang ia gambarkan dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan orang dewasa mengenai gambar yang ia buat, sesungguhnya ia sedang berlatih untuk dapat "COMPREHEND" ketika membaca. Karena membaca tak hanya sekedar membunyikan huruf tapi juga HARUS PAHAM MAKNA.

...

Yah kira-kira segitu sih manfaatnya menggambar. Sekarang, mungkin dapat dijawab sendiri. Jika sebegitu banyak manfaatnya, maka, pentingkah menggambar dalam proses tumbuh kembang anak?

Jika jawaban anda YA, mari mulai sekarang APPRECIATE karya anak, sekecil apapun. Tanyakan padanya jika ia menggambar sesuatu dan pastikan dia paham betul akan apa yang ia lakukan.


Goodnite,
Image and video hosting by TinyPic

July 21, 2018

Being COMPREHEND

If one cannot enjoy reading a book over and over again, there is no use in reading it at all. ~Oscar Wilde
Pict. from here

Membaca tak hanya sekedar membunyikan huruf....

Selain membunyikan huruf, membaca juga seharusnya paham makna. 
Saya sedih, beberapa waktu yang lalu, ada beberapa murid les saya yang membacanya sudah hebat hebat...masih TK tp sudah fasih baca 4-5 huruf dan itu gabungan phonics tertentu macam mother, bring, dll
Tapi, sewaktu ditanya tentang isi ceritanya, mereka rata rata hanya mengangkat bahu lalu menangis.
Mengapa begitu? Karena mereka hanya membunyikan huruf tanpa paham makna.

Tak paham makna, bisa jadi momok dikemudian hari. Coba mengaku, berapa dari kita yang masa kecilnya diisi oleh babibubebo, lalu skrng jika membaca bacaan terkadang harus komprehen lama sekali, atau bahkan jd tak suka membaca.
Paham makna juga membantu anak untuk dapat mengolah informasi dengan baik. Bukan menjadi robot yang menunggu disuruh, tp dapat membaca situasi dan melakukan hal tepat dengan inisiatif. 
Jadi, wahai orang tua yang terhormat, TOLONG JANGAN HANYA MENUNTUT ANAK UNTUK MEMBACA BANYAK BANYAK, tanpa membantu mereka untuk dapat paham maknanya. Caranya? Ajak anak berdiskusi tentang cerita tersebut, misal ditanya siapa saja tokohnya di dalam cerita, apa yang terjadi disana dll.

Dan, salah kaprah generasi jaman now adalah yang kebanyakan menganggap bahwa ngobrol itu hal sia sia tak berguna, yang penting harus straight to the point ga basa basi.
Lhaaahhh,kalau cara anda mengasuh anak seperti itu, ya jangan heran kalau besok anaknya jadi robot.

Mengobrol adalah salah 1 aktivitas yang merupakan aktivitas pra membaca. Dengan mengobrol, anak belajar mengolah informasi. Contoh mengobrol, tanyalah anak tentang aktivitasnya pada hari tersebut, perasaan mereka mengenai suatu kejadian, dll.
Dengan mengobrol tersebut, kemampuan anak untuk dapat komprehen akan terasah, sehingga ketika membaca, dia tidak hanya sedang membunyikan huruf, tapi juga paham akan maknanya.

Karena tujuan utama dari pendidikan yang hakiki adalah bukan seberapa pintar seorang anak, tapi seberapa besar cintanya terhadap ilmu (yang sebagian banyak dapat ditemukan melalui buku).

Selamat malam,
Image and video hosting by TinyPic

PS : Saya sering sekali posting di story instagram saya yang kemudian saya abadikan melalui highlight dengan judul "PARENT(alk)"... Ada beberapa teman yang menyarankan untuk ditulis ulang di blog saya ini, tapi karena waktu, baru sekarang saya merealisasikannya setelah sebelumnya merasa menyesal karena ternyata menyimpan story di highlight lama lama akan hilang karena tertumpuk :( Sudah beberapa post yang hilang, dan ini adalah 1 yang hampir hilang, maka saya post lebih dulu.
Semoga "bincang parenting" ini berguna ya untuk teman-teman :)

June 21, 2018

Edumommies 7 Days of Art Challenge

Wake up and make your dreams come true!

....
persiapan bahan bahan

Akhir bulan April yang lalu, saya menemukan postingan di Instagram Edumommies (sebuah kumpulan mama mama yang peduli akan pendidikan) tentang challenge 7 hari membuat art and craft bersama anak.
Awalnya saya males buangeeeeetttttt, karena ampun deh mikirnya kan masih kerja, pulang sore, ya apa cukup waktunya buat bikin. Tapi lalu tiba tiba, dua hari sebelum saya akhirnya posting kegiatan pertama saya di Instagram, Keona yang saya jemput dari tempat penitipan kalau saya kerja bikin saya nggregel sore itu :)) dia iseng saya tanya "Keona besok sekolah, ikut mama apa di tempat ibu (yg momong)?" trus jawaban dia sebenernya standart "mama" gitu aja tapi tarikan tangan dan pandangan matanya itu yang bikin saya "ohhhhhhh, I have to make some quality time with her".
Dan Jumat, pulang sekolah, saya mampir toko peralatan pernak - pernik untuk beli bahan bahan craft dan Sabtu nya kami mulai membuat.......Setelah sebelumnya saya menyusun plan activitynya.....yeayyy

Hari pertama,
Kami membuat "Ms. K's Fancy Bubble Maker"

Karena boleh ga urut, untuk memenuhi weekly plan yg saya buat, pertama harus bikin Bubble Maker ini dulu.
Bahannya dari Pipe Cleaner, atau yang kalau beli di toko disebut Bulu Mersi...
Keona saya minta meronce aneka manik manik kedalam Pipe Cleaner, lalu saya eksekusi bentuk bubble makernya...
Hal positif dari aktifitas ini adalah : .

  • menambah rentang konsentrasi anak, karena butuh ketelitian, aktifitas meronce manik manik ini juga membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halus nya, klo motorik halus nya oke, mau di suruh duduk anteng lama juga bakal oke.... .
  • karena hari itu kebetulan juga hari Kartini, kami have fun sama manik manik dan pipe cleaner ini untuk bikin kalung kalungan dan gelang gelangan juga....alesan buat ga kebayaan hari ini, cukup centil centilan aja (Ga di post gambarnya krn ga berkaitan sama open ended project kami, ini cm sisi positif lain aja) hehehee
➡ kegiatan ini cocok untuk anak umur 18 bulan - 3 tahun yg masih belajar banyak motorik halus sebagai kegiatan "pra menulis"
Bubble maker yg ada tulisan "KEONA" nya itu bikinan saya, yg dua sisanya hasil ronce an Keona....it takes about 2 hours to finish this project....




Hari kedua,
Kami membuat "Ms.K's Bubble Art"
the bubble art

Beberapa minggu yang lalu, disekolah Keona 
ada pelajaran craft, bikin painting pake bubble... Dan sepertinya Keona terkesan dengan aktifitas tersebut (thanks to ms Vianny yang uda keren bgt bawain kelasnya sampe Keona terkintil kintil hahaha), jadi ceritanya Keona ceritain ke papa nya, ke oma nya, ke semua yg dia kenal tentang cara niup bubble.

Saya, yg bikin kurikulum dan lesson plan niup bubble itu agak trenyuh "ya ampun, anakku suka sama hal yg aq arrange, walo bukan aq yg bawain kelasnya", makanya, sekarang ada kesempatan acara challenge ini saya mau ulang aktifitas yang saya buat untuk sekolah buat senang senang sama Keona....
FUN
Oya aktifitas ini juga ada bnyk maksudnya looooo, 
Untuk seusia Keona :

1. Latihan meniup itu baik untuk rangsangan rahang, terutama untuk anak usia bicara...rangsangan otot rahang yg baik akan membantu anak bicara dengan jelas

2. Tema day3 nya kali ini kan cat air (water color), kali ini kita bikin sendiri water colornya dari pewarna makanan, air matang, dan shampoo bayi (yg aman kalo terpercik percikan bubble ke mulut atau kena mata). Jadi dengan kegiatan #DIYbikin cat air ini, Keona juga belajar ketrampilan mengaduk (dia belajar ketika tidak hati2, air akan tumpah).
Oya, kita pake ms.K's Fancy Bubble Maker yg hari sebelumnya dibuat untuk aktifitas ini.

Hari ketiga,
Kami membuat "Ms.K's illegible scratch"

Untuk challenge berikutnya, kami menggunakan daun...
Dalam prosesnya, Keona mengenal berbagai jenis daun di sepanjang jalan dekat rumah. Yang paling dia suka adalah daun putri malu yang tumbuh liar di trotoar depan rumah, semacam "peek a boo" gitu mungkin buat Keona.
Well, anyway, karena waktu itu masih dalam nuansa HARI BUMI, jadi kami ga metik banyak banyak daun untuk aktivitas ini, hanya 3 ukuran daun berbeda dari pohon mangga depan rumah.
Daun daun tsb kemudian di tempelkan kebelakang kertas dengan tulang daun menghadap kertas, lalu diselotip supaya tidak bergeser. Keona kemudian mengarsir di sisi satunya jd kertas tersebut. Awalnya FUN dia corat coret (fyi, klo anak tmn2 seumur Keona blm bs pegang crayon dg benar jgn panik ya, mereka masih tahap eksplore alat tulis, bdasarkan hasil observasi saya, anak yg bisa mandiri makan pegang sendok sendiri cenderung lbh cepat adaptasi dg alat tulis), tapi lalu lama2 dia lebih asik sama crayon, disusun2 memanjang kaya kendaraan lg macet 😂 ya gitu deh, karena coret coret nya Keona tipis banget, jadi mama lanjut biar agak tebal sehingga tekstur tulang daunnya terlihat...
Fyi, yg daun hijau itu hasil karya mama seorang, yg 2 sisanya punya Keona
Hari keempat,
Kami membuat "Ms. K's Mosaic Flower Pot"


Ga gampang memikirkan "apa yang harus dilakukan" sama anak 25 bulan, krn kemampuan motoriknya masih terbatas (beda cerita kalo anak uda gedean dikit yahhhh 3-4th lah).
Jadi ini kreasi tersimpel yang bisa dikerjakan oleh Keona SENDIRI setelah 3 challenge sebelum ini (yahh dibantu dikit2 pasti lah), karena saya mau dia belajar banyak hal dr kegiatan 7hari ini).
Kali ini, menggunakan kertas lipat, kami membuat kreasi sederhana... Hanya ada 4 step lipatan saja sekali buat serta ditambah potongan kertas lipat kecil kecil yang di lem dan di susun di atasnya (tangan belepotan lem, krn Keona suka sekali mainan lem)....mulai dengan memilih kertas lipat, Keona pilih hijau dan kuning lalu lipat lipat, dan tempel tempel 🙌


Hari kelima,

Kami membuat "Ms. K' Millennial Flowers"

Kreasi dengan kemasan snack ini, Keona mama ajak untuk membuat mosaic bunga.... Awalnya, mama buat pola bunga dulu pake kertas, lalu mama yg aplikasikan lem diatas kertas dan Keona menempel potongan kemasan snack...baru 1 bunga, Keona menyadari bahwa mainan lem nya lebih seru. Jadi, bunga kedua (yg warna hijau sebelah kanan) dia minta dia yg ngelem dan mama gantian yang nempel nyusun kemasan snack nya, efeknya adalah yg pas bunga kedua mama ga bs pegang hp buat motret gimana excited nya Keona sama lem, krn tangan mama sendiri uda belepotan lem 😂 lem nya dituang semua diatas kertas dannnnnn hasilnyaaaaa lem satu wadah yg tadinya utuh jadi HABISSSSS !!! (warbyasakkk ya Keona kalo ketemu lem bisa seneng buangetttt)...

Lewat aktivitas ini, mama juga mau ajarin Keona tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya (kebetulan juga masih nuansa earth day), Keona uda bisa disuruh buang sampah sendiri juga sekarang....yahhh, walau respon Keona masih "wahhhhh" atau hanya anggukan, mama percaya tangannya suatu saat jd tangan berguna yg ikut serta membantu upaya menjaga lingkungan... dihalaman rumah ada bunga mawar, mama ajak keona juga lihat dan compare bahwa bunga yg asli lebih bagus drpd bunga yang penuh sampah.... Yahhhhh, semoga bs nyantol di alam bawah sadarnya yaaaaaa 🙏

Hari keenam,
Kami membuat "Ms. K's Pompom Stem"

Untuk kegiatan kali ini, mama dan Keona butuh 2 hari untuk menyelesaikan nya... Kenapa?
Karena Keona butuh waktu sekitar 1jam an untuk "sorting pompoms" berdasar warna nya.
Kaya kurang kerjaan ya?? tapi maksud dari kegiatan ini adalah untuk memantabkan kemampuan Keona membedakan warna. Kalo diperhatikan, dari awal challenge saya hanya pakai warna seputar kuning, biru, dan merah (waktu bubble painting pun begitu) krn supaya Keona mantab dl di warna primer sebelum mulai mengenal warna campuran (memang itu goal dr pembelajaran anak usia 1-2th) dan hal membedakan warna dan bentuk juga merupakan bagian dari kegiatan "pra membaca dan pra menulis" 😁 juga melatih rentang konsentrasi Keona agar lbh tahan lama beraktivitas dengan tenang....
Jadi, baru hari ini, hari kedua mainan pompom, kami bisa selesaikan challenge nya (saya kemarin ga mau paksa Keona untuk lanjut menempel bunga dll).
Jadi Millennial Flowers, Illegible Leaf, dan Mosaic Flower Pot dirangkai jadi satu di atas Bubble Art yang dibuat hari kedua, bersama dengan pompom yg di susun menjadi batang bunga.... Tadinya mama mau sekalian ajarin Keona patterning (mengurutkan warna pompom) tapi pas dipikir ulang "mending Keona suka suka dulu lah kreasi nya mau warna apa aja bebas"

Hari ketujuh,
Kami membuat "Ms. K's Art Holder"

Sudah lama saya berniat bikin art corner di rumah... Fungsinya untuk nge-"display" hasil karya Keona ...
Dan di challenge hari terakhir, saya berhasil membuatnya bareng Keona.
Agak diluar ekspektasi sih, karena ga predict klo Keona bakal pencet pasta langsung banyak.....
Tunggu kering dahulu pasta nya sebelum digunakan untuk menggantung craft.
Jika pasta sudah kering bisa langsung dipakai untuk nge-"display" yang sudah Keona buat pada challenge sebelumnya..........................................................


Saya bersyukur, lewat challenge ini, saya bisa quality time sama Keona, sesuatu yang mungkin hanya saya lakukan ketika hari Minggu atau saat libur saja. Dan, finally setelah lewat sekian bulan, baru bisa post di blog dan di youtube hari ini.


Kedepan, mungkin saya akan posting lebih banyak tentang parenting dan tips tips craft diy sama anak :) karena ternyata saya kecanduan, hehehehe

Goodnite,
Image and video hosting by TinyPic

PS : saya jagoin Inggris di Piala Dunia kali ini, doain menang yaaaakkkkk...hahahahha, kalo mau ngobrol2 live pas piala dunia, biasanya saya on di story IG or twitter (check link on my sidebar)

June 11, 2018

Dash Off (Singapore day 4)

Don’t dash off a six-thousand-word story before breakfast. Don’t write too much. Concentrate your sweat on one story, rather than dissipate it over a dozen. ~Jack London

....

Sudah lewat 3 bulan dari trip saya ke Singapura Maret yang lalu dan semoga saya masih bisa mengingat dengan detail bagaimana trip kami dihari terakhir ini.
Okay, saya akan awali dengan menyapa pembaca saya dulu "Halooooooooo", lama sekali rasanya tak menginjak halaman ini. Saya sibuk, benar benar sibuk. Rapot dan kenaikan kelas menjadi prioritas saya dua bulan terakhir. Jadi maaf ya :) Harapan saya setelah post tentang Singapura trip ini saya bisa mulai post hal hal yang berbau parenting *big grin*. Well, mari kita mulai ceritanya.
...

Pagi itu, Rabu tanggal 7 Maret 2018, kami semua bangun kesiangan sehingga baru pukul 9 kami keluar makan di Lucky Plaza di Orchard Road. Sarapan dengan menu yang sama selama tiga hari sama sekali ga buat bosan. Yang bikin jengkel adalah ketika harus terburu buru karena mengejar kereta ke bandara tapi Keona rewel ga mau makan (ampun DJ ini mah). Untung saya bawa tempat makan kosong, jadi bisa masukkan makanan kesitu nanti biar bisa dimakan lagi ketika Keona sudah mau makan. Oya, penting bagi teman - teman semua yang bepergian membawa anak untuk membawa tempat makan kosong dan peralatan makan kemana saja, ya salah satu manfaatnya adalah yang saya sebutkan tadi, jaga jagan anak belum mau makan saat kita berhenti makan.
Kemudian saat makan saya tiba tiba ingat sesuatu

(((SAYA BELUM BELI OLEH OLEH UNTUK SUAMI SAYA SENDIRI)))

oh Lord, cobaan apa ini :'D Saya ingat akan oleh oleh untuk teman kantor yang lain, keluarga, dan teman teman, tapi lupa sama suami sendiri. Ya sudah, saya waktu itu di Lucky Plaza cepat cepat makan lalu lari ke bagian jualan sepatu untuk beli 1 pasang sepatu buat suami saya. Tips membeli sepatu untuk orang lain di negara lain adalah pastikan kita tahu PANJANG INSOLE sepatu nya. Karena jika hanya mengandalkan ukuran sepatu, pasti kemarin saya akan nangis darah akibat ukuran sepatu tidak selalu sama. Mulus gitu aja? ah tidak..... Saya kena omel si bu bos karena masih sempet mikir beli oleh oleh padahal kami harus cepat cepat ke bandara kalau memang mau explore bandara sebelum terbang kembali ke Indonesia, plusssss, tas bawaan kami yang sudah diatur malamnya demi supaya bisa masuk bagasi dll jadi mau tidak mau kami obrak abrik lagi di tengah jalan.

Singkat cerita, setelah itu kami lanjut naik MRT ke arah bandara Changi ketika tiba tiba bu bos mendapat pesan konfirmasi mengenai penerbangan kami yang DELAYYYYYYY 3 jam. HOREEEEEEEEEEEEEEEEE
Di MRT kami tertawa lega karena kami masih punya banyak waktu untuk bisa eksplore Changi yang kata orang merupakan satu bandara terbaik.
Sesampainya kami di Changi, kami harus menukarkan dulu kartu MRT pass kami dengan 10 dollar Singapore. Awalnya saya sedih karena saya kira saya tidak akan punya kenang kenangan kalau kartu itu dikembalikan. Tapi ternyata, petugas hanya mengambil isi saldo kartu tersebut dan mengembalikannya kepada kami *YEAYYYY*.
Karena hujan deras waktu itu, kami memutuskan untuk berputar di wilayah Terminal 3 saja. Saya sempat menghabiskan dollar yang masih saya punya untuk membeli buku cerita untuk Keona dan jajanan khas Singapore untuk suami saya yang waktu itu pasti akan seaya temui kurang dari 5 jam (jadi saya pede bawa makanan itu).
Ms Eka dan Ms. Ajeng mencoba masakan India ketika di Terminal 3. Saya sebetulnya ingin sekali mencoba banyak makanan di sana. Tapi karena membawa Keona, saya jadi terbatas karena takut kalau pesan 2 porsi berbeda untuk saya dan Keona nantinya malah tidak akan habis.
Kemudian pukul 5 kurang kami mulai masuk pesawat.
Sedih, karena itu berarti liburan kami berakhir. Tapi saya percaya bahwa suatu hari saya pasti bisa ke sana lagi bersama suami juga :)

penampakan si kartu tap tap di MRT yang bikin saya punya 10 dollar tambahan sebelum pulang
terakhir turun lift dari dekat tempat kami menginap
stasiun terakhir sebelum bandara
kawai
guide tempat di bandara ini membantu saya menemukan beberapa tempat bagus :)
ini saya foto karena saya suka KUNINGGGGG

Nah, sudah deh ceritanya day 4.
Thank you ya sudah baca baca tulisan saya :)


Good nite,
Image and video hosting by TinyPic

April 14, 2018

Black or White (Singapore day 3)

Laundry is the only thing that should be separated by COLOR.
*NN* (ini quote tentang rasis yang paling pas dengan hidup emak emak kayak saya yang hampir tiap hari urusan sama cucian hahahahahha)

...
Jadi, hari ke tiga kami di Singapore, tempat yang kami kunjungi adalah tempat ibadat dan daerah dengan culture yang khas.
Pertama, kami ke St. Andrew's Cathedral. Ini satu gereja katolik yang besar di Singapore. Bangunannya megah, sepintas kalau lihat bagian luar dan dalam gereja ini, saya pribadi teringat Greja Blenduk di Semarang, ditambah, di Gereja ini juga ada orgel nya yang juga di miliki Gereja Blenduk Semarang. Keren aja pas sampai sana bisa waw wowww...gitu (hahahaha, ncen ndeso). Ada juga KAFE nya loooo ni gereja. KAFE ya sodara, bukan kantin kaya yang biasa saya lihat di Gereja di Semarang (makin mlongo saya) hahahaha.

salah satu sisi gereja
bagian dalam gereja

Tadinya setelah St. Andrew's, kami masih akan mengunjungi juga Budha Tooth Relic Temple and Museum dan Sri Mariamman Temple. Tapi berhubung waktu yang terasa cepat sekali jalannya, jadi kami skip dan langsung ke Chinatown (oiya, pada hari kedua kami juga ke Little India setelah Haji Lane).


ini foto hari kedua di Little India, maap kelewat ceritanya hehe
Di Chinatown saya ga banyak ambil foto, karena Keona rewel, ngantuk dan lapar. Serba salah, di kasih makan di lepeh lepeh karena pengen tidur, tp di tidurin ngga mau karena laper.......Yah, you can imagine lah rempongnya bawa toddler yang lagi masa mau disapih dan rewel begitu :D

candid by ms Eka :D
Biar begitu, tapi saya senang. Saya cinta Indonesia, sungguh, tapi Singapore yang juga masyarakatnya cenderung beragam, bikin saya angkat jempol. Mereka toleransinya luar biasa sama yang berbeda. Mau putih, item, mau India, mau Chinese, mau Malay, ya pokoknya perlakuannya sama, ga di beda bedain. Mau saya kulit putih juga masuk ke Chinese Resto di sana kalo saya salah antri juga bakal kena omel (hahahahha, sungguh, kalo kamu ke Singapore, jangan gampang baper ya, orangnya straight to the point semua, ga ada basa basi nya kaya orang Indonesia) hehehehe.

Abis dari Chinatown, kita ke Sentosa. Yang single ladies pada jalan motret sana sini, saya sama ms Lingga mah duduk syantik aja ngliatin bocah mainan air hahahahah...
ini sudah di Sentosa, sebelum mainan air

sepertinya ini Keona lagi jadi photobomb nya Kyralee hahahaha
ga afdol rasanya kalo sampe sentosa ga foto disini, hehehe
Terakhir, kita nonton pertunjukan WINGS OF TIME...... Jadi, kalo belum pernah nonton, itu pertunjukan air gitu, tapi ada ceritanya. BAGUSSSSSSS BANGETTTTTTTT, sayang Keona sempet nangis karena kaget sama soundnya...

sebelum pertunjukan dimulai
katanya, di Singapore kalo ga selfie sama kaca begini juga belom afdol :)) 
Sebelum kembali ke penginapan, kami foto foto di Orchard Road juga, karena itu malam terakhir kami disana (bring me back there, God).
Orchard Rd.
Done, itu hari ketiga kami di Singapore.
Next saya cerita hari teakhir yang penuh keterburu buruan dan ketawa. hehehehe..
Goodnight, people.
Image and video hosting by TinyPic

April 13, 2018

Keona, Pororo and Marina Bay (Singapore Day 2)


"It was one of those March days when the sun shines hot and the wind blows cold: when it is summer in the light, and winter in the shade...."
-Charles Dickens-
....

Kenapa judulnya day 2? koq ga dari day 1 Glo?

well, saya berangkat ke Singapore sih hari Minggu sore dari Semarang. Lalu landing di Singapore sudah malam ya waktu setempat menunjukkan pukul 8 malam waktu kami keluar dari bandara Changi yang ya ampun, saya langsung katrok karena emang baru pertama kali kesana  *mata berbinar* *foto sana sini*

Keluar dari bandara, kami naik bus bandara menuju stasiun MRT terdekat. Beli tiket untuk sekali jalan ke Orchard (well, kami stay di Jalan Jintan persis belakang Orchard Road). Sampai di Orchard sudah malam sekali, seingat saya sudah sekita pukul setengah sepuluh kita kami sampai di penginapan. Awalnya kami berencana mau ke Mustofa Center hari pertama itu, namun karena sudah malam, membawa 2 toddlers dan kelaparan, kami akhirnya memutuskan untuk mencari makan saja. Di daerah Orchard Road tempat makan di mall waktu itu sudah tutup semua, jadi kami decide untuk makan di KFC (hanya beli ayamnya saja karena nasinya habis, and fyi, KFC di Indonesia JAUHHHHHHH lebih enakkk and tasty daripada KFC sana) dan beli mineral water di Seven Eleven samping KFC persis (harga satu botol mineral water di sana bikin saya yang hari pertama dan kedua masih "convert" dollar ke rupiah gedek gedek kepala).

yah well, itu hari pertamanya hanya begitu saja koq. Jadi kita lanjut hari kedua ya....
Hari kedua, kami semua bangun siang sekali :D
Jam 9 waktu setempat, kami baru keluar dari penginapan untuk cari sarapan. Kami ke Lucky Plaza di Orchard Road untuk sarapan di food court nya. Karena saya bawa Keona yang saya ga yakin dia doyan semua makanan, jadi saya pesan menu yang sama setiap pagi di food court itu sampai hari terakhir kami di saya, yaitu Yong Tau Foo. Saya pesan kuah bening dengan isian ragam sosis karena saya tak mau ambil resiko Keona buang buang makanan (pasti saya nangis darah kalo dia buang buang makanan hahahaha). Saya harus adjust kebiasaan Keona yang suka lepeh lepeh makanan kalau kenyang dengan peraturan Singapore tentang membuang sampah sembarangan dan dendanya (I learned something hahahhaha, how to be a good "pemulung" munguti sampah kececer Keona demi ga kena denda hahahahaha).

Panjang banget ya ceritanya, oke singkat aja, intinya setelah makan kami langsung ke Haji Lane. Lorong ngehits di Singapore dengan mural mural nya yang instagramable *poto sana poto sini*

Haji Lane






Lalu setelah dari Haji Lane, kami ke Bugis Street untuk belanja oleh oleh,
ini pas nyebrang ke Bugis Street

ini si bos dan Kyralee :))
sampai juga akhirnya di Bugis

ini ms Eka (kiri) and ms Ajeng (kanan)

Setelah itu baru kami ke Marina Square, kami berpencar. Ms Eka dan Ms. Ajeng jalan jalan sendiri, mereka mencoba naik bus kota. sedang saya dan Ms. Lingga bersama 2 toddlers, kami ke Pororo Park buat nemenin Keona dan Kyralee mainan di sana (ibu-ibu laifff, jauh2 juga nyarinya playground).

with cc Kyralee

Baby Shark's Pool
Where's Pororo ma?

Hampir 3 jam di Pororo Park (untungnya ga susah ngajak keluar Keona dari sana), kami lanjut ke Marina Bay. Jalan jalan sepanjang Marina Bay, nunggu pertunjukkan air mancur, abis itu balik ke penginapan dengan kondisi hampir tepar.....

on our way to Marina Bay



Hanya ms Eka dan ms Ajeng yang masih sanggup setelah itu ke Mustofa untuk beli oleh oleh (saya mah cuma nitip aja, kaki uda ga sanggup, bawa bocah pula).

Ya segitu deh cerita day 2 nya :))

Ditunggu ya yang day 3 and 4 nya :) (sekalian tips post, kalo sempet hahahahah, *berusaha untuk disempetin)......

Goodnight,

Image and video hosting by TinyPic

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...