September 06, 2011

If

Kalau menikah besok, kamu mau punya anak berapa yang?
...
picture from here

Tapi bagaimana jika Tuhan tidak mengijinkan?
Tapi bagaimana kalau aku ternyata tak bisa memberi anak?
Tapi bagaimana kalau....
dan masih banyak tapi dan kalau lainnya.

Pertanyaan aneh yang terlontar dari bibirku ini,
sudahkah seharusnya kutanyakan?
saat kamu bersujud memintaku menjadi istri saja belum

aku tidak memaksamu untuk cepat cepat menikahiku,
sungguh,
akupun masih punya mimpi dan cita cita yang belum terwujud.
dan postingan ini bukan desakan
ini hanya pemikiran
supaya nantinya, kamu, aku, tidak ada yang dikecewakan

"Aku mau punya anak kembar nanti yang"

Itu keinginanku,
bagaimana dengan kamu?

Image and video hosting by TinyPic

September 04, 2011

Without Him

picture from here
dua bulan, empat minggu, satu hari........amat sangat super duper kangen kamu pa,... Hari ini mama @Tiurlana Widihadi ulang tahun pa, kita ga bisa sama-sama ngerayain :(
...

Hari ini mama pulang, sudah seminggu mama ke Jakarta, seorang saudara mengajak mama "refreshing" setelah banyak kejadian buruk di keluarga kami. Saat itu, mama hampir saja menolak ajakan saudara, tapi kami (saya, Otte, dan Demi) dengan segera berkata : "MAMA HARUS IKUT, SUPAYA REFRESHING"

Well, tanggal 27 Agustus yang lalu mama berangkat ke Jakarta, sudah banyak rencana disusun setibanya nanti di sana, mengunjungi satu persatu saudara-saudara papa, juga kerabat-kerabat mama. Dan hari ini, 4 September 2011, mama akan pulang, naik pesawat flight terakhir pukul 19.40, kami, anak-anak, tentu saja sudah siap dengan surprise untuk mama.
...

"halo, ma...." sapaku saat mama mengucapkan kata halo dari seberang.
"kenapa Put?" balas mama
"tadi koq Putri telpon gak bisa?gak diangkat?belom bangun to?"
"ngga, tadi mama lagi keramas"
"hooo...ni Putri barusan pulang anter Otte ke Gereja, Demi masih tidur, mumpung belum jam 6 jadi Putri telpon, hehehhe, free talk ma"
"lhoo, ada to free talk gitu?"
"ada to ya, kalo habis isi ulang selama seminggu, betewe ma, Met Ultah yaaa, nanti jadi pulang kan?"
"makasi ya, iya jadi, eh, mama belum beli oleh-oleh buat Demi, enaknya beliin apa?"
"ahhh, gag usah beli oleh-oleh ma, di rumah ada banyak makanan, oleh-oleh dari uwak banyak banget"
"wahhh, enak dong kalian"
"iyaaa, eh ma, uda jam 6, udahan yaaaaa....bye bye"

Pagi tadi saya menelepon mama sebelum mengantar Otte yang akan tugas di Gereja, rencananya Otte juga akan "numpang" ngobrol pake Free Talk an saya, tapi tidak diangkat mama, jadilah saya coba telpon lagi saat sudah sampai di rumah setelah mengantar Otte.
...

"Te, jangan lupa nanti beli kadonya sama kue ulang tahunnya, lilinnya juga, nanti malem kita bikin surprise buat mama"
Saya mengirimi Otte pesan singkat melalui SMS, karena saat itu saya sedang di gedung pernikahan seorang sahabat, jadi tidak bisa menemani Otte membeli, hehehehe.
...

"mana kadonya? Kamu beliin apa mama?" tanya saya ketika sampai di rumah.
"aku beliin baju, kak..nihh" Otte menunjukan baju yang dia beli, "trus nanti malem planningnya gimana kak?" lanjut Otte.
"nanti gini aja, mama kan kira-kira sampai rumah jam 9 an, nah kita pura- uda tidur, nanti begitu mama buka pintu, kamu bagian nyalain lampu, aku megang kue, Demi pegang kado...terus nyanyi Happy Birthday to you....gimana?
"oke dehhh, jadi nanti mama ngiranya kita udah tidur ya kak"
"huum"
...

Rasanya sudah tak sabar menunggu nanti malam, walau agak sedikit sedih juga karena tak bisa merayakan bersama papa. Tadi saya mengirim pesan dinding di akun jejaring sosial papa, yah, entah kenapa, saya masih berharap papa akan datang karena membaca pesan tersebut.
...

Tuhan, kalau Engkau bertemu papa, tolong sampaikan padanya bahwa kekasih hatinya hari ini berulang tahun, sampaikan bahwa kami merindukan kehadirannya dan kami harap Kau mau 'meminjamkan' papa sebentar saja untuk kami, boleh kan Tuhan?
Image and video hosting by TinyPic

September 02, 2011

Unconditional Love

Tahukah kamu apa artinya?
Jika seseorang mencintaimu,
lebih daripada cintanya kepada dirinya sendiri.

Tahukah kamu apa artinya?
Jika seseorang memilihmu,
bahkan lebih dari keluarganya sendiri

Tahukah kamu rasanya?
Terkhianati cinta, saat kamu bilang
"i do love you" padahal tidak
Tahukah kamu,
bahwasanya Cintanya ini Cinta Tak Bersyarat?

glo's
......................................................................................

picture from here
satu hal aja sih glow.. aku cuma mau lihat dia bahagia, dengan atau tanpa aku.. aku siap terima itu sejak pertama kali aku jadian sama dia..
...

 Kalau ada yang bertanya padaku tentang apa itu Cinta tak Bersyarat, sampai beberapa malam sebelum malam inipun aku mungkin tak bisa menjawabnya. 
Kenapa gak bisa jawab?
Bukankah kamu sudah pacaran? 
Masakan tak mengerti artinya?

Sungguh sampai saat inipun aku masih bertanya tanya, 
Sudahkah cintaku tanpa syarat?
aku masih ingat, beberapa tahun yang lalu itu,
"kalo kamu mau ke rumah potong rambut dulu"
"kamu gendutin dikit kek badan kamu, biar aku ga disangka pacaran sama morfinis"
itu yang aku ucapakan padanya, si tuan ranger merah beberapa tahun yang lalu,
juga hal-hal seperti ini,
"aduhhh, kamu sekali sekali yang rapih gitu kenapa sih?"
saat dia muncul dengan rambut gondrong, dekil belum mandi, juga celana sobek-sobeknya.

Tapi aku belajar sesuatu dari seseorang.
Bukan pelajaran yang akan kau temukan di sekolah pastinya
karena akupun belum menemukannya sampai pada malam Selasa lalu
saat seseorang dari daftar teman lama kemudian muncul lagi tiba-tiba.

Tanpa disadari, dia mengajariku tentang arti Cinta tak Bersyarat
sebuah kalimat yang muncul dalam halaman kotak chat kami membuatku hening sesaat.
Sebentar aku merasakan sebuah tamparan besar,
dia, yang sudah sedemikian tersakiti masih bisa "legowo"
masih bisa bilang "aku sudah siap"
masih bisa merasa "yang penting dia bahagia, dengan atau tanpaku"

Mungkin jika aku yang jadi dirinya,
marah dan kecewa akan terus ada, dan tentu saja berubah menjadi "seorang pembenci cinta"

Ya,
aku belajar banyak hal malam itu,
membuatku instropeksi juga,
sudahkah aku mencintai tanpa syarat?
dan kalau jawabannya belum,
rasanya aku perlu banyak belajar.
belajar menerima apa yang ada,
baik ataupun buruk keadaannya.


......................................................................................

Pemikiran ini terinspirasi dari curhat seseorang teman beberapa malam yang lalu, semoga dia yang baru saja "terkhianati cinta" segera mendapat "penawarnya", tidak muluk-muluk, dan mungkin bukan seorang bidadari, tapi seorang wanita yang akan menerima dirinya apa adanya.
Ah ya, dan dia, teman itu, sudah mengijinkan saya menulis kata-katanya di sini :)
Semangat ya Kawan :)
Image and video hosting by TinyPic

September 01, 2011

How Does It Feel?

picture from here

Sudah beberapa malam ini saya tidur di tempat tidur papa, tempat tidur rumah sakit yang dipinjamkan oleh seorang sahabat dan sampai sekarang belum diambil lagi.

Sudah beberapa hari ini juga saya selalu tidur tengah malam, bukan karena saya libur, jadi seenaknya bangun siang tidur malam, bukan, saya membaca semua memori SMS yang pernah papa kirim ke nomor saya, berharap saat itu papa mengirimi saya SMS lagi.

Sudah beberapa hari juga saya memelototi layar komputer, melihat foto-foto serta status-status papa di akun jejaring sosialnya yang saya biarkan tetap ada, tetap ada untuk saya link ke akun saya sebagai ayah.

Saya tak mau tak punya ayah, saya masih merasa diri saya berayah, masuk ke akun sebagai dirinya, mengirimi diri saya sendiri pesan melalui ruang chat, lalu masuk kembali sebagai diri saya. Itu yang saya lakukan berulang ulang, juga di beberapa akun papa yang lain.

Saya kangen, dan baru saja saya sadar,
SAYA LUPA SUARA PAPA
SAYA LUPA BAGAIMANA RASANYA DIPELUK PAPA
SAYA LUPA RASANYA DIOMELIN PAPA
SAYA LUPA BAGAIMANA RASANYA NONTON BOLA BARENG PAPA
SAYA LUPA RASANYA BERCANDA SAMA PAPA
SAYA LUPA RASANYA NYUAPIN PAPA YANG SAKIT

SAYA LUPA PAPA

O Tuhan, bagaimana bisa saya sebego itu, melupakan papa.


tolong, siapapun anda yang membaca tulisan ini, dan sedang bersama orangtuanya (terutama ayah), beritahu saya bagaimana rasanya memeluk papa.
Saya sungguh ingin tahu,
karena surga rasanya terlalu jauh bagi saya untuk saya datangi dan peluk papa di sana.
Image and video hosting by TinyPic

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...