July 31, 2011

Pelangi

took the picture from this link

satu, dua, tiga, empat, lima,
Lima benang dirajut oleh Sang Perajut
Ia hendak membuat pelangi indah
Pelangi yang Ia tahu belum pernah ada
belum pernah muncul
belum pernah dilihat

Satu benang terputus.
Sang Perajut berubah pikiran.
"hanya akan ada empat warna saja dalam pelangiku"
Satu yang terputus tidak dibuangnya.
Ia simpan bersama benang benang lain

Empat benang rajut protes
meminta Sang Perajut mengulangi rajutannya dengan lima benang
Empat benang memutuskan berhenti saja
tak mau dirajut,
"nanti pasti jelek kalau tanpa satu benang lagi"

Sang Perajut masih sabar mengurai empat benang kusut
berharap mereka tetap mau dibentuk sesuai keinginannya.

"Kamu egois,"
teriak empat benang rajut

Tetap saja Sang Perajut acuh
teguh akan pilihannya merajut dengan empat benang saja

hari demi hari dilalui Sang Perajut
Empat benang masih tetap saja protes
ingin teman mereka si benang pertama hadir lagi.

Tapi
Sang Perajut berhasil membuat empat benang tadi tampak indah.
dipakai menjadi pelangi,
penghias kepala kecil seorang anak cengeng,
berharap pelangi itu membawa ceria
bukan hanya untuk si cengeng,
tapi juga untuk empat benang itu,
supaya mereka tidak melulu protes.



PS :
 1 bulan, 3 minggu, 4 hari tanpa "benang yang terputus". Sang Perajut memutuskan memisahkan, menyimpan "dia" dalam "keranjang" kesayanganNya, tapi empat lainnya masih dibiarkan kusut belum jadi pelangi. Tapi, tak lama lagi benar benar bisa jadi pelangi indah, semoga
oya, ini karya yang saya buat dengan linangan airmata karena teringat papa, saya akan marah kepada siapa saja yang berani ambil tanpa permisi. Thanks

July 29, 2011

Kecup Sayang :*

Halo Readers :)
Maaf ya, sekarang saya jarang posting seperti dulu. Pekerjaan saya yang baru menuntut waktu banyak, hingga kadang saya merasa 24 jam sehari kurang banget buat saya :)

Sedih looo, banyak yang bilang saya sombong sekarang di blog :(
Maaf ya, kalau hanya bisa blogrunning aja ke blog temen2, komen juga gak panjang kayak dulu-dulu :(

Sekedar share, di pekerjaan saya yang baru, selain Assist di kelas Toddler, saya juga mengurusi Perpustakaan TK, juga Administrasi TK karena TK nya bentar lagi mau daftar Akreditasi ke Diknas, dan semoga saja saya juga bisa terdaftar jadi pegawai Diknas, seperti guru-guru yang punya titel S.Pd (titel saya S.S, jadi agak deg deg an bakal terdaftar apa enggak ya?)
Ah iya, saya juga mengurusi Ekstrakulikuler Taekwondo juga Renang, jadi semua guru di sekolah pasti mengenal saya dengan julukan "Ms. yang ngajar Taekwondo". Di parkiran ada yang tanya "gimana Miss ngajar Taekwondonya?" atau di tempat makan "Wah, Ms Glo uda dari kapan belajar Taekwondo", sampe di Ruang Guru juga ada yang bahas "Miss, I want to learn how to kick and hit someone", malah ada yang komentar "Miss, kenapa ga ada musclesnya miss?". Hari pertama Taekwondo Class aja banyak teachers lain yang ngintip pengen liat latihannya. xixixi.....
Nahh, kebayang kan betapa repotnya saya?

Jadi saya hanya bisa OL di sore atau malam hari, itupun hanya sebentar, karena saya memilih untuk tidur, cape luar biasa. Tapi jujur, saya SENANG bekerja di sana, setidaknya, meski sibuk, saya tidak kayak orang blo'on karena hampir setiap hari hanya internetan gak ada kerjaan sampai merasa berdosa karena "makan gaji buta".

Nah, selagi saya tidak berada di tempat, ternyata banyak sekali teman-teman yang tetap baik, care, dan peduli sama saya di rumah kedua saya ini.

Inez, tiba-tiba nanya email saya mau kirim gambar. Saya bingung, tapi saya kasih saja email saya, ternyata gurauan saya ditanggapi serius :) saya waktu itu hanya iseng bilang "aku mau dong kamu gambarin" ternyata benar2 dia bikin gambar saya :) nih gambarnya...

Inez bilang foto saya yang dia contoh buat gambar ini "imut" 
Makasi banyak ya Inez, kecup sayang buat kamu sinihh....xixixixixi....

Eit, ada lagi...
Kalau blogrunning ke blog beberapa teman beberapa hari ini, pasti pada tau kan "wabah 4 AWARD"? Itu loo, pemberian AWARD gila-gilaan, sekalinya ngasih langsung empat.. Nah, saya juga dapet 4 AWARD ituu.....yeyyyyy...

Makasi banyak Aul buat 4 AWARDnya




Oh iya, sebenarnya AWARD yang "ONE LOVELY AWARD" itu Aul dapet dari Dana Paramita barengan sama saya juga, jadi, bisa dibilang saya dapet 1 AWARD dari 2 orang dehhh....
Thanks juga ya Dana...sinihh berdua kecupnya langsung jadi satu ajaaa, saya doain kalian yang baru aja mau masuk dunia perkuliahan tahun ini bisa lancar kuliahnya, juga bisa "keluar dengan selamat" (baca : wisuda tepat waktu + nilai OKE)

Kecup sayang juga buat semua yang sudah mampir dan komen, buat yang baca diam diam juga dehh...hehehhe, dan buat semuanya yang buaaiiiikkkk buanngggeeeetttt selama saya gak ada di rumah ini...Luph u allll, yunomisowel :*


Hahhh....sudah jam sebelas, Cinderella harus tidur, nanti sepatunya ilang lagi (ilang ditemu pangeran cakep sih kagak apa2, lha ini diambil klepto, parahhh)...
Baru pulang latihan Taekwondo juga, ini baru selesai mandi+pakean langsung blogging, Capeeeeeeeeeeee   ZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


PS :
Besok udah mulai PUASA, met puasa ya untuk yang menjalankan..."GANBATTE" semoga MENANG melawan godaan :D

July 27, 2011

Teman itu = Kalian

Teman waktu sedih dan senang,tempat bersandar, memeluk, menangis, melompat senang, juga tempat bergosip yang tak akan membocorkan rahasia bersama. Teman, seseorang yang mengajarimu cuek, tapi di lain waktu mengajarimu berdandan. Teman adalah mereka yang selalu ada. Teman adalah Kalian.
glo's (I edited a quote from a friend here)
...

Saya mau bercerita sedikit pengalaman hidup saya yang selalu menjadi "new kids on the block". Saat menapaki jenjang pendidikan yang baru, saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru juga, mungkin tidak seperti kebanyakan orang yang temannya dari SD sampai lulus kuliah itu-itu saja, saya punya beragam teman dari setiap jenjang pendidikan saya. Memulai pendidikan di TK dan SD Mardi Yuana Cibinong (sekarang berganti nama menjadi Mardi Waluya), lalu melanjutkan di SMP N 3 Depok (hanya 1 orang teman SD yang masuk di sekolah yang sama, itupun saya tidak kenal dekat, sehingga mencoba beradaptasi menemukan banyak teman baru). Saat lulus, mama dan papa pindah ke Semarang, dan saya juga mau tidak mau ikut pindah, kalau dipikir2, mungkin dulu mama dan papa juga berniat "menjauhkan" saya dari hal-hal buruk "pergaulan di Ibukota" (saya dulu nakal banget jaman SMP). Jadilah saya bersekolah di SMA Don Bosko Semarang, mulai tahun 2003 sampai 2006. Di sana, saya pendiam sekali, bagaimana tidak, saya takut salah bicara, karena saat itu sulit membiasakan diri yang terbiasa bicara ala "elu-gue" berganti jadi "kamu-aku", takut dibilang sok Jakartee, walau memang kenyataannya saya tidak bermaksud sok atau gimana.

Kali ini saya mau bercerita lebih intens masa kuliah saya yang baru saja berakhir kira kira setahun yang lalu. Saat itu dimulai dari gagalnya saya masuk perguruan tinggi negri lewat jalur tes, saya akhirnya memilih masuk Universitas Katolik, mengambil jurusan Sastra Inggris. Banyak orang bilang "ngapain kuliah bahasa inggris? kan bisa les non formal." Tapi saya percaya, kuliah dan les non formal pasti ada bedanya. Ternyata benar kan, saya menemukan beberapa mata kuliah yang tak akan pernah saya temui di les non formal. Poetry Analysis, Prose Analysis, Gender Studies, serta beberapa mata kuliah literature lain yang menarik. Mata kuliah itu juga menuntut saya, memaksa saya yang sesungguhnya pekerja individu untuk bekerja kelompok. Dari beberapa semester yang saya lalui, inilah teman terbaik yang saya punya, Monika Herlin Hanopo dan Ria Agustine. Dua-duanya bukan asli Semarang seperti saya, mereka berasal dari Kalimantan.

ki-ka : saya, Ria, Monik, acara Ulang Tahun Fakultas th. 2009
Dimulai dari kesukaan yang sama akan Avril Lavigne, buku, bacaan klasik, serta genre gothic, juga gender, kami bersatu, menjadi "team kurcaci" begitu Mr. Adhi (dosen ganteng favorit kami) menjuluki.

menunggu mie ayam juga kami sempatkan berfoto foto
di kelas Nottingham, sebelum mata kuliah American Studies dimulai
tanpa Monik :) tetap saja Ria yang girly yang baru pasang  hair extension eksis
Monik minta di foto karena baru pertama kali naik Bis Kota :D
lari lari demi foto bareng Raditya Dika, dan sampai sekarang diantara kami, hanya saya yang tetap blogging
Ria terlalu girly untuk ikutan "pose gila" dengan Radith :D
setelah keluar dari "ruang panas" yang bernama "ujian proposal skripsi"
di Perpus, bosen nyari bahan skripsi, foto2 dehh
here we are, Sarjana Sastra, masuk bareng, keluar juga bareng
Sekarang sudah hampir setahun perpisahan kami untuk "mengejar mimpi masing-masing". Monika baru saja pulang dari Australia, mengambil studi singkat di sana. Ria bekerja di sebuah Bank di Semarang. Belum sekalipun kami bertemu lagi setelah wisuda 28 Agustus 2010 lalu, penginnya sih bertemu lagi, mengobrol lagi, ngegosip bareng lagi (walau saya nantinya hanya "hmmm", "yaaa" saja).

Kami berbeda, beda etnis, agama, suku, serta perilaku. Ria cenderung girly tapi gothic, Monik easy going dan saya cuek. Tapi perbedaan kami menjadi sesuatu yang menyatukan kami saat saya butuh "guru berdandan", saat Monik butuh "teman yang cuek" tak ikut campur ketika dia minta begitu, atau, saat Ria menjadi "kompor" kami mengerjakan tugas bersama. 

Tiga skripsi yang berbeda jenis analisa pun bisa kami share bersama. Saat itu, setidaknya saya tahu bahwa saya punya teman untuk berbagi kesenangan, kesedihan, pemikiran, semangat, serta mimpi. Penyemangat saya ketika saya hampir menyerah dan berkata "wisuda Agustus tampaknya mustahil", saat mereka sudah selesai ujian skripsi dan saya belum apa-apa malah sibuk dengan urusan pertandingan.


Hei, kalau dipikir-pikir, kalian membantu banget saya bisa fight untuk wisuda bulan Agustus, dengan alasan, "saya mau pakai toga bareng kalian", thanks my besties :)
Saya kangen kalian !


PS : 
tadi siang secara tak sengaja saya malah telpon telponan sama Ria, gara-gara ada dosen yang nanya nomer telpon salah satu teman seangkatan kami yang belum selesai kuliahnya :)
postingan ini sudah saya siapkan dari kemarin sore, karena saya sudah kangen mereka sudah lama sekali, tapi koq ngepas waktunya tadi si Ria telpon. Monik sekarang berada di Kalimantan. Bener-bener ingin ketemu mereka lagi, walau hanya sekedar hangout bareng :)

July 24, 2011

Ingin Kamu Yang Dulu

Biarlah racun akan tetap menjadi racun dan mati
dan kebaikan akan selalu tinggal di dalam hati.
Biarlah yang lemah menjadi punah, jika tak berusaha memperkuat diri.
Dan biarlah semangat yang tinggi selalu menginspirasi setiap pribadi.
"Tuhan, Kau tahu hatiku"
Linggayani S.
got the picture from this link
...
For Somebody out there,


Kamu lihat, kamu itu cantik.
Aku akan tetap bilang begitu meski banyak orang akan mentertawakan kata-kataku.

Aku ingat,
Setahun yang lalu kamu juga berkata yang sama seperti yang baru saja kamu katakan.
Kamu bilang, "Tuhan, Kau tahu hatiku".
Sama seperti sekarang, saat itupun kamu juga meneleponku.
Sambungan yang terputus tidak menghentikanmu untuk terus berbicara.
Dan kalau kamu bertanya, "mengapa aku tulis ini? apakah karena aku bosan kau telpon lagi?"
Jawabanku "TIDAK"

Aku tetap telinga yang mendengar saat kau marah marah.
Aku tetap tangan yang memelukmu saat kau rasanya sudah kepingin nangis.
Aku tetap teman yang setia mendukungmu,
dan aku juga adik yang akan ikut tersakiti jika kau tersakiti.

Tapi kamu bukan lagi cicik yang aku tahu,
kamu bukan lagi bos yang aku kenal,
dan kamu bukan lagi teman yang bersahabat,
itu pendapat beberapa mengenaimu,
meski akupun harus mengakui itu benar.

Aku ingin kamu yang dulu.
Yang selalu tersenyum dan marah sesekali.
Semangat mngejar mimpi-mimpimu.
Bahkan tetap memikirkan murid-muridmu saat kau sakit.

Lelahkah kamu tiap hari menegangkan uratmu?
menghabiskan tenagamu untuk sesuatu yang berulang terjadi?
Sabar,
Aku cuma bisa bilang begitu.
Aku bukan Tuhan, tapi akupun tahu hatimu,
dua tahun aku mengenalmu, kamu tetap sama.

Dan tolong, tetaplah menjadi kamu yang aku kenal akan semangat hidupnya,
cerianya, mimpi-mimpinya.
acuhkan semua yang membuatmu hanya kesal saja,
itu kan hanya membuang waktu berhargamu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...