March 21, 2013

Why My Son (or Daughter) is An Introvert? A Guide for Parent


Today, most of our parents are busy. They go to work almost every day from morning until night (sometime they go abroad or out of town). They do not have enough time to play or even meet their children. They go to work when their children still sleep and come back home when they (again) on the bedroom already.

pict. from here

On the other hand, children want to share what they have done at school or their favorite friends or teachers but parents are not there. Some of parents nowadays, they leave their sons or daughters with nanny.
 That condition causes a gap between parents and their children. The children will not have any chance to share their experiences, their feelings, their emotions. Then parents will be too late to realize that their children need more than money and nanny.
 It won’t be happen if parents start to have quality time with the children.
First, appreciate their works or their art works. It will be their pleasure even parents just say “nice works darling”, etc because they need compliment that motivates them. Compliments make them want to give the best for parents on the next day.
Second, try to spend quality time to play with the children or if parents are too tired to play at least talk and ask them what they were doing at school or their activities during the day. They love to talk and tell what they have done at school, as long as parents give their ‘ears’ to ‘HEAR’ their sons or daughters. Be a good listener ;)
Third, be on their bedroom to say goodnight before they go to sleep, kiss them and say “love you”. If possible, parents can lead their sons or daughter to pray before they sleep and ask them to take turn on the next day.
Slow but sure, children will have the feeling “my parents love me lot, so why should I be so introvert? I will share my feelings or activities today”.
Start to do, before it is too late to start.


Goodluck.

Image and video hosting by TinyPic

....

Ini adalah artikel pendek yang saya sertakan di Buku Tahunan sekolah.....semoga bermanfaat juga untuk pembaca yang sudah punya anak ya ;)

March 01, 2013

On The Rooftop

"Bahagia itu sederhana, rasanya seperti yang di rasakan seorang anak kecil yang girang kesenangan karena berhasil menerbangkan layang-layangnya." *my own quote*

...
Hari ini, saya dan Mrs. Natalie mengajak anak anak satu kelas bermain layangan di 'rooftop' sekolah. Tema pelajaran tentang, air, agin dan udara membuat kami berpikir untuk mengajak anak-anak bersenang senang sejenak setelah mengerjakan soal soal matematika pemberian kami.
Awalnya, anak-anak itu ragu, bahkan tak mau berpanas-panasan, tapi kemudian setelah melihat kami gurunya asyik menerbangkan layangan, mereka langsung berebut giliran memegang kendali layang-layang.
Kami, tertawa senang melihat mereka memancarkan bahagia pagi tadi.

Berikut gambar-gambar yang terambil kamera saya, enjoy:

Vanessa

Siddharth
"friend, help me to fly this kite please"
Kayleen
wajah lelah tapi bahagia

Saya dan Mrs. Natalie senang dan puas. Meskipun bermandikan peluh, tapi anak-anak senang.
Seperti kalimat pembuka saya di atas, rasanya bahagia memang sesederhana itu. 
Atau, jika belum pernah tau rasanya girang karena layangan terbang tinggi, cobalah membuat orang lain girang, itu juga bahagia.

Selamat berbahagia
dan happy weekend
Image and video hosting by TinyPic

February 27, 2013

Seharusnya


“mba, masih ada keluhan apa lututnya?”


Kaki saya masih sering nyeri jika terlalu saya forsir berjalan, naik turun tangga. Terkadang kaku dan panas disertai warna merah di kulit bagian lutut kiri. Hanya kompres es dan tetesan air mata yang membuat saya bertahan.
Waktu itu, kira-kira tiga minggu yang lalu, saat terapi, sang fisioterapis bertanya tentang keluhan apa yang masih sering saya rasakan. Jawaban saya ya itu tadi, lutut tiba-tiba merah dan panas yang kemudian saya tambahkan kalau saya sampai saat itu (dan hari ini juga) belum dapat jongkok dengan sempurna. Saya bilang kepada si fisioterapis jika saya ingin dapat jongkok sempurna yang kemudian disambut dengan ajakan untuk berlatih jongkok hari itu, jongkok yang aman, yang masih harus berpegangan tiang.

Beberapa hari yang lalu, saat melintasi Undip bersama Sasha pacar saya, saya melihat seorang ibu tua dengan keranjang bawaannya. Saat itu sore yang disertai gerimis kecil, si ibu yang saya lihat itu sedang berjongkok sambil memegang i perutnya sementara keranjang bawaannya diletakkan tak jauh dari dirinya.

“hunny, ibu itu kasihan…kenapa dia jongkok begitu megangin perutnya ya?”
“ga tau hunn, aku sering lewat sini dan liat ibu itu, mungkin cape habis jalan”
“apa jangan-jangan dia lapar ya?”
“bisa jadi, mungkin juga kedinginan karena gerimis”
“kasihan ya hunn…ya emang sih dia bisa jongkok, tapi jongkoknya karena kedinginan dan laper mungkin. Jadi merasa beruntung banget, walau ga bisa jongkok tapi perutku kenyang dan ga kedinginan.”
“lahhhh…kenapa baru sadarr sekarang sayang?”
*kemudian tertawa bersama*

picture from here


Jika kemudian saya harus menangis hanya karena tak bisa jongkok rasanya konyol banget,.
Karena bukankah seharusnya saya bersyukur untuk berkat Tuhan yang lain?


Image and video hosting by TinyPic

February 14, 2013

The One and Only


Dear Diary,
Siang-siang tadi sebelum masuk kelas Pancasila, dia ngasih aq eskrim ini. Dia bilang, itu hasil lemburnya. What a sweet boyfriend ya ;)
glo, 10.10.2007
Es krim mungkin satu kejutan yang selalu aku ingat.
Mawar kuning hadiah ulang tahun termanis yang pernah aku dapat.
Jam tangan pemberian saat sedang butuh jadi kado termahal darimu.
Ternyata kau ini sering sekali memberi ya sayang?
Dan ternyata kau memanjaku seperti aku, aku yang memang senang dimanja olehmu.
Dan bahwa semuanya itu menjadi lebih manis, saat kau bilang kau tak romantis,
saat kau bilang kau tak bisa memberi surprise.
Dinginnya eskrim yang kau tempelkan di pipi sambil berkata “surprise, ini hasil lemburku”,
Kuning mawar favorit yang diberikan sambil berlutut,
dan jam tangan ‘kejutan’ saat aku merusakkan banyak sekali jam tangan..
semuanya manis,
semuanya romantis,
semuanyaaa….

“Ngga seberapa”, selalu itu yang kau bilang kalau aku protes “ini kan mahal”..
Termasuk saat kau rela menghabiskan sepersepuluh gajimu hanya untuk makan di warung mie yang mahal itu.

What a sweet boyfriend…
What a nice boyfriend…. and I can’t give you something “ngga seberapa”
I’ll just give my love every day; yesterday, tomorrow, the day after tomorrow, and forever…
To you…..
The One and Only…

picture from here

“hunny, aku pengen ngakak baca timelinemu..yang ngucapin kamu ulang tahun pada niat gak sih? Koq malah pada minta makan-makan aja tuh kayaknya?”
“hahaha…iya hunn, aku dapet terror, ada yang minta traktir bakmi jowo, nasi padang, macem-macemlah”
“hahahaha….aku sih ga minta yang aneh-aneh loh hunny”
“trus mintanya traktir apa dong hun kalo ga aneh-aneh?”
“dinner romantic di cafĂ© yang bisa liat pemandangan Semarang itu aja hunn” *ngakak*
“hahahaha, ambil tali gih, aku mbo gantung aja mendingan”
*ngakak bareng bareng*
“ngga koq sayang…bercanda, ga minta apa-apa….. yang penting hunny tambah umur tambah sayang aku….enough”


Happy Birthday, Josafat Agung Nugroho
Happy Valentine’s Day

Image and video hosting by TinyPic

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...