March 03, 2012

Matahariku



Bersembunyi di balik awan, senyummu tak terlihat.
Hari ini aku merindukanmu..
Adakah secuil rindumu untukku,
Matahariku?

Hari ini aku tak melihatmu,
Sebentar saja tuk memastikan kamu baik-baik
Sebentar saja tuk tahu kau di sana
Sebentar saja..

Hari ini mendung menutupi kerinduanku yang membuncah
Maafkan aku, matahariku, aku bahkan tak mencarimu

Dan kalau hari ini juga, tergesaku memaksaku berlalu
Bolehkah esok pagi aku melihat senyummu?
Berkata "selamat pagi",
Lalu menunggumu tersenyum berkata, "selamat pagi, sayang"

Aku merindukanmu, matahariku...

...glo...

PS : setelah saya pikir, kenapa dulu tak melabeli postingan tentang dia dengan tag matahari ya? Sudah dua postingan 'matahari', entah kenapa, tapi buat saya matahari itu menghangatkan dan hanya separuh hari saja bisa bertatapan muka, itupun jika tak mendung, sama seperti saya dan dia, sms saja terkadang tak sempat, apalagi telpon :(  terkadang saya iri dengan pasangan-pasangan yang bisa bertelpon telponan berjam-jam sampai pulsa habis :(

Picture from http://kirjay.tumblr.com/post/18056546751

Published with Blogger-droid v2.0.4

February 29, 2012

Rindu

Dear you,

Sayang, aku kangen. Bukan sekedar kata-kata yang terucap dari bibirku lalu kau tertawa, karena merasa aku aneh, terlalu abege yang masih suka bergombal ria. Tapi ini sungguh yang aku rasakan.

Dua jam dalam seminggu rasanya menyiksaku, kamu sibuk, akupun begitu. Bahkan dua jam itu terkadang terlewat begitu saja karena aktifitas dengan teman-teman kita.

Sayang, aku rindu. Belum cukupkah semua perhatianku untuk menunjukkan itu? Dan ketika aku tak sempat membalas smsmu, bukan karena ku tak mau, aku mau, sayangnya waktu tak memberiku kesempatan. Sekarang waktu akan semakin tak memberi ampun kita. Kamu bilang kamu akan pergi, "dua minggu lagi kira kira hunn aku pindah ke Salatiganya" itu katamu. Bisakah ada dua jam lagi nantinya?

Ahhh, aku lelah, terkadang aku berpikir buat apa kita seperti ini? Aku sibuk, kau sibuk. Tapi sekali lagi kau meyakinkanku, "buat nabung kan sayang, katanya mau aku lamar?" juga, "buat beli cincin hunny..."

Dua minggu lagi, kamu pergi, demi 'sibukmu' itu, jadi, kalau sekarang aku minta dua jam lagi, bisakah?

Hanya untuk melewatkan waktu bersamamu berdua, bukan dengan teman-temanmu juga. Karena cukup bagiku tersiksa rindu.

Miss u so much darlingg...

...


: "hunn, aku dua minggu lagi dipindah ke Salatiga"

: "oya? Gonna miss you hunny, tapi tetep pulang kan kalau Sabtu?"

: "semoga bisa ya, soalnya katanya Sabtu juga masuk"

: "kalau gitu, minggu ini kita pergi yok? Berdua aja tapii..?"

: "oke, nanti diatur waktunya yaaa...."


...glo...


pict. from www/polyvore.com/cgi/collection?id=929613


Published with Blogger-droid v2.0.4

February 24, 2012

For You, Teachers

She is so kind and so good to me, like all the rest of my family...I'll never forget my teacher...she is, she is, she is...




...


Hari ini bukan Hari Pendidikan, itu kan tanggal 2 Mei, juga bukan Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November, tapi hari ini saya ingin membahas profesi saya sebagai guru.

Profesi yg butuh banyak pengorbanan tapi sedikit kepuasan, itu menurut teman saya sesama guru. Sedikit kepuasan, memang, jika berhasil tak akan pernah dapat apa-apa selain gaji, jika melakukan kesalahan, komplain sudah menjadi hal yang biasa.

Itu mungkin menurut teman saya, lain halnya dengan saya. Memang sih menjadi guru penuh pengorbanan, mencurahkan energi dan pengetahuan untuk murid, belum lagi hal-hal seperti 'kalau jadi guru harus dari background pendidikan, alias sarjana pendidikan' yang membuat saya berpikir untuk mengambil S2 saja sekalian. Lebih dari itu, ada kepuasan yang amat besar dengan menjadi guru.

Adalah Dave, murid baru di kelas saya, baru bergabung di semester genap ini, usianya belum 2, anak tunggal, yang sepertinya dimanja sekali oleh orang tuanya. Awal dia bergabung saya rasanya sudah mau menyerah, bagaimana tidak, anak-anak lain senang kalau saya ajak main bersama, dia? Saya mendekat untuk membantunya berjalan saja sudah teriak-teriak "aaaaaaaa". Tapi beberapa hari yang lalu, dia berteriak "miss Gloooo" memanggil nama saya saat saya berlari di depannya. Apa kepuasannya? Kepuasannya adalah ketika kita berhasil, memang belum seratus persen tapi ini sudah membuat saya menitikkan airmata setelah sebelumnya, murid bernama Amanda juga berhasil buang air kecil tanpa mengompol dan bilang "pee, miss".

Eitt, belum, saya belum sehebat guru-guru senior saya. Tapi perlahan, saya bisa menjadi sehebat mereka. Bukan pujian dan sanjungan yang saya mau sebagai imbalannya, tapi anak-anak yang semakin baik dan berkembang setiap harinya. Itu sudah lebih melegakan, meski mungkin nantinya mereka akan 'forget', lupa akan saya.


Glo

...

Tulisan ini, untuk para guru yang mungkin sedang hampir putus asa dengan statusnya sebagai guru tanpa titel 'S.Pd.' atau bahkan stress berat dengan 'anak anak sulit'. Percayalah bahwa kepuasan yang seperti saya rasakan, akan mengurangi rasa 'lelah'.

Semangat Berjuang..


pict. from http://queenofcoffee.tumblr.com/post/16976948910


Published with Blogger-droid v2.0.4

February 17, 2012

Lagi dan Lagi

"Put..bangunn...kamu mimpi apa sampe nangis gitu?"

...


"ma,pa, Putri pergi dulu ya sama Otte,kalau ada apa-apa sms aja..." Otte sudah mengeluarkan BMW hijau lumut dari garasi saat saya keluar rumah, "yuk,jalan Te".

Belum sampai ketempat tujuan, ada sms dari mama,

'Te, Tri, cepetan pulang, papa udah ga ada'

Rasanya seperti tersambar petir, kuberi tahu Otte untuk memutar balik mobil kembali ke rumah.

Sampai di rumah, sudah banyak orang menyesaki, kami mencoba dari pinggir ke pinggir masuk ke kamar papa. Yang kami dapati, papa terbujur kaku di pangkuan mama. Saat itu, seorang saudara menawarkan diri untuk mendoakan jenazah papa, "eda, saya mau mendoakan papa Putri karena saya tak bisa lama-lama, mau ke Manurung"..

Baru saja doa akan dimulai, tiba-tiba papa membuka mata, "maaa, papa melek", teriakku histeris. Papa berkata lirih, "Tri, tangan kanan papa sakit..tolong lurusin"...

...


"Kak...kamu mimpi apa? Sampe pipinya banjir airmata begitu?"

Pagi-pagi benar, saya menceritakan mimpi saya kepada mama dan Demi yang membangunkan saya. Begitu nyata dan terlihat jelas di mata saya, papa, tapi bukan papa yang meninggal di kasur rumah sakit, bukan papa yang sakit kanker, bukan papa yang butuh bantuan alat pernafasan. Ini papa yang sudah tua renta dimakan usia, papa yang melihat saya membeli mobil BMW, papa yang meninggal bukan karena kanker..

Penyesalankah ini? Karena kalah berjuang mempertahankan papa hidup? Ini bahkan kesekian kalinya saya memimpikan papa, tapi belum pernah ada yang sejelas ini.

Saya masih menyesal, penyesalan bertambah ketika mama yang mendengar cerita saya menangis dan berkata "Put, baru tadi malam mama tau ternyata harga ventilator tidak sampe 20juta seperti yang dibilang **** ****, cuma 600ribu saja", "mama nyesel dulu ga mempertahankan papa hidup, menyerah begitu saja karena sadar kita sudah tidak punya apa-apa lagi".

Enam ratus ribu... ternyata itu harga penyesalan kami. Bodoh memang percaya begitu saja akan kata kata seorang saudara yang menakuti-nakuti kami dengan biaya rumah sakit yang membengkak..


Lagi dan lagi penyesalan menghantui malam-malam saat tidurku. Sampai kapan kami harus dihantui penyesalan ini? Penyesalan mengalah dengan keadaan, tak berjuang mempertahankan papa..

Mungkin kalau papa berhasil melalui masa kritisnya kemarin, hari ini, saya masih bisa melihat beliau tersenyum bangga kepada Demi yang baru saja menang KEJURDA SENIOR pertamanya dan meninggal di atas kasur rumah karena usia, bukan kasur rumah sakit karena kanker dan gagal pernafasan..


...glo...


-picture from http://jardindhiver.tumblr.com/post/16903517696


Published with Blogger-droid v2.0.4

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...