Jika seseorang mencintaimu,
lebih daripada cintanya kepada dirinya sendiri.
Tahukah kamu apa artinya?
Jika seseorang memilihmu,
bahkan lebih dari keluarganya sendiri
Tahukah kamu rasanya?
Terkhianati cinta, saat kamu bilang
"i do love you" padahal tidak
Tahukah kamu,
bahwasanya Cintanya ini Cinta Tak Bersyarat?
glo's
......................................................................................
![]() |
| picture from here |
satu hal aja sih glow.. aku cuma mau lihat dia bahagia, dengan atau tanpa aku.. aku siap terima itu sejak pertama kali aku jadian sama dia..
...
Kalau ada yang bertanya padaku tentang apa itu Cinta tak Bersyarat, sampai beberapa malam sebelum malam inipun aku mungkin tak bisa menjawabnya.
Kenapa gak bisa jawab?
Bukankah kamu sudah pacaran?
Masakan tak mengerti artinya?
Sungguh sampai saat inipun aku masih bertanya tanya,
Sudahkah cintaku tanpa syarat?
aku masih ingat, beberapa tahun yang lalu itu,
"kalo kamu mau ke rumah potong rambut dulu"
"kamu gendutin dikit kek badan kamu, biar aku ga disangka pacaran sama morfinis"
itu yang aku ucapakan padanya, si tuan ranger merah beberapa tahun yang lalu,
juga hal-hal seperti ini,
"aduhhh, kamu sekali sekali yang rapih gitu kenapa sih?"
saat dia muncul dengan rambut gondrong, dekil belum mandi, juga celana sobek-sobeknya.
Tapi aku belajar sesuatu dari seseorang.
Bukan pelajaran yang akan kau temukan di sekolah pastinya
karena akupun belum menemukannya sampai pada malam Selasa lalu
saat seseorang dari daftar teman lama kemudian muncul lagi tiba-tiba.
Tanpa disadari, dia mengajariku tentang arti Cinta tak Bersyarat
sebuah kalimat yang muncul dalam halaman kotak chat kami membuatku hening sesaat.
Sebentar aku merasakan sebuah tamparan besar,
dia, yang sudah sedemikian tersakiti masih bisa "legowo"
masih bisa bilang "aku sudah siap"
masih bisa merasa "yang penting dia bahagia, dengan atau tanpaku"
Mungkin jika aku yang jadi dirinya,
marah dan kecewa akan terus ada, dan tentu saja berubah menjadi "seorang pembenci cinta"
Ya,
aku belajar banyak hal malam itu,
membuatku instropeksi juga,
sudahkah aku mencintai tanpa syarat?
dan kalau jawabannya belum,
rasanya aku perlu banyak belajar.
belajar menerima apa yang ada,
baik ataupun buruk keadaannya.
......................................................................................
Pemikiran ini terinspirasi dari curhat seseorang teman beberapa malam yang lalu, semoga dia yang baru saja "terkhianati cinta" segera mendapat "penawarnya", tidak muluk-muluk, dan mungkin bukan seorang bidadari, tapi seorang wanita yang akan menerima dirinya apa adanya.
Ah ya, dan dia, teman itu, sudah mengijinkan saya menulis kata-katanya di sini :)
Semangat ya Kawan :)



